Ikuti Tantangan di Pesta, Remaja 16 Tahun Tewas Usai Hirup Deodoran

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Minggu, 21 Juni 2020 | 14:05 WIB
Ikuti Tantangan di Pesta, Remaja 16 Tahun Tewas Usai Hirup Deodoran
Ilustrasi deodoran. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah pesta remaja laki-laki di Australia berujung petaka ketika salah satunya tewas akibat serangan jantung usai melakukan tantangan menghirup deodoran.

Bradley, meninggal dunia setelah menghirup deodoran dalam bentuk spray. Ternyata, remaja berusia 16 tahun ini memiliki alergi.

Menyadur News.com.au, Minggu (21/6), Bradley disebutkan mengidap gangguan alergi terhadap bahan-bahan kimia. Hal tersebutlah yang kemudian memicu remaja ini terkena serangan jantung.

Ibu Bradley, Corinne Mair mengatakan anaknya tidak mengetahui bahaya yang mengintai dibalik permainan yang ia lakukan. Pun, ia menyalahkan pihak Rexona atas apa yang menimpa putranya.

"Secara harfiah baginya, itu adalah dia dan teman-temannya membuat keputusan konyol dan mengorbankan nyawanya.

Menurut Mair, anak dan teman-temannya saat itu tengah mencoba tantangan yang belakangan marak di media sosial yakni menghirup isi kaleng deodoran Rexona.

"Saya menyalahkan Rexona atas kematian putra saya. Maksudku, saya tahun putraku berperan dalam apa yang terjadi malam itu, tetapi aku meminta Rexona untuk bertanggung jawab atas kematian putraku," katanya.

Kematian Bradley menambah daftar remaja Australia yang meninggal karena menghirup deodoran.

Akhir tahun lalu, juru bicara Unilever, perusahaan yang memproduksi Rexona, mengatakan setidaknya ada lima kematia yang dilaporkan terkait penyalahgunaan deodoran.

"Kami mengetahui ada empat (kematian) di Queensland dan satu di New South Wales. Sejauh polisi dan kelompok masyarakat pergi, kami telah berusaha untuk terlobat, memahami masalah ini dan mendukung mereka dengan lebih baik," kata jubir tesebut pada September 2019 lalu.

Sersan Senior Kepolisian Queensland Stewart Reid mengatakan adanya tren penyalahgunaan deodoran kaleng yang berkembang di lingkungan remaja.

"Jika anda pergi sekitar pantai pada malam hari, anda akan menemukan anak-anak dengan kaleng aerosol yang mungkin tidak digunakan untuk kebersihan pribadi," ujar Reid.

"Ada tren yang mengganggu anak-anak muda, sekitar usia 12 atau 13 tahun khususnya, yang ditemukan melakukan penyalahgunaan deodoran bersam remaja berusia 15 atau 16 tahun. Ini adalah perilaku berisiko yang dapat menyebabkan beragam masalah kesehatan," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Australia Ciptakan Kaos Kaki Agar Astronot Balik ke Bumi Bisa Gerak Normal

Australia Ciptakan Kaos Kaki Agar Astronot Balik ke Bumi Bisa Gerak Normal

Tekno | Minggu, 21 Juni 2020 | 10:15 WIB

Australia Curigai China Dalang Serangan Siber

Australia Curigai China Dalang Serangan Siber

News | Sabtu, 20 Juni 2020 | 09:53 WIB

Tak Bisa Bayar Sewa Selama Pandemi Corona, Pria Disekap Pemilik Kos

Tak Bisa Bayar Sewa Selama Pandemi Corona, Pria Disekap Pemilik Kos

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 11:22 WIB

Terkini

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:04 WIB

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:56 WIB

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:55 WIB

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:44 WIB

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:19 WIB

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:13 WIB

Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi

Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:13 WIB