Iklan di Koran AS: Islam Akan Bom Nashville Pakai Nuklir Juli 2020

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 22 Juni 2020 | 14:51 WIB
Iklan di Koran AS: Islam Akan Bom Nashville Pakai Nuklir Juli 2020
[The Tenneesean]

Suara.com - Surat kabar di Amerika Serikat, The Tennessean, menanyangkan sebuah iklan yang disebut mengerikan. Pihaknya tengah memeriksa terkait iklan tersebut mengapa bisa tayang.

Menyadur The Guardian pada Senin (22/6/2020), iklan mengerikan itu dibayar oleh kelompok bernama Future For America. Isi iklannya adalah mengancam adanya serangan teroris di Nashville bulan Juli 2020.

Iklan tersebut mengklaim Donald Trump "adalah presiden terakhir AS" dan menampilkan foto Trump dan Paus Franciscus.

Iklan tersebut juga mengklaim bahwa sebuah bom nuklir akan diledakkan di Nashville dan menyebutkan serangan tersebut dilakukan oleh kepentingan "Islam" yang tidak spesifik.

Kelompok itu juga memasang iklan satu halaman penuh pada hari Rabu yang menyatakan niatnya untuk memperingatkan penduduk Nashville mengenai acara yang akan diadakan bulan depan, "sehingga mereka dapat membuat keputusan secara cerdas" tulis iklan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu sore, surat kabar Tennessean mengatakan bahwa iklan itu melanggar standar iklan surat kabar yang melarang pidato kebencian.

Wakil presiden dan editor Michael Anastasi mengatakan redaksi dan departemen penjualan surat kabar itu beroperasi secara independen.

"Jelas ada gangguan dalam prosesnya yang membutuhkan pengawasan cermat terhadap konten iklan," kata Anastasi dikutip dari The Guardian.

"Iklan itu mengerikan dan sama sekali tidak dapat dipertahankan dalam segala situasi. Itu salah, titik, dan seharusnya tidak pernah dipublikasikan. Itu telah melukai anggota komunitas kami dan karyawan kami sendiri dan itu membuat saya sangat sedih. Itu tidak konsisten dengan semua yang dimiliki oleh Tennessean sebagai sebuah institusi." jelasnya.

baca juga

Surat kabar Tennesean telah memerintahkan departemen sales untuk menghapus iklan tersebut pada edisi mendatang.

Juru bicara Dewan Hubungan Islam-Amerika (CIAR), Ibrahim Hooper mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menghargai penarikan iklan "Islamofobia" dan dilakukan penyelidikan.

"Kami juga akan mendesak Tennessean untuk menerapkan kebijakan yang diperbarui dan memberikan pelatihan kepada staf agar kejadian serupa tidak terulang kembali. CIAR bersedia menawarkan pelatihan itu." jelas CIAR dalam sebuah pernyataan.

Belum diketahui nominal harga untuk iklan yang dipasang oleh Future for America tersebut.

The Guardian mencoba menghubungi Future for America yang berbasis di Bonnerdale, Arkansas namun belum ada balasan.

Pada website resminya, kelompok tersebut memperingatkan bahwa nubuat akhir zaman sudah ada di depan mata.

Terry Heaton, seorang penulis dan pensiunan eksekutif berita televisi, mengatakan klaim iklan itu tidak didukung dalam Alkitab.

"Gagasan ini telah diperdebatkan di kalangan gereja, dan ada banyak catatan sejarah dari orang-orang yang berteriak bahwa 'akhir sudah dekat'," kata Heaton.

"Jelas, tidak ada yang akurat, jadi saya pikir aman untuk mengatakan ini omong kosong."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Istri ke-65, Kisah Perempuan Terjebak Sekte Seks dan Dicuci Otaknya

Jadi Istri ke-65, Kisah Perempuan Terjebak Sekte Seks dan Dicuci Otaknya

News | Senin, 22 Juni 2020 | 13:08 WIB

Viral Perempuan Berhijab 'Digerayangi' Petugas Bandara, Publik Murka

Viral Perempuan Berhijab 'Digerayangi' Petugas Bandara, Publik Murka

News | Senin, 22 Juni 2020 | 11:31 WIB

Biar Tak Ada Kasus Tambahan, Donald Trump Minta Tes Covid-19 Diperlambat

Biar Tak Ada Kasus Tambahan, Donald Trump Minta Tes Covid-19 Diperlambat

Health | Senin, 22 Juni 2020 | 06:05 WIB

Terkini

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

×