Pertama dalam Sejarah, Sidang Umum PBB Tidak Dihadiri oleh Kepala Negara

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 10 Juni 2020 | 13:17 WIB
Pertama dalam Sejarah, Sidang Umum PBB Tidak Dihadiri oleh Kepala Negara
Ilustrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Shutterstock)

Suara.com - Pertama dalam sejarah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), sidang umum tahunan di New York, Amerika Serikat, tidak akan dihadiri oleh kepala negara beserta pejabatnya.

Menyadur New York Times pada Selasa (10/6/2020), Presiden Majelis Umum PBB Tijjani Muhammad-Bande mengatakan, para pemimpin dunia tidak akan hadir pada sidang umum tahunan di New York untuk kali pertama dalam 75 tahun sejak terbentuknya organisasi tersebut.

Hal itu dikarenakan pandemi virus corona yang masih menyerang sebagian besar negara di dunia, termasuk Amerika Serikat.

Muhammad-Bande mengatakan, dalam dua minggu ke depan,pihaknya akan mengumumkan bagaimana 193 kepala negara dan pemerintah menyampaikan pidato mengenai masalah-masalah dunia yang mendesak pada pertemuan tersebut.

"Seorang presiden tidak mungkin pergi sendirian dan 'tidak memungkin' untuk membawa delegasi dalam jumlah besar ke New York selama pandemi," ujar Muhammad-Bande dikutip dari New York Post.

"Kami tidak dapat bertemu mereka secara langsung seperti dulu, tapi kami akan mengusahakan." tambah Muhammad-Bande.

Sekretaris jenderal PBB Antonio Guterres bulan lalu memberikan rekomendasi agar sidang umum tahunan para pemimpin dunia tersebut diperkecil karena pandemi covid-19.

Antonio Guterres menyarankan agar kepala negara menyampaikan pidato melalui rekaman video.

Video tersebut kemudian dibawa oleh perwakilan diplomat yang berbasis di New York dari masing-masing negara anggota.

baca juga

Pertemuan para pemimpin dunia pada Sidang Umum PBB tersebut biasanya membawa ribuan pejabat pemerintah, diplomat, dan perwakilan masyarakat sipil ke New York.

Pertemuan tersebut biasanya dilakukan selama lebih dari satu minggu dan berisi pidato, makan malam, resepsi, dan ratusan acara sampingan.

Tahun ini pertemuan tersebut rencananya akan diadakan bertepatan dengan perayaan berdirinya PBB sejak tahun 1945.

Muhammad-Bande acara perayaan 75 tahun PBB juga sedang dinegosiasikan dengan para pemimpin dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Asing Soroti Kebijakan New Normal Indonesia: 'Sedang Dalam Bencana'

Media Asing Soroti Kebijakan New Normal Indonesia: 'Sedang Dalam Bencana'

News | Rabu, 10 Juni 2020 | 09:12 WIB

Update Covid-19 Global 10 Juni: Hore, Selandia Baru Bebas Covid-19!

Update Covid-19 Global 10 Juni: Hore, Selandia Baru Bebas Covid-19!

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 08:56 WIB

Dijemput Paksa Keluarga, Pasien Perempuan di Serang Ternyata Positif Corona

Dijemput Paksa Keluarga, Pasien Perempuan di Serang Ternyata Positif Corona

Banten | Rabu, 10 Juni 2020 | 08:55 WIB

Terkini

Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!

Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:18 WIB

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:02 WIB

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

×