650 Pekerja Pabrik di Jerman Positif Corona, Begini Reaksi Perdana Menteri

Rendy Adrikni Sadikin, Rima Suliastini

Jum'at, 19 Juni 2020 | 12:41 WIB
650 Pekerja Pabrik di Jerman Positif Corona, Begini Reaksi Perdana Menteri
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - 650 pekerja di pabrik pengolahan daging Toennies di Jerman positif virus corona. Menyadur CNN pada Jumat (19/06/2020), pabrik yang terletak di negara bagian barat Rhine-Westphalia Utara ini menutup kegiatannya untuk sementara waktu sejak hari Rabu.

Direktur manajemen kualitas dan layanan veteriner, Gereon Schulze Althoff mengatakan virus ini kemungkinan dibawa oleh pekerja asing yang melakukan perjalanan dalam beberapa pekan terakhir.

Gereon juga mengatakan, adanya aturan baru untuk jaga jarak membuat pabriknya kewalahan karena mereka tak memiliki fasilitas untuk itu. "Pabrik kami belum dibangun untuk pandemi," ujarnya.

Perdana Menteri Rhine-Westphalia Utara, Armin Laschet dikritik setelah mengatakan wabah di pabrik Toennies bukan disebabkan oleh pelonggaran yang baru mereka terapkan.

Ia malah menyudutkan orang-orang Romawi dan Bulgaria yang memasuki negaranya dengan membawa virus. Namun Armin Laschet tidak memberikan bukti apa pun untuk klaimnya.

[Unsplash/Markus Spiske]
Ilustrasi virus corona.[Unsplash/Markus Spiske]

Freddy Adjan, wakil ketua serikat pekerja industri makanan Jerman NGG mengatakan tingginya jumlah infeksi di pabrik itu adalah hasil dari sistem perusahaan yang  'sakit'.

Menurutnya banyak perusahaan yang menggunakan subkontraktor untuk mempekerjakan tenaga kerja murah tanpa bertanggung jawab atas kesejahteraan pekerja. Ia yakin para pekerja telah dieksploitasi dengan kejam selama ini.

Berdasarkan statistik dari Kantor Perburuhan Federal, industri pengolahan daging mempekerjakan 200.000 orang di Jerman dan sepertiganya adalah orang asing.

Ilustrasi buruh di Austria [AFP]
Ilustrasi pekerja pabrik. [AFP]

Sebagai reaksi terhadap wabah, pemerintah akan membuat undang-undang baru untuk melindungi para pekerja.

Mulai tahun depan, penggunaan subkontraktor akan dilarang dan hanya pekerja yang direkrut langsung oleh perusahaan yang diizinkan menyembelih dan mengolah daging.

Denda karena melanggar aturan tentang jam kerja juga naik dari Rp 239 juta jadi Rp 479 juta. Pengusaha juga harus menyediakan akomodasi untuk pekerja mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agar Efektif, Begini Cara Tepat Menggunakan Hand Sanitizer

Agar Efektif, Begini Cara Tepat Menggunakan Hand Sanitizer

Health | Jum'at, 19 Juni 2020 | 09:16 WIB

Peneliti Wuhan: Manusia Mungkin Tak Bisa Kebal Terhadap Covid-19

Peneliti Wuhan: Manusia Mungkin Tak Bisa Kebal Terhadap Covid-19

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 08:30 WIB

5 Negara di Eropa yang Aman Dikunjungi saat Pandemi

5 Negara di Eropa yang Aman Dikunjungi saat Pandemi

Video | Jum'at, 19 Juni 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB