PBB Kutuk Serangan Fasilitas Kesehatan Afghanistan saat Pandemi

Rendy Adrikni Sadikin, Fitri Asta Pramesti

Senin, 22 Juni 2020 | 09:19 WIB
PBB Kutuk Serangan Fasilitas Kesehatan Afghanistan saat Pandemi
Rumah sakit di Kabul Afghanistan diserang kelompok bersenjata pada Selasa (12/5/2020) tewaskan 16 orang termasuk 2 bayi baru lahir. (Foto: Anadolu Agency / Haroon Sabawoon)

Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutuk serentetan serangan dengan target tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang terjadi selama pandemi virus corona.

Menyadur BBC, laporan yang dirilis PBB mengatakan ada 15 serangan yang terjadi dalam rentang 11 Maret hingga 23 Mei.

Pihak PBB di Afghanistan mengatakan kelompok bersenjata Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan bertanggung jawab atas tindak kekerasan yang disengaja untuk merusak fasilitas kesehatan.

"Jangkauan dan skala serangan yang disengaja terhadap perawatan kesehatan di Afghanistan pada saat negara itu dihadapkan dengan pandemi virus corona (Covid-19) sangat memprihatinkan," kata laporan yang dirilis oleh Misi PBB di Afghanistan (UNAMA), Minggu (21/6).

Taliban disebut bertanggung jawab terhadap 10 insiden, di mana delapan serangan sengaja ditargetkan ke fasilitas kesehatan. Sementara, tiga serangan lainnya dikaitkan dengan pasukan keamanan Afghanistan.

Laporan tersebut juga menyoal serangan yang terjadi di rumah sakit bersalin Kabul. Menurut PBB, belum ada kelompok bersenjata yang mengaku bertanggung jawab atas insiden ini.

Pasukan keamanan Afganistan melakukan mengevakuasi korban penyerangan rumah sakit di Kabul. (AFP/STR)
Pasukan keamanan Afganistan melakukan mengevakuasi korban penyerangan rumah sakit di Kabul. (AFP/STR)

Insiden yang terjadi pada 12 Mei lalu tersebut mengakibatkan 24 orang termasuk bayi baru lahir, ibu, dan para perawat.

Berdasarkan laporan Universitas Johns Hopkins, Afghanistan sejauh ini mencatatkan kasus infeksi virus corona mencapai hampir 29 ribu dengan 581 kematian.

Kendati jumlahnya terlihat rendah, negara ini sebetulnya memiliki akses terbatas dalam pengujuan dan sistem kesehatan dalam beberapa dekade akibat adanya konflik.

baca juga

Akibat terdampak wabah Covid-19, sekitar 200 ribu warga Afghanistan kembali dari negara-negara tetangga, mayoritas Iran, pada Maret lalu.

Selain tekanan konflik yang menyerang warga sipil selama pandemi, laporan yang diterbitkan Save The Children pada Mei menunjukkan tujuh juta anak-anak Afghanistkan berisiko kelaparan akibat naiknya harga kebutuhan pokok selama pandemi virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBB: Dampak Virus Corona Bisa Bunuh 51 Ribu Anak di Timteng dan Afrika

PBB: Dampak Virus Corona Bisa Bunuh 51 Ribu Anak di Timteng dan Afrika

News | Senin, 15 Juni 2020 | 21:19 WIB

Tolak Klaim 9 Dash Line China, Pemerintah Kembali Daftar Ulang ke PBB

Tolak Klaim 9 Dash Line China, Pemerintah Kembali Daftar Ulang ke PBB

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 14:02 WIB

Di Tengah Pandemi Virus Corona, Sekjen PBB Serukan Persatuan

Di Tengah Pandemi Virus Corona, Sekjen PBB Serukan Persatuan

Health | Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:32 WIB

Terkini

Nasionalisme Bukan Denialisme: Justru Kita Perlu Bercermin dengan Realitas

Nasionalisme Bukan Denialisme: Justru Kita Perlu Bercermin dengan Realitas

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:30 WIB

3 Laptop Budget Rp5 Jutaan RAM 8 GB Cocok untuk Mahasiswa, Ringan dan Anti Lemot

3 Laptop Budget Rp5 Jutaan RAM 8 GB Cocok untuk Mahasiswa, Ringan dan Anti Lemot

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:28 WIB

Maunya AS - Iran Damai, Tapi Wapres JD Vance Bingung

Maunya AS - Iran Damai, Tapi Wapres JD Vance Bingung

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:27 WIB

Piala Dunia 2026 Segera Usai, Apa Saja Kegiatan Pemain setelah Ini?

Piala Dunia 2026 Segera Usai, Apa Saja Kegiatan Pemain setelah Ini?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:26 WIB

4 Tahun Mangkrak Usai Kebakaran, Pramono Buka Pintu bagi Investor Rombak Jakarta Islamic Centre

4 Tahun Mangkrak Usai Kebakaran, Pramono Buka Pintu bagi Investor Rombak Jakarta Islamic Centre

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:24 WIB

Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun Waduk Pluit, Pramono Target Bakal Beres 10 Hari

Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun Waduk Pluit, Pramono Target Bakal Beres 10 Hari

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:22 WIB

D.O. EXO Diincar jadi Pemeran Utama Drama Zombie Unik We Are the Zombies

D.O. EXO Diincar jadi Pemeran Utama Drama Zombie Unik We Are the Zombies

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:18 WIB

Dokter Tifa Optimis Eksepsi Diterima Hakim: Allah Bersama dengan Kami

Dokter Tifa Optimis Eksepsi Diterima Hakim: Allah Bersama dengan Kami

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:16 WIB

Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!

Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:14 WIB

Jangan Buang Minyak Bekas ke Wastafel! Ini Dampaknya

Jangan Buang Minyak Bekas ke Wastafel! Ini Dampaknya

Sumut | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:10 WIB

×