Presiden Tanzania Klaim Negaranya Bebas Corona

Rendy Adrikni Sadikin | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Selasa, 09 Juni 2020 | 11:17 WIB
Presiden Tanzania Klaim Negaranya Bebas Corona

Suara.com - Presiden Tanzania John Magufuli menyatakan negaranya kini terbebas dari virus corona. Untuk itu, pemerintah telah berhenti menerbitkan data jumlah kasus.

Menyadur BBC, Magufuli dalam agenda kunjungan di sebuah gereja di kota Dodoma, Minggu (7/6), mengatakan hilangnya wabah di negaranya adalah berkat dari doa warga.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada warga Tanzania dari semua agama. Kami telah berdoa dan berpuasa agar Tuhan menyelamatkan kami dari pandemi yang menimpa negara dan dunia kami," ujar Magufuli kepada para jemaah gereja.

"Saya percaya dan saya yakin banyak orang Tanzania percaya, bahwa penyakit telah dihilangkan oleh Tuhan," imbuhnya.

Sebelumnya pada Jumat (5/6), Magufuli juga mengatakan negaranya telah bebas dari Covid-19. Pun membeberkan hanya terdapat empat pasien virus corona di kota Dar es Salaam.

Pemerintah pada Mei lalu juga menepis peringatan kedutaan Amerika Serikat terkait rumah sakit di Dar es Salaam yang "kewalahan" dan adanya kemungkinan penularan virus yang tinggi di kota tersebut.

"Saya ingin mendesak agar rakyat Tanzania tidak menerima sumbangan masker, lebih baik suruh para pemberi bantuan untuk pergi dan menggunakannya dengan istri dan anak-anak mereka," tambahnya.

Magufuli disebutkan telah berulang kali menyatakan kabar soal krisis pandemi telah dibuat berlebihan dan mendesar warga untuk tetap beribadah di gereja dan masjid. Ia mengatakan, doa "dapat mengalahkan" virus.

Selain itu, ia juga mewanti-wanti warga supaya lebih waspada saat diberi bantuan peralatan untuk mencegah sebaran virus karena menurutnya bantuan tersebut berpotensial menjadi alat yang digunakan pihak lain untuk "mengirimkan virus."

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah menyatakan keprihatinannya atas strategi pemerintah Tanzania dalam menekan sebaran virus corona.

Data resmi kasus Covid-19 di Tanzania terakhir yang dirilis pada 29 April lalu, mencatatkan ada 509 kasus dengan 21 kematian akibat virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO: Orang Tanpa Gejala Tidak Mendorong Naiknya Penyebaran Virus Corona

WHO: Orang Tanpa Gejala Tidak Mendorong Naiknya Penyebaran Virus Corona

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 10:25 WIB

Kambing dan Pepaya Positif Covid-19, Tanzania Salahkan Tes Kit Abal-abal

Kambing dan Pepaya Positif Covid-19, Tanzania Salahkan Tes Kit Abal-abal

News | Senin, 04 Mei 2020 | 11:57 WIB

Batalkan Pinjaman China, Presiden Tanzania: Hanya Pemabuk yang Mau Menerima

Batalkan Pinjaman China, Presiden Tanzania: Hanya Pemabuk yang Mau Menerima

News | Minggu, 26 April 2020 | 03:10 WIB

Terkini

KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar

KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:01 WIB

Situasi Memanas, Iran Gunakan Hukum Darurat Perang untuk 'Habisi' Mata-mata AS-Israel

Situasi Memanas, Iran Gunakan Hukum Darurat Perang untuk 'Habisi' Mata-mata AS-Israel

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:57 WIB

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:49 WIB

Maraton Diplomasi Prabowo: Usai 5 Jam Bareng Putin, Langsung Melesat ke Paris Temui Macron

Maraton Diplomasi Prabowo: Usai 5 Jam Bareng Putin, Langsung Melesat ke Paris Temui Macron

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:40 WIB

Bikin Putin Tersenyum, Cerita Prabowo di Kremlin: Nama Kosmonaut Rusia Populer Jadi Nama Anak RI

Bikin Putin Tersenyum, Cerita Prabowo di Kremlin: Nama Kosmonaut Rusia Populer Jadi Nama Anak RI

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:29 WIB

Info Loker! 1,4 Juta Penerima Bansos Berpeluang Kerja di Koperasi Merah Putih

Info Loker! 1,4 Juta Penerima Bansos Berpeluang Kerja di Koperasi Merah Putih

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:15 WIB

Bertemu Prabowo, Putin Nyatakan Rusia Terbuka Kerja Sama Berbagai Bidang dari Energi hingga Militer

Bertemu Prabowo, Putin Nyatakan Rusia Terbuka Kerja Sama Berbagai Bidang dari Energi hingga Militer

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:05 WIB

3 Poin Utama Perjanjian Militer AS-Indonesia, Disepakati Menhan Sjafrie dan Hegseth

3 Poin Utama Perjanjian Militer AS-Indonesia, Disepakati Menhan Sjafrie dan Hegseth

News | Selasa, 14 April 2026 | 06:42 WIB

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB