Pakar Epidemiologi: Jakarta Belum Penuhi Syarat WHO untuk New Normal

Bangun Santoso | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 16 Juni 2020 | 13:14 WIB
Pakar Epidemiologi: Jakarta Belum Penuhi Syarat WHO untuk New Normal
Sebagai ilustrasi: Beberapa pekerja kantoran berjalan bersama usai jam kantor di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/6). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif mengatakan, ada syarat khusus sebelum masuk tatanan kehidupan baru berdampingan dengan virus corona Covid-19 atau new normal. Menurutnya DKI sampai sekarang belum memenuhi syarat itu.

Syahrizal menjelaskan, setidaknya ada enam syarat yang harus dipenuhi Jakarta sebelum masuk new normal. Syarat ini dibuat oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

Syarat pertama adalah daerah itu harus menunjukan dapat mengendalikan penyebaran corona. Cara mengetahuinya dengan melihat angka kenaikan harian dan angka Reproduction Effective (Rt).

"Pakai kriteria yang nomor satu saja belum memenuhi syarat, kan kasus (di Jakarta) masih fluktuatif," ujar Syahrizal saat dihubungi Suara.com, Selasa (16/6/2020).

Kriteria lainnya adalah memiliki kapasitas untuk pengetesan, pelacakan, hingga karantina pasien corona. Lalu risiko penularan di lokasi rentan seperti panti jompo, pasar tradisional, dan tempat-tempat ramai lainnya sudah diminimalisir.

Keempat adalah pelaksanaan protokol di tempat kerja, mulai dari tempat cuci tangan dan kebersihan pernapasan. Terakhir adalah masyarakat sudah terdidik untuk penerapan new normal.

Tidak hanya untuk new normal, menurutnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang sudah memberikan banyak kelonggaran juga tak memenuhi syarat itu.

"Kalau pakai indikator WHO yang enam indikator itu sudah pasti gak memenuhi syarat lah (untuk PSBB transisi)," jelasnya.

Saat mengumumkan PSBB transisi, Gubernur Anies Baswedan menyatakan angka Rt sempat dibawah 0 untuk tiga hari berturut-turut. Namun menurutnya angka itu tak berarti Jakarta sudah bisa mengendalikan corona.

Bahkan menurutnya Rt seharusnya dinilai dalam waktu 14 hari. Jika dalam 14 hari berhasil di bawah 0, maka ada penurunan tingkat kenaikan jumlah pasien corona di ibu kota.

"Kecuali dia bilang selama 14 hari terakhir Rt Jakarta di bawah 1 nah itu ada artinya. Tapi kalau angkanya naik turun, saya gak yakin Rt Jakarta konsisten di bawah 0," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejar Target, Kemenkes akan Tambah Jam Kerja Lab Spesimen Corona

Kejar Target, Kemenkes akan Tambah Jam Kerja Lab Spesimen Corona

News | Selasa, 16 Juni 2020 | 13:10 WIB

Soal Pembukaan Sekolah Saat New Normal, Ini Hasil Survei Guru Indonesia

Soal Pembukaan Sekolah Saat New Normal, Ini Hasil Survei Guru Indonesia

News | Selasa, 16 Juni 2020 | 13:07 WIB

Pasar Perumnas Klender Terapkan Ganjil Genap

Pasar Perumnas Klender Terapkan Ganjil Genap

Foto | Selasa, 16 Juni 2020 | 12:58 WIB

Amerika Mendadak Tarik Hidroksiklorokuin, Tak Manjur Jadi Obat Covid-19

Amerika Mendadak Tarik Hidroksiklorokuin, Tak Manjur Jadi Obat Covid-19

News | Selasa, 16 Juni 2020 | 12:50 WIB

Ada Kasus Baru Virus Corona, Ilmuwan China Klaim Strain Covid-19 dari Eropa

Ada Kasus Baru Virus Corona, Ilmuwan China Klaim Strain Covid-19 dari Eropa

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 12:55 WIB

Hampir Sebulan Bebas Corona, Selandia Baru Kembali Catatkan Kasus Covid-19

Hampir Sebulan Bebas Corona, Selandia Baru Kembali Catatkan Kasus Covid-19

News | Selasa, 16 Juni 2020 | 12:56 WIB

Kasus Baru Covid-19 di Beijing Melonjak, Capai 100 Orang

Kasus Baru Covid-19 di Beijing Melonjak, Capai 100 Orang

News | Selasa, 16 Juni 2020 | 12:56 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB