Illegal Fishing, Susi: Presiden Tak Mungkin Tidak Didengar Internasional

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Jum'at, 12 Juni 2020 | 17:01 WIB
Illegal Fishing, Susi: Presiden Tak Mungkin Tidak Didengar Internasional
Menteri Susi Pudjiastuti dan Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno berduel di Festival Danau Sunter, Minggu (25/2/2018).

Suara.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan pandangannya, terkait perairan Indonesia yang kerap diganggu oleh kapal-kapal ikan asing, terutama kapal berbendera China.

Susi mengakui, sebenarnya enggan mengomentari perihal perairan Natuna Utara yang kerap diganggu oleh kapal-kapal ikan berbendera China.

Namun, ia menilai ada sesuatu hal yang mestinya bisa dilakukan pemerintah agar lebih kuat dalam pertahanan kelautan serta perikanan.

Salah satunya, Susi mengatakan, pemerintah harus mengumpulkan satu kekuatan dalam satuan tugas atau satgas kelautan.

Kehadiran satgas, dinilai Susi bisa memperkuat ketahanan di perairan, ketimbang hanya mengandalkan sosok presiden. Sebab, satgas itu dibentuk untuk membantu pekerjaan Presiden Jokowi.

"Tapi saya komentari what is to do battle and better, karena presiden Indonesia tidak mungkin tidak didengar oleh internasional, oleh negara-negara lain, dan semua badan di Indonesia ini bawah pimpinan satu, satgas ini dilaksanakan oleh pembantu-pembantu beliau, dari menteri, dari TNI, dari Polri, dari Bakamla, one clear guide line, itu akan saving patroly fuel, juga pergerakan human resources, uang, manusia, armada, akan lebih aman, tidak banyak cost lagi kalau clear guide-nya,"  kata Susi dalam sebuah diskusi virtual bertema "Tantangan Indonesia untuk Mengakhiri Praktik Illegal Fishing",  yang diselenggarakan oleh Kumparan dan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI),  Jumat (12/6/2020).

Menurutnya, kondisi perairan Natuna saat ia masih menjabat menteri, lebih aman ketimbang kekinian. Pasalnya, tidak ada satu pun kapal-kapal asing yang berani mendekat.

Susi mengungkapkan, salah satu faktor menentukan Indonesia menjadi negara yang ditakuti oleh negara lain adalah kedisiplinan menjaga kelautan dan perikanan Tanah Air.

Saat masih menjadi menteri, ia sempat membentuk Satgas 115 yang terdiri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TNI AL, Kejaksaan Agung, Polri, dan Badan Keamanan Laut (Bakamla). Satgas 115 itu berfungsi sebagai penegak hukum dengan satu komando.

Susi memastikan, Satgas 115 itu tetap berjalan tanpa kompromi maka negara pun akan lebih kuat.

"Jadi kalau menurut saya Indonesia diamankan oleh presiden, bawah semua ikut selesai, kita akan menjadi negara yang ditakuti yang disegani."

Catatan redaksi: Kami melakukan penyuntingan pada judul dan isi  artikel ini, setelah mendapat protes dari Susi Pudjiastuti, hari Sabtu (13/6/2020) pukul 19.04 WIB. Judul sebelumnya adalah "Susi Sebut Presiden Indonesia Tidak Mungkin Didengar Internasional."

Judul artikel tersebut salah, akibat redaksi salah menuliskan kutipan pernyataan langsung Susi dalam diskusi. Atas kesalahan tersebut, kami memohon maaf kepada Ibu Susi Pudjiastuti sebagai pihak yang dirugikan. Selain itu, kami juga meminta maaf kepada publik, karena sebagai media massa sempat menyajikan artikel pemberitaan yang salah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Kerap Ganggu ZEEI, Eks Menteri KKP Susi: Natuna Dulu Aman

China Kerap Ganggu ZEEI, Eks Menteri KKP Susi: Natuna Dulu Aman

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 16:12 WIB

Susi Pudjiastuti Dukung Pemerintah Buka Jalur Transportasi

Susi Pudjiastuti Dukung Pemerintah Buka Jalur Transportasi

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 15:49 WIB

Efek Corona, Susi Pudjiastuti Minta Pemerintah Bebaskan Pengusaha dari PNBP

Efek Corona, Susi Pudjiastuti Minta Pemerintah Bebaskan Pengusaha dari PNBP

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 15:42 WIB

Edhy Prabowo Izinkan Cantrang, Susi Pudjiastuti: Pintu Kapal Asing Kembali

Edhy Prabowo Izinkan Cantrang, Susi Pudjiastuti: Pintu Kapal Asing Kembali

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 14:37 WIB

Terkini

Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir

Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:30 WIB

Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital

Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:21 WIB

Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru

Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:18 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Komnas HAM Desak TNI Buka Identitas Pelaku

Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Komnas HAM Desak TNI Buka Identitas Pelaku

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:08 WIB

Gedung DPR Gelap Gulita, Lampu dan AC Dimatikan demi Hemat Anggaran, Begini Penampakannya

Gedung DPR Gelap Gulita, Lampu dan AC Dimatikan demi Hemat Anggaran, Begini Penampakannya

News | Rabu, 01 April 2026 | 19:57 WIB

Duduk Perkara Pengeroyokan Tersangka Pelecehan Seksual di Polda Metro Jaya, 4 Orang Ditangkap!

Duduk Perkara Pengeroyokan Tersangka Pelecehan Seksual di Polda Metro Jaya, 4 Orang Ditangkap!

News | Rabu, 01 April 2026 | 19:44 WIB

WFH Tiap Jumat Jadi Jurus Hemat Energi Indonesia, DPR: Ini Strategi Hadapi Krisis

WFH Tiap Jumat Jadi Jurus Hemat Energi Indonesia, DPR: Ini Strategi Hadapi Krisis

News | Rabu, 01 April 2026 | 19:41 WIB

Hikmahanto: Rencana Kirim Pasukan ke Gaza Harus Dikaji Ulang Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Hikmahanto: Rencana Kirim Pasukan ke Gaza Harus Dikaji Ulang Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 01 April 2026 | 19:35 WIB

BI Sebut Temuan Uang Palsu Rp100 Ribu di Parung Berkualitas Rendah: Cukup Cek Pakai Metode 3D

BI Sebut Temuan Uang Palsu Rp100 Ribu di Parung Berkualitas Rendah: Cukup Cek Pakai Metode 3D

News | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB

Gelar Aksi, Pemuda Antikorupsi Desak KPK Segera Panggil Bos Agrinas Terkait Impor Mobil Pikap

Gelar Aksi, Pemuda Antikorupsi Desak KPK Segera Panggil Bos Agrinas Terkait Impor Mobil Pikap

News | Rabu, 01 April 2026 | 19:15 WIB