Penerima PKH di Palu Mundur, Warga: Kalau Bisa, Bantu Saja Dengan Beras

Chandra Iswinarno | Suara.com

Selasa, 23 Juni 2020 | 00:50 WIB
Penerima PKH di Palu Mundur, Warga: Kalau Bisa, Bantu Saja Dengan Beras
Penerima PKH di Palu. [Antara]

Suara.com - Merasa sudah bisa hidup mandiri, sejumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Palu memilih mundur. Meski begitu, mereka berharap jatah mereka dialihkan ke masyarakat yang sangat membutuhkan.

Seorang warga yang memutuskan mengakhir menerima PKH, Siti Aisyah mengakui, program tersebut sangat membantunya sebelum masa Pandemi Covid-19.

"Terakhir saya terima PKH itu sebelum corona (COVID-19), dan sampai sekarang tidak ada lagi dan saya minta mundur dari daftar penerima manfaat," kata warga Kelurahan Sirandi Palu seperti dilansir Antara pada Senin (22/6/2020).

Sekali menerima dana PKH, kata Aisyah, mencapai Rp1 juta bahkan lebih. Dana yang diterima per tiga bulan itu dimanfaatkan untuk kepentingan sekolah anaknya.

"Dengan PKH itu saya merasa tertolong sekali, manfaatnya sangat besar terutama saat anak-anak saya membutuhkan biaya sekolah," katanya.

Aisyah masuk dalam daftar PKH sejak 2012 setelah dirinya menjanda. Namun setelah menikah, dirinya merasa sudah terbantu dan bisa membiayai kebutuhan hari-hari dan sekolah anak-anaknya.

"Saya minta mundur tidak terima lagi dana PKH, tetapi kalau bisa bantu saja dengan beras karena masa pandemi ini ekonomi sedang sulit," katanya.

Dirinya berharap pengunduran dirinya dari penerima manfaat PKH tersebut dapat diberikan ke warga lainnya yang betul-betul susah secara ekonomi.

"Karena saya liat ada juga sebagian yang mampu, tapi tetap terima PKH," katanya.

Sementara, penerima manfaat PKH lainnya Citra Dewi (34), yang merupakan korban gempa dan likuefaksi Balaroa, juga mundur dari penerima PKH. Dia memilih mundur dari daftar penerima PKH 2020 karena merasa sudah mampu, walaupun masih menumpang dengan orang tua.

"Setelah saya diskusi dengan suami, kami akhirnya memutuskan mundur dari program PKH karena mungkin masih ada yang lain lebih berhak menerima," katanya.

Warga Kelurahan Balaroa Palu Barat ini mengatakan meski suaminya hanya bekerja sebagai pembantu operator di kantor kelurahan tetapi merasa sudah cukup dengan gaji yang ada untuk menyekolahkan anaknya.

"Saya dan suami berpikir masih banyak korban gempa dan likuefaksi lain yang mungkin belum terima," katanya.

Seorang tim pendamping PKH, Putra mengakui sudah ada beberapa penerima manfaat yang mundur. Ia mencontohkan Siti Aisya dan Citra Dewi, seorang warga korban bencana likuefaksi Balaroa.

"Akhirnya ibu itu mundur dari keanggotaan PKH, padahal ibu itu memang layak dan masuk dalam daftar penerima manfaat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sisi Positif Pandemi Covid-19: Riset Kesehatan Berkembang Pesat

Sisi Positif Pandemi Covid-19: Riset Kesehatan Berkembang Pesat

Health | Senin, 22 Juni 2020 | 21:35 WIB

Boiyen Alami Kerugian hingga Ratusan Juta Rupiah Selama Pandemi Covid-19

Boiyen Alami Kerugian hingga Ratusan Juta Rupiah Selama Pandemi Covid-19

Video | Senin, 22 Juni 2020 | 19:30 WIB

Pendapatan Anjlok 70%, Pengusaha Kuliner: Semoga Pandemi Cepat Berlalu

Pendapatan Anjlok 70%, Pengusaha Kuliner: Semoga Pandemi Cepat Berlalu

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2020 | 18:50 WIB

Terkini

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB