Jokowi Jengkel Kementerian Biasa Saja Hadapi Corona, Kemenag Salah Satunya?

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah
Jokowi Jengkel Kementerian Biasa Saja Hadapi Corona, Kemenag Salah Satunya?
Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB Maman Imanulhaq. (Suara.com/Novian).

Maman memandang, salah satu kementerian yang dinilai bersikap normal di tengah pandemi adalah Kementerian Agama yang saat ini dipimpin Fachrul Razi.

Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq menilai salah satu penyebab kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato di sidang kabinet (18/6/2020) lantaran masih adanya sikap biasa saja dari jajaran menteri dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Maman memandang, salah satu kementerian yang dinilai bersikap normal di tengah pandemi adalah Kementerian Agama (Kemenag) yang saat ini dipimpin Fachrul Razi.

"Nah begitu pula, saya lihat koordinasi ini pun menyentuh kepada pola di mana beberapa kementerian tidak punya sense of pandemi istilah saya itu. Jadi, salah satunya Kementerian Agama," kata Maman dalam sebuah diskusi online 'Di Bawah Bayang-Bayang Ancaman Reshuffle Kabinet' pada Kamis (2/7/2020).

Menurut Maman, sikap tidak adanya perasaan terhadap pandemi ditunjukan Menag Fachrul melalu alokasi anggaran. Dia menyoroti, tidak ada anggaran khusus yang diperuntukan untuk penanganan Covid-19 di lingkup yang dibidangi Kemenag.

"Saya bilang, ketika Kementerian Agama kemarin menunjukan rancangan anggaran tidak satupun poin menunjukan bahwa kita sedang menghadapi Covid-19, perang melawan Covid-19. Yang ada anggaran biasa saja, malah penambahan Alquran lah, perbaikan gereja lah, orang gereja dan masjid sudah dikosongin kok masih ngurus yang gitu," tutur Maman.

Dia mengatakan, seharusnya Fachrul dapat menaruh perhatian kepada masyarakat yang terdampak akibat pandemi. Dalam hal ini, para ustaz, kiai, hingga habaib yang semasa pandemi tidak lagi bisa mengisi acara-acara keagaaman atau pengajian semasa pandemi Covid-19. Perhatian bisa ditujukan melalui pos anggaran yang alokasikan untuk mereka.

"Seharusnya adalah itu, ada nasib para ustaz, para kiai, para habaib yang tidak bisa untuk menyentuh masyarakat tidak boleh ikut kendurian dan sebagainya. Karena memang tidak boleh ada kerumunan," katanya.

"Dan ketika tokoh-tokoh informal seperti kiai itu tidak disentuh oleh negara, negara sebenarnya butuh pemimpin-pemimpin informal yang menyampaikan secara seriua apa yang namanya Covid-19 itu."

Untuk diketahui, Presiden Jokowi mengaku dongkol terhadap sikap sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, yang dinilai masih bersikap biasa-biasa saja dalam menghadapi situasi krisis akibat Pandemi Covid-19. Menurut Jokowi, sikap biasa-biasa saja para menteri tampak dari kebijakan-kebijakan kementerian yang dinilai lamban.

Kekesalan Jokowi itupun disampaikan langsung di depan jajaran pembantunya dalam sidang paripurna kabinet pada (18/6/2020) lalu. Ia sekaligus menanyakan apakah para menteri masih memiliki perasaan terhadap rakyat atau tidak.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS