Dituduh Maling, Perempuan Diseret Tiga Polisi Pakai Motor hingga Patah Kaki

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Jum'at, 12 Juni 2020 | 15:18 WIB
Dituduh Maling, Perempuan Diseret Tiga Polisi Pakai Motor hingga Patah Kaki
Ilustrasi. [Capture Twitter]

Suara.com - Tiga petugas polisi di Kenya ditangkap setelah menyeret seorang perempuan yang diduga terlibat perampokan menggunakan sepeda motor.

Menyadur BBC, insiden yang terjadi di Olenguruone pada Minggu (7/6) ini memicu kemarahan publik setelah videonya tersebar di media sosial.

Dalam rekaman berdurasi sekitar satu setengah menit tersebut, seorang perempuan tampak tertelungkup di tanah dengan tubuh dikaitkan ke motor yang tengah dijalankan oleh seorang petugas polisi.

Akibat perlakuan ini, perempuan yang Mercy Cherono ini harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita cedera dan patah kaki.

Terkait tragedi yang menimpanya, Cherono menyebut dirinya telah meminta ampun kepada petugas supaya tak dihukum, namun polisi tak menggubris dan malah menyeret perempuan 21 tahun ini di jalan.

"Saya memohon belas kasihan tetapi petugas itu tidak mendengarnya," ujar Cherino.

"Saya tidak tahu bagaimana bisa selamat dari kejadian ini," imbuhnya.

Sebelumnya, polisi menangkap Cherino karena ia diduga terlibat geng yang melakukan pencurian di rumah seorang petugas polisi.

Departemen Investigasi Kriminal Kenya mengatakan tiga petugas yang terlibat saat ini telah ditahan untuk menjalani proses penyelidikan.

Gubernur Nakuru menyebut perilaku polisi yang terekam dalam video tersebut tidak dapay ditoleransi.

"Tindakan primitif semacam itu terus melukiskan citra gelap penegak hukum kami. Polisi harus berperan menjadi tempat perlindungan bagi semua terdakwa sebelum dijatuhi hukuman di persidangan. Ini seharusnya ridak pernah terjadi," katanya.

Polisi Kenya disebutkan sering melakukan tindakan brutal. Pekan lalu, sekitar 15 orang telah dibunuh oleh petugas polisi akibat melanggar jam malam yang diterapkan guna menekan sebaran virus corona.

Laporan terkait hak asasi manusia oleh PBB mencatat kasus kekerasan oleh polisi di Kenya dilakukan di 182 komunitas. Kekerasan tersebut termasuk pemukulan, penembakan, penggunaan gas air mata, kekerasan seksual dan kerusakan properti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sedang Jajan Soda, Remaja 16 Tahun Tewas Ditembak Polisi

Sedang Jajan Soda, Remaja 16 Tahun Tewas Ditembak Polisi

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 12:47 WIB

Rasisme dan Kebrutalan Polisi Picu Trauma, Meski Hanya Melihat dari Video

Rasisme dan Kebrutalan Polisi Picu Trauma, Meski Hanya Melihat dari Video

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 09:31 WIB

Tunawisma Tewas Ditembak Polisi, Ratusan Warga Kenya Gelar Protes

Tunawisma Tewas Ditembak Polisi, Ratusan Warga Kenya Gelar Protes

News | Rabu, 03 Juni 2020 | 08:51 WIB

Terkini

Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel

Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 06:58 WIB

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB