Petugas KLIA Dicurigai Bantu Pilot Mohd Saufi bin Othman Selundupkan 70 Ribu Narkoba ke Jakarta

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:56 WIB
Petugas KLIA Dicurigai Bantu Pilot Mohd Saufi bin Othman Selundupkan 70 Ribu Narkoba ke Jakarta
Pilot Malaysia Mohd Saufi bin Othman (IG)
baca 10 detik
  • Polisi Malaysia mengidentifikasi petugas keamanan KLIA terkait kasus penyelundupan narkoba oleh pilot.

  • Pilot lolos dari pemeriksaan awal KLIA sebelum ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta.

  • Petugas menyita 70.114 butir ekstasi dan sabu dalam koper pilot tersebut.

Suara.com - Kepolisian Malaysia mengidentifikasi seorang petugas pemeriksaan keamanan Kuala Lumpur International Airport yang diduga terlibat dalam lolosnya puluhan ribu butir ekstasi ke Indonesia. Oknum staf bandara tersebut kini berstatus sebagai sosok yang berpotensi ditangkap seiring pengusutan keterlibatan pihak internal dalam jaringan penyelundupan ini.

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika Bukit Aman, Comm Datuk Hussein Omar Khan, memastikan pihaknya siap mengambil tindakan hukum terhadap oknum pemeriksa tersebut. Penyelidikan difokuskan pada peran petugas dalam mengawasi barang bawaan yang dibawa oleh pilot berkebangsaan Malaysia.

"Penyelidikan telah mengidentifikasi satu orang, dan jika ada kebutuhan, kami akan melakukan penangkapan. Dia adalah anggota staf bandara yang terlibat dalam proses pemindaian," kata Comm Hussein saat konferensi pers di Markas Kepolisian Kontingen Selangor.

Polisi Malaysia mengusut jaringan narkoba Ampang yang memasok barang haram kepada pilot di Jakarta. (The Star)
Polisi Malaysia mengusut jaringan narkoba Ampang yang memasok barang haram kepada pilot di Jakarta. (The Star)

Sistem pemeriksaan di KLIA menerapkan standar yang sama ketatnya bagi awak pesawat maupun penumpang sipil. Namun, kelemahan pada deteksi tahap awal dinilai menjadi celah yang dimanfaatkan oleh pelaku untuk meloloskan narkotika jenis sabu dan ekstasi.

"Prosedur di KLIA melibatkan beberapa tingkat pemindaian. Jika suatu barang lolos dari sistem pemindaian tingkat pertama yang otomatis, barang tersebut tidak berlanjut ke tingkat kedua. Namun, jika pemindaian awal mendeteksi sesuatu yang mencurigakan, barang itu dirujuk ke pemeriksaan tingkat kedua dan, jika perlu, tingkat ketiga," ujar Comm Hussein dikutip dari The Star, Selasa (4/8/2026).

Prosedur pemindaian bertingkat tersebut membuat koper milik tersangka berhasil masuk ke dalam kabin pesawat tanpa terdeteksi oleh petugas di lapangan. Pemindaian tingkat pertama yang mengandalkan mesin otomatis tidak menunjukkan indikasi adanya barang berbahaya.

"Seperti yang dijelaskan dalam konferensi pers kemarin di KLIA, tersangka telah melalui semua prosedur pemindaian yang diwajibkan, termasuk Tingkat Satu. Karena pemindaian awal tidak mendeteksi hal mencurigakan, bagasinya diizinkan lewat. Itu adalah prosedur standar di KLIA," tutur Comm Hussein.

Sebelum terbang menuju Indonesia, pilot tersebut telah melakukan serangkaian aktivitas penerbangan domestik pada hari yang sama. Ia sempat mendaftarkan koper bawaannya lebih awal sebelum menerbangkan pesawat rute Kuala Lumpur menuju Kota Kinabalu dan kembali lagi.

Setelah menyelesaikan rute domestik tersebut, pelaku melanjutkan tugasnya untuk memimpin penerbangan internasional dari Sepang menuju Jakarta. Polisi kini mendalami bagaimana koper berisi narkoba tersebut tetap aman di dalam sistem bandara selama jeda penerbangan itu.

baca juga

Kasus ini bermula ketika otoritas Indonesia menangkap seorang pilot pria berusia 39 tahun berkebangsaan Malaysia di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 28 Juli. Penangkapan tersebut dilakukan setelah petugas bea cukai dan kepolisian menemukan muatan narkoba berukuran besar di dalam bagasi sang pilot.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas menyita 15 paket rapi yang berisi total 70.114 butir pil ekstasi serta sejumlah methamphetamine. Penangkapan ini memicu penyelidikan bersama antara otoritas Indonesia dan Malaysia guna membongkar jaringan penyelundupan narkoba lintas negara yang melibatkan personel penerbangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta

Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 32 Kg Sabu Jaringan Fredy Pratama

Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 32 Kg Sabu Jaringan Fredy Pratama

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:41 WIB

China Bikin Senjata AI untuk Serangan Udara Skala Besar

China Bikin Senjata AI untuk Serangan Udara Skala Besar

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×