Kisah Pemuda Bangun dari Koma Mendadak Fasih Berbahasa Prancis

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Kamis, 04 Juni 2020 | 07:24 WIB
Kisah Pemuda Bangun dari Koma Mendadak Fasih Berbahasa Prancis
Rory Curtis pernah belajar bahasa Prancis saat masih kanak-kanak dan ia sudah melupakannya. Kecelakaan membuatnya bisa lancar berbicara dalam bahasa tersebut.[RORY CURTIS via BBC Indonesia]

Suara.com - Ketika Rory Curtis bangun dari koma, ia tak tahu di mana ia berada. Matanya berkedip, lalu dengan lancar ia bicara dalam bahasa Prancis.

Ia memang pernah belajar bahasa Prancis waktu sekolah dulu, tapi ia sudah lupa karena itu sudah lama sekali.

Begitu lancarnya ia berbahasa Prancis, sampai-sampai perawat yang menungguinya – asli orang Prancis – bertanya kepada ayah Rory, dari Prancis bagian mana mereka berasal.

Namun percakapan itu berumur singkat, karena kemampuannya berbahasa Prancis kemudian hilang.

Kecelakaan

Semuanya bermula dari kecelakaan yang menimpa Rory Curtis pada suatu sore Agustus 2012.

Usianya 24 tahun, dan Curtis sedang mengerjakan sesuatu di perusahaan tempatnya bekerja.

Saat itu Curtis – bekas calon pemain di Manchester United – bekerja di perusahaan konstruksi sambil bekerja sepak bola semiprofessional.

Perempuan Uni Emirat Arab bangun setelah koma 27 tahun, 'jangan hilang harapan' Anak yang dampingi ibu yang bangun setelah 27 tahun koma: 'Seperti mimpi, jangan pernah putus harapan' 'Mukjizat': Sempat koma, remaja Inggris tidak tahu dirinya hamil dan melahirkan bayi

Curtis tak sepenuhnya ingat kecelakaan yang menimpanya. Namun dari kesaksian orang-orang, mobil van yang dikendarainya menabrak sebuah truk di jalan bebas hambatan di dekat Tamworth, Inggris.

Tak ada korban jiwa dari kecelakaan itu.

Namun dibutuhkan 40 menit bagi petugas pemadam kebakaran mengeluarkan Curtis dari reruntuhan kecelakaan.

Ia dibawa dengan helikopter ke Queen Elizabeth Hospital di Birmingham, di mana ia koma selama enam hari.

Di rumah sakit itulah terjadi peristiwa ia terbangun dan tiba-tiba lancar berbahasa Prancis.

Saat stabil, ia dipindahkan ke Mosely Hall Hospital, dirawat seorang spesialis perawatan cedera otak, untuk memulai pemulihan yang akan berjalan panjang.

Diperkirakan ia tak akan bisa berjalan atau bicara dengan baik lagi.

Manchester United

Curtis pernah diundang berlatih di klub sepak bola Birmingham City ketika usianya 11 tahun.

Namun baru pada usia 13 tahun ia memikat seorang pencari bakat dari Manchester United, dan diundang untuk berlatih di akademi Carrington milik klub besar itu.

Namun ia belum siap untuk meninggalkan orang tuanya, sehingga ia bergabung ke klub dekat tempat tinggalnya, Walsall dan akan bergabung dengan United suatu saat.

Ia seharusnya bergabung dengan pemain muda United saat ke sebuah tur di Eropa, tapi inflamasi tumit menghentikannya.

Bocah 'mukjizat’ sadar dari koma setelah orangtua sepakat sumbangkan organ tubuhnya Kisah perempuan buta dengan 'penglihatan kedua' yang unik 'Pria paling dalam di dunia', mengenal penyelam yang mencatat rekor kedalaman 253 meter

Lalu akhirnya ia tetap bersama Walsall dan sempat bermain bersama dengan Troy Deeney, yang kini menjadi kapten untuk tim Liga Primer Watford. Ia sempat meneken kontrak £150 per minggu dengan Walsall FC, saat usianya 18 tahun.

Seiring jalannya waktu, ketertarikan Curtis terhadap sepak bola memudar. Ia lalu bekerja di sektor konstruksi sambil sesekali bermain di klub-klub semiprofessional.

Usia mundur

Kecelakaan itu sendiri membuat Curtis mengalami retak di tulang rusuk.

Selain lancar bahasa Prancis yang tak pernah terjelaskan itu, Curtis juga mengalami pengalaman mundur umur.

Sesaat sesudah kecelakaan itu, Curtis merasa dirinya 10 tahun lagi, dan bertanya ke ibunya tentang anjing peliharaan mereka yang sudah lama mati.

“Saya bangun dari koma, dan menyangka saya anak-anak,” katanya.

Bahkan ia sempat berpikir bahwa dirinya adalah aktor Hollywood Matthew McConaughey.

Curtis keluar dari rumah sakit bulan November 2012 dengan kursi roda.

Ingatan jangka pendeknya begitu kacau sehingga ia diminta menulis setiap kegiatannya dalam sebuah catatan harian setiap 15 menit, untuk mengingatkan diri sendiri semisal: apakah ia sudah mandi atau belum atau sudah makan atau belum hari itu.

“Saya menuliskannya sampai dua buku catatan penuh,” katanya.

Curtis diingatkan bahwa ia akan sulit bergerak lagi dan otaknya mungkin tak akan bekerja sempurna.

Bahkan memakai baju mungkin akan sulit.

Pulih

Namun dalam kurang dari setahun, ternyata Curtis telah pulih sepenuhnya. Bahkan ia bisa kembali bermain dengan klub amatirnya, Stourport, untuk musim laga 2013-2014.

“Saya tak ingat kapan saya bisa jalan lagi,” kata Curtis. “Tapi para dokter terkejut. Saya bahkan tidak pincang”.

Beberapa hari sesudah kecelakaan, Curtis menjadi orang kedua di Inggris yang menerima pengobatan eksperimental dengan hormon, yang diyakini bisa efektif untuk membantu memulihkan trauma cedera otak.

Ini merupakan bagian dari penelitian yang dipimpin Amerika Serikat yang bernama Synapse. Kepada Curtis diberikan progesterone, hormon steroid perempuan dan kemajuannya dilacak setiap tiga bulan.

Bertahun sesudah itu, Curtis dan keluarganya berterima kasih sekali pada pemulihan yang ajaib dari perawatan radikal yang diterimanya.

“Sayangnya, obat itu tak terlalu efektif,” kata Dr Antonio Belli, ahli saraf yang mengawasi pemulihan Curtis. “Sama saja dengan placebo”.

“Rory Curtis bisa pulih dengan baik karena faktor genetis dan mungkin karena kondisi kesehatannya secara umum,” kata Dr Antonio.

Sekalipun Curtis bisa bermain sepak bola lagi, ia tetap tidak puas karena permainannya belum kembali seperti semula.

“Saya seorang perfeksionis,” katanya. “Jika tidak sempurna, itu mempengaruhi kepercayaan diri”.

Akhirnya Curtis meninggalkan sepak bola dan menekuni karier baru. Ia memutuskan meneruskan usaha pangkas rambut milik orang tuanya.

Selain itu Curtis meneruskan sekolah di South and City College Birmingham. Sesudah lulus, ia memutuskan untuk mengajar di bidang barunya: potong rambut.

Sepak bola memang pernah menjadi bagian utama hidupnya, tapi kini tidak lagi.

“Kadang kita tahu bahwa kita masih mampu,” katanya. “Kadang kita sadar bahwa kita harus merelakannya”.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Prancis Beri Pinjaman Renault  untuk Bertahan Saat Pandemi

Pemerintah Prancis Beri Pinjaman Renault untuk Bertahan Saat Pandemi

Otomotif | Rabu, 03 Juni 2020 | 14:35 WIB

Ribuan Demonstran Aksi George Floyd di Paris Ditembaki Gas Air Mata

Ribuan Demonstran Aksi George Floyd di Paris Ditembaki Gas Air Mata

News | Rabu, 03 Juni 2020 | 07:18 WIB

Buang Masker Bekas Sembarangan di Negara Ini Bisa Kena Denda Rp 3,9 Juta

Buang Masker Bekas Sembarangan di Negara Ini Bisa Kena Denda Rp 3,9 Juta

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 14:15 WIB

Kotak Hitam Pesawat Pakistan International Airlines Diterbangkan ke Prancis

Kotak Hitam Pesawat Pakistan International Airlines Diterbangkan ke Prancis

News | Senin, 01 Juni 2020 | 23:05 WIB

Lima Kali Cerai, Mantan Pacar Adil Rami Ingin Nikah Lagi

Lima Kali Cerai, Mantan Pacar Adil Rami Ingin Nikah Lagi

Bola | Minggu, 31 Mei 2020 | 17:00 WIB

Terkini

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB