Antisipasi Dampak Corona, Pemerintah Diminta Prioritaskan Pangan Lokal

Bangun Santoso, Erick Tanjung

Jum'at, 19 Juni 2020 | 11:36 WIB
Antisipasi Dampak Corona, Pemerintah Diminta Prioritaskan Pangan Lokal
Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, Muhammad Teguh Surya

Suara.com - Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, Muhammad Teguh Surya menilai, pemerintah harus mengubah model pembangunan ekonomi yang lebih berketahanan nasional tanpa merusak lingkungan dan hutan, serta tidak bergantung pada impor di masa pandemi Covid-19.

Ketahanan pangan nasional juga perlu digantungkan pada komoditas yang lebih beragam dan seimbang antara komoditas pangan dan perkebunan monokultur skala besar.

"Menggantungkan perekonomian hanya pada industri ekstraktif akan berisiko bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat," kata Muhammad Teguh dalam keterangan pers, Jumat (19/6/2020).

FAO telah memberikan peringatan akan terjadinya ancaman krisis pangan dunia, dan banyak negara mengerem ekspor pangannya untuk mengantisipasi ancaman ambruknya ketahanan pangan. Sejumlah negara juga mengimplementasikannya dengan memprioritaskan kebutuhan pangan dalam negeri dan menahan ekspor pangan ke luar negeri.

Menurut Teguh, menggantungkan ketahanan ekonomi hanya pada komoditas unggulan tertentu seperti sawit tidak tepat untuk dilakukan saat ini dan bahkan dapat menimbulkan kerawanan pangan. Pemerintah seharusnya memberikan fokus pada penyeimbangan jenis komoditas di suatu daerah, sehingga komoditas perkebunan dan pangan lainnya dapat turut bersaing sebagai penyumbang perekonomian di tengah situasi ancaman krisis ekonomi global.

Hasil kajian Madani di Kalimantan Barat yang memiliki luas sawit tertanam terbesar ketiga se-Indonesia menunjukkan bahwa Kalbar ternyata memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di pulau Borneo tersebut.

"Perluasan perkebunan sawit di sana juga tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi lokal. Tingkat produktivitasnya rendah dengan peringkat 10 dari 10 provinsi yang memiliki lahan sawit terluas,” kata Erlangga, Peneliti Muda Yayasan Madani Berkelanjutan.

Sementara itu, Provinsi Riau yang memiliki sawit tertanam terluas di Indonesia, yaitu 3,4 juta hektare, dari hasil Kajian Madani menunjukkan setidaknya terdapat tujuh kabupaten memiliki ketimpangan yang sangat besar antara luas sawit dan tanaman pangan. Diantaranya Bengkalis, Siak, Rohul, Pelelawan, Kampar, Inhil dan Rohil.

Luas lahan yang diperuntukkan untuk tanaman pangan pada tujuh kabupaten tersebut tak ada satupun melebihi angka 30 persen dari luas sawit. Bengkalis hanya memiliki 23,6 ribu hektare (11 persen) luas lahan pangan dibandingkan area tanam sawitnya yang mencapai 187 ribu hektare.

baca juga

Selanjutnya diikuti Siak, 56 ribu hektare (14 persen) dan Rokan Hulu 73 ribu hektare (15 persen) dibandingkan dengan luas sawit di dua kabupaten tersebut. Ketimpangan lahan tersebut berimplikasi pada ketahanan pangan pada kabupaten-kabupaten tersebut.

"Setidaknya ada 6 kabupaten yang menunjukkan ketahanan pangan rendah (Pelalawan dan Rohil) dan 4 kabupaten yang termasuk rawan pangan (Bengkalis, Rokan Hulu, Indragiri Hulu dan Kampar),” ungkapnya.

Diversifikasi komoditas pangan unggulan dengan tanaman-tanaman lokal seperti sagu dan sorgum perlu diprioritaskan, sehingga bukan lagi program 'berasisasi'. Apalagi rencana cetak sawah di lahan gambut Kalimantan Tengah yang akan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dapat mengancam keberadaan gambut di wilayah tersebut dan meningkatkan risiko terjadinya Karhutla, serta bencana asap yang akan lebih menyengsarakan masyarakat di tengah pandemi.

44 persen Karhutla 2019 terjadi di Fungsi Ekosistem Gambut. Program cetak sawah pemerintah di lahan gambut yang direncanakan akan membuka rawa gambut berisiko meningkatkan kerawanan terjadinya Karhutla yang selain menyengsarakan rakyat juga akan menggagalkan pencapaian komitmen iklim Indonesia.

“Keberadaan komoditas pangan lokal seperti sagu dapat menjaga kelestarian ekosistem lahan gambut dan juga dapat menjadikan sagu sebagai salah satu sumber pangan lokal. Sehingga dapat menciptakan ketahanan pangan,” jelasnya.

“Saatnya pemerintah menghentikan ekspansi perkebunan monokultur skala besar seperti HTI dan sawit karena dapat menggerus lahan-lahan produktif untuk pangan," ujarnya menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjualan Mobil Alami Penurunan, Honda Harapkan Peningkatan Bulan Juni

Penjualan Mobil Alami Penurunan, Honda Harapkan Peningkatan Bulan Juni

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2020 | 15:55 WIB

Duh, Penjualan Mobil Bulan Mei Kian Ambyar

Duh, Penjualan Mobil Bulan Mei Kian Ambyar

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2020 | 11:25 WIB

Masa PSBB Transisi, MG Indonesia Mulai Buka Outlet

Masa PSBB Transisi, MG Indonesia Mulai Buka Outlet

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2020 | 10:15 WIB

Pabrikan Fokus Ekspor, Stok Unit Toyota Masih Cukup?

Pabrikan Fokus Ekspor, Stok Unit Toyota Masih Cukup?

Otomotif | Selasa, 16 Juni 2020 | 21:00 WIB

Stimulus Pemerintah Dinilai Tak Banyak Membantu Industri Otomotif

Stimulus Pemerintah Dinilai Tak Banyak Membantu Industri Otomotif

Otomotif | Selasa, 16 Juni 2020 | 20:15 WIB

BMW Resmi Hentikan Produksi BMW i8, Penggantinya Bisa Model Ini

BMW Resmi Hentikan Produksi BMW i8, Penggantinya Bisa Model Ini

Otomotif | Selasa, 16 Juni 2020 | 15:00 WIB

Diterpa Pandemi, Penjualan SUV Toyota Justru Meningkat

Diterpa Pandemi, Penjualan SUV Toyota Justru Meningkat

Otomotif | Selasa, 16 Juni 2020 | 13:20 WIB

Terkini

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×