Ini Ujaran Poyuono Sebut PKI Dimainkan Kadrun, Bikin Panas Kuping Gerindra

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Rabu, 17 Juni 2020 | 16:16 WIB
Ini Ujaran Poyuono Sebut PKI Dimainkan Kadrun, Bikin Panas Kuping Gerindra
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. (Antara)

Suara.com - Waketum Gerindra Arief Poyuono membuat geger setelah melontarkan pernyataan mengenai PKI dimunculkan kadrun. Pernyataan itu menuai polemik sehingga muncul tagar #TenggelamkanGerindra di Twitter. Gerindra pun ikut kalang kabut.

Pernyataan 'PKI dimunculkan kadrun' dilontarkan Arief Poyuono dalam wawancara di kanal Youtube 'Kanal Anak Bangsa'. Dipantau Suara.com, Rabu (17/6/2020), ujaran itu dilontarkan Poyuono saat menjawab pertanyaan.

Mulanya, Arief Poyuono ditanya oleh pewawancara perihal kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI): Apakah benar atau isu belaka? Secara tegas, Arief Poyuono menjawab bahwa itu hanya isu bohong.

Menurut Arief Poyuono, isu tersebut sejatinya untuk mendelegitimasi Presiden Jokowi yang selalu dituduh seolah memiliki hubungan dengan PKI. Pasalnya, isu tersebut hanya muncul di era pemerintahan Jokowi.

"Nggak ada, itu cuma isu-isu bohong aja. Isu-isu itu sebenarnya hanya untuk mendelegitimasi Kangmas Jokowi, yang selalu dituduh apapun dia seakan-akan dia ada hubungannya sama PKI. Seperti itu kan aneh, munculnya itu di eranya Pak Jokowi aja. Dulu era SBY nggak ada, era Mega nggak ada, ini kan aneh," ujar dia.

Ketika ditanya siapa kelompok yang memunculkan isu tersebut, Arief Poyuono dengan tegas menjawab kadrun dan pihak-pihak yang tidak menginginkan perdamaian di Indonesia serta ingin selalu mengacau.

"Yang pasti ini adalah kadrun, kadrun kadrun ya yang pasti. Yang kedua mungkin orang-orang yang tidak menginginkan adanya perdamaian di Indonesia, yang selalu ingin mengacau yang selalu ingin mendiskreditkan pemerintah yang sah dan konstitusional dengan isu-isu PKI," terang Poyuono.

Saat ditanya terkait potensi kebangkitan PKI, Arief Poyuono menjawab tidak ada. Sebab, imbuh dia, PKI dan komunisme merupakan ajaran lama. Dia pun memberikan contoh kondisi negara China kekinian.

"Saya rasa nggak ada ya karena PKI itu sekarang sudah, bukan ajaran yang lama dari komunisme terus itu melakukan apa namanya teorinya tu sudah diperbarui, teori lamanya udah nggak lagi. Kalau teori barunya ya kita lihat sekarang China," ujar Poyuono.

Menurut Poyuono, China sekarang lebih mengarah ke kapitalis. Poyuono mengatakan China sekarang tidak menganut paham komunis. Untuk melindungi rakyatnya, ujar dia, China menggunakan ideologi komunis.

"Nggak komunis murni cuma dalam hal hal kepentingan negara mereka menganut ajaran-ajaran komunis itu artinya untuk melindungi negara dan rakyatnya dia gunakan ideologi komunis itu. Tapi kalau untuk kegiatan ekonominya lebih liberal daripada kita," ujar Poyuono.

Kuping Gerindra kepanasan

Ujaran Poyuono ini cukup membuat kuping Gerindra kepanasan. Bahkan, gara-gara ujaran tersebut, juru bicara Partai Gerindra Habiburokhman sampai mengklarifikasi. Dia menyebut pernyataan Poyuono tidak mewakili partai.

"Sebagai Jubir Gerindra saya tegaskan bahwa statement Arief Poyuono tidak ada kaitannya dengan Gerindra. Sudah lama beliau tidak diperkenankan mengatasnamakan Gerindra," kata anggota Komisi III DPR tersebut.

Habiburokhman pun menegaskan garis partai yakni anti-PKI. Bukan cuma itu, kata Habiburokhan, Gerindra sangat waspada terhadap kebangkitan PKI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

#TenggelamkanGerindra Trending, Jubir Gerindra: Poyuono Tidak Mewakili Kami

#TenggelamkanGerindra Trending, Jubir Gerindra: Poyuono Tidak Mewakili Kami

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 10:15 WIB

DPR: Tuntutan 1 Tahun Terlalu Ringan Tak Sebanding Penderitaan Novel

DPR: Tuntutan 1 Tahun Terlalu Ringan Tak Sebanding Penderitaan Novel

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 10:27 WIB

Gerindra Minta Ambang Batas Pencalonan Presiden Tahun 2024 Jadi Nol Persen

Gerindra Minta Ambang Batas Pencalonan Presiden Tahun 2024 Jadi Nol Persen

News | Selasa, 09 Juni 2020 | 18:58 WIB

Soal RUU Pemilu, Fadli Zon Harap DPR Jauhi Kepentingan Jangka Pendek Parpol

Soal RUU Pemilu, Fadli Zon Harap DPR Jauhi Kepentingan Jangka Pendek Parpol

News | Selasa, 09 Juni 2020 | 15:45 WIB

Jonru Bikin Jajak Pendapat 'Jika Prabowo Nyapres Lagi', Ini Jawaban Publik

Jonru Bikin Jajak Pendapat 'Jika Prabowo Nyapres Lagi', Ini Jawaban Publik

News | Selasa, 09 Juni 2020 | 10:53 WIB

Balas Tantangan Najwa, Sandiaga Uno Unggah Foto Wisuda: Untuk Anak Onlineku

Balas Tantangan Najwa, Sandiaga Uno Unggah Foto Wisuda: Untuk Anak Onlineku

News | Jum'at, 05 Juni 2020 | 13:50 WIB

Gerindra Siapkan Regenerasi, Tapi Belum Ada yang Cocok Gantikan Prabowo

Gerindra Siapkan Regenerasi, Tapi Belum Ada yang Cocok Gantikan Prabowo

News | Jum'at, 05 Juni 2020 | 12:26 WIB

Terkini

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:10 WIB

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:55 WIB

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB