Kisah Satu Keluarga Besar Kena Virus Corona: Rumah Kami Jadi seperti RS

Reza Gunadha

Kamis, 11 Juni 2020 | 20:41 WIB
Kisah Satu Keluarga Besar Kena Virus Corona: Rumah Kami Jadi seperti RS
[BBC]

Keluarga besar Garg menempati rumah berlantai tiga di permukiman padat di Delhi barat laut.

Garg, 33, istrinya, 30, dan kedua anaknya, masing-masing berusia enam dan dua tahun, tinggal di lantai atas, bersama dengan kedua orang tuanya dan nenek serta kakeknya.

Kisah seorang pasien Covid-19 yang berjuang untuk bisa bernapas Ayah 13 anak positif terkena Covid-19, seperti apa kehidupan dalam karantina mereka? Kaum miskin India ‘takut kelaparan akan membunuh kami lebih dulu sebelum virus corona’ Memprotes minimnya alat pelindung diri untuk lawan Covid-19, dokter dimasukkan ke rumah sakit jiwa

Dua lantai di bawah ditempati oleh paman-pamannya dari pihak ayahnya dan keluarga mereka.

Umur mereka bervariasi mulai dari bayi berusia empat bulan hingga seorang kakek berusia 90 tahun yang terbaring di tempat tidur.

Namun tidak seperti kebanyakan keluarga besar di satu rumah yang berbagi ruang tidur dan kamar mandi, keluarga Garg mempunyai tempat tinggal yang luas.

Setiap lantai mempunyai luas sekitar 250 meter persegi, atau kira-kira dua kali luas lapangan tenis dan dilengkapi dengan tiga kamar tidur masing-masing lengkap dengan kamar mandi dan satu dapur.

Kendati demikian, virus corona menyebar dengan sangat cepat, dari satu lantai ke lantai lainnya dan menginfeksi hampir semua orang dewasa di rumah itu.

Mereka mengidentifikasi paman Garg sebagai pasien 0, tetapi keluarga besar itu masih tidak yakin bagaimana ia terinfeksi.

baca juga

"Kami pikir mungkin dari seorang pedagang sayuran atau seseorang di toko makanan karena dari situlah seseorang dari keluarga ini menginjakkan kaki di luar," jelas Garg.

Ketika virus menyebar, ketakutan dan rasa malu membuat mereka enggan mengikuti tes.

"Kami berjumlah 17 orang, tetapi kami merasa begitu kesepian. Kami khawatir jika sesuatu terjadi pada kami apakah orang akan datang ke pemakaman karena stigma terkait dengan virus corona?"

Tetapi pada minggu pertama bulan Mei ketika tantenya yang berusia 54 tahun mengalami sesak napas, keluarga itu melarikannya ke rumah sakit. Dan Garg paham semua anggota keluarga harus menjalani tes.

'Bulan penyakit'

Bulan Mei tersedot untuk memerangi virus.

Menurut Mukul Garg, ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk berbicara dengan dokter melalui telepon, sedangkan yang lain mengecek kondisi satu sama lainnya melalui pesan WhatsApp setiap hari.

"Kami juga memindahkan lokasi anggota keluarga berdasarkan gejala-gejala yang mereka alami, sehingga dua orang yang mengalami demam tinggi tidak ditempatkan di ruangan yang sama."

Enam dari 11 orang yang terinfeksi mengalami komorbiditas - diabetes, penyakit jantung dan hipertensi - yang tentu membuat mereka lebih rentan.

"Dalam sekejap mata, rumah kami berubah menjadi pusat layanan kesehatan Covid-19 dan kami semua bergantian merawat yang lain," jelas Garg.

Para ahli virologi mengatakan keluarga besar pada dasarnya sama seperti klaster lain, yang membedakan adalah rentang usianya.

"Ketika ada berbagai kelompok umur berbagi tempat yang sama, risikonya tidak merata, kelompok usia tua berada di posisi paling berisiko," terang Dr Partho Sarothi Ray, seorang ahli virologi.

Garg khawatir akan keselamatan kakeknya yang berusia 90 tahun.

Namun virus corona, yang tetap membingungkan para ahli kesehatan di seluruh dunia, juga mengejutkan keluarga Garg.

Mungkin bisa dipahami jika ia dan istrinya yang sama-sama berusia 30-an tahun tidak menunjukkan gejala atau asimtomatik.

Tetapi yang membingungkan adalah kakeknya juga asimtomatik.

Dan seorang anggota keluarga yang tidak memiliki komorbiditas atau penyakit penyerta dilarikan ke rumah sakit. Selebihnya menunjukkan gejala-gejala umum Covid-19.

Pada minggu kedua bulan Mei, gejala-gejala itu mulai hilang dan semakin banyak tes menunjukkan hasil negatif sehingga keluarga tersebut lega. Ketika itu juga tante Mukul Garg diizinkan pulang dari rumah sakit setelah dinyatakan negatif.

Mereka merasa bagian yang paling buruk sudah berakhir.

Menjelang akhir bulan Mei atau Garg menyebutnya sebagai "bulan penyakit", hanya tiga orang, termasuk dirinya, yang masih bersatus positif.

Pada tanggal 1 Juni, mereka menjalani tes untuk ketiga kalinya dan hasilnya negatif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekonomi Negara Lain Mulai Pulih saat Relaksasi Lockdown, Indonesia?

Ekonomi Negara Lain Mulai Pulih saat Relaksasi Lockdown, Indonesia?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2020 | 20:09 WIB

Juru Masak Ini Beri Bantuan 2 Juta Paket Makanan, Diklaim Terbesar di Dunia

Juru Masak Ini Beri Bantuan 2 Juta Paket Makanan, Diklaim Terbesar di Dunia

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 17:50 WIB

Resmi! Surabaya Raya Masuk Masa Transisi New Normal Wabah Corona

Resmi! Surabaya Raya Masuk Masa Transisi New Normal Wabah Corona

Jatim | Kamis, 11 Juni 2020 | 17:00 WIB

Jawa Timur Terbanyak 279 Orang, Ini Rincian Kasus Baru Corona 34 Provinsi

Jawa Timur Terbanyak 279 Orang, Ini Rincian Kasus Baru Corona 34 Provinsi

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 16:42 WIB

Bak Anak Sendiri, Video Suapi Monyet Ini Bikin Publik Senyam-Senyum

Bak Anak Sendiri, Video Suapi Monyet Ini Bikin Publik Senyam-Senyum

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 16:03 WIB

Dilarang Nonton Film Kartun, Siswa SMP Tewas Gantung Diri

Dilarang Nonton Film Kartun, Siswa SMP Tewas Gantung Diri

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 13:43 WIB

Dokter Residen FK Unair Gugur di RS Dr Soetamo Surabaya Akibat Covid-19

Dokter Residen FK Unair Gugur di RS Dr Soetamo Surabaya Akibat Covid-19

Jatim | Rabu, 10 Juni 2020 | 21:14 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×