Putrinya Diperkosa, Ayah Justru Ditangkap Karena Menuntut Keadilan

Reza Gunadha | Arief Apriadi | Suara.com

Minggu, 14 Juni 2020 | 19:49 WIB
Putrinya Diperkosa, Ayah Justru Ditangkap Karena Menuntut Keadilan
Luqman Ismail (kiri), ayah seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang diperkosa pada April 2019 di ibukota Kurdistan Irak, Erbil, ditangkap pihak kepolisian pada Jumat (14/6/2020). (Video Roj News).

Suara.com - Ayah seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang diperkosa pada April 2019 di ibukota Kurdistan Irak, Erbil, ditangkap pihak kepolisian pada Jumat (14/6/2020).

Menyadur Ekurd Daily, penangkapan itu dianggap sebagai upaya pihak-pihak tertentu untuk mendesak pria bernama Luqman Ismail agar membatalkan gugatannya.

Kasus tersebut dikabarkan menjadi pusat perhatian media massa setempat lantaran berbau ketidakadilan hukum yang justru menimpa korban.

Pengacara mengatakan Luqman Ismail ditangkap dengan tuduhan melanggar Pasal 2 UU Penyalahgunaan Perangkat Komunikasi, yang merupakan undang-undang federal.

"Sebelumnya, dia telah diperingatkan dua kali oleh [pengadilan], tetapi dia tahu bahwa hal itu adalah upaya untuk menekannya agar menarik kasus pemerkosaan putrinya," kata saudara perempuan Ismail, dikutip Ekurd Daily, Minggu (14/6/2020).

"Pasukan keamanan tidak mengatakan apa pun tentang alasan penangkapannya, tetapi saudara lelaki saya mengatakan sebelumnya bahwa dia telah dipanggil oleh (pengadilan) karena dia menyebutkan nama beberapa pejabat."

UU Penyalahgunaan Perangkat Komunikasi disebut kerap digunakan pemerintah dan pejabat untuk mengintimidasi orang-orang di Kurdistan Irak yang memposting kritik di media sosial.

Ironisnya, ketika ayah korban pemerkosaan dipenjara. Tiga orang pelaku justru mendapat keringanan hukum.

Tiga tersangka yang menculik dan memerkosa gadis itu hanya dipenjara dalam waktu singkat, bersama kedua kaki tangannya. Mereka sempat dbebaskan dengan jaminan oleh pihak berwenang.

Para pelaku yang sempat ingin kembali menculik gadis malang tersebut, kekinian kembali ditangkap polisi, setelah adanya protes atas penanganan kasus tersebut.

Ismail kepada saudara perempuannya, sempat mengatakan bahwa keluarganya terus mendapat tekanan untuk membatalkan kasus tersebut sejak bulan Febrruari 2020, sebelum dirinya ditangkap.

"Kami belum melihat saudara lelaki saya dan kami tidak tahu di mana dia ditahan," kata saudara perempuan Ismail.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siswi SD Diperkosa Pedagang Air Galon hingga Perdarahan di Alat Kelamin

Siswi SD Diperkosa Pedagang Air Galon hingga Perdarahan di Alat Kelamin

Jogja | Jum'at, 12 Juni 2020 | 18:03 WIB

Dicekoki Obat Keras lalu Digilir Sejumlah Remaja, Gadis di Tangsel Tewas

Dicekoki Obat Keras lalu Digilir Sejumlah Remaja, Gadis di Tangsel Tewas

Banten | Jum'at, 12 Juni 2020 | 14:48 WIB

Tak Hadir di Sidang Perdana Praperadilan Ruslan Buton, Ini Alasan Polri

Tak Hadir di Sidang Perdana Praperadilan Ruslan Buton, Ini Alasan Polri

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 19:08 WIB

Iran Segera Eksekusi Informan CIA yang Sebabkan Jenderal Soleimani Terbunuh

Iran Segera Eksekusi Informan CIA yang Sebabkan Jenderal Soleimani Terbunuh

News | Selasa, 09 Juni 2020 | 21:11 WIB

Terkini

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:00 WIB

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:39 WIB

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:33 WIB

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:15 WIB

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:12 WIB

Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi

Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:05 WIB