Jokowi Jengkel Kementerian Biasa Saja Hadapi Corona, Kemenag Salah Satunya?

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Kamis, 02 Juli 2020 | 20:41 WIB
Jokowi Jengkel Kementerian Biasa Saja Hadapi Corona, Kemenag Salah Satunya?
Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB Maman Imanulhaq. (Suara.com/Novian).

Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq menilai salah satu penyebab kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato di sidang kabinet (18/6/2020) lantaran masih adanya sikap biasa saja dari jajaran menteri dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Maman memandang, salah satu kementerian yang dinilai bersikap normal di tengah pandemi adalah Kementerian Agama (Kemenag) yang saat ini dipimpin Fachrul Razi.

"Nah begitu pula, saya lihat koordinasi ini pun menyentuh kepada pola di mana beberapa kementerian tidak punya sense of pandemi istilah saya itu. Jadi, salah satunya Kementerian Agama," kata Maman dalam sebuah diskusi online 'Di Bawah Bayang-Bayang Ancaman Reshuffle Kabinet' pada Kamis (2/7/2020).

Menurut Maman, sikap tidak adanya perasaan terhadap pandemi ditunjukan Menag Fachrul melalu alokasi anggaran. Dia menyoroti, tidak ada anggaran khusus yang diperuntukan untuk penanganan Covid-19 di lingkup yang dibidangi Kemenag.

"Saya bilang, ketika Kementerian Agama kemarin menunjukan rancangan anggaran tidak satupun poin menunjukan bahwa kita sedang menghadapi Covid-19, perang melawan Covid-19. Yang ada anggaran biasa saja, malah penambahan Alquran lah, perbaikan gereja lah, orang gereja dan masjid sudah dikosongin kok masih ngurus yang gitu," tutur Maman.

Dia mengatakan, seharusnya Fachrul dapat menaruh perhatian kepada masyarakat yang terdampak akibat pandemi. Dalam hal ini, para ustaz, kiai, hingga habaib yang semasa pandemi tidak lagi bisa mengisi acara-acara keagaaman atau pengajian semasa pandemi Covid-19. Perhatian bisa ditujukan melalui pos anggaran yang alokasikan untuk mereka.

"Seharusnya adalah itu, ada nasib para ustaz, para kiai, para habaib yang tidak bisa untuk menyentuh masyarakat tidak boleh ikut kendurian dan sebagainya. Karena memang tidak boleh ada kerumunan," katanya.

"Dan ketika tokoh-tokoh informal seperti kiai itu tidak disentuh oleh negara, negara sebenarnya butuh pemimpin-pemimpin informal yang menyampaikan secara seriua apa yang namanya Covid-19 itu."

Untuk diketahui, Presiden Jokowi mengaku dongkol terhadap sikap sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, yang dinilai masih bersikap biasa-biasa saja dalam menghadapi situasi krisis akibat Pandemi Covid-19. Menurut Jokowi, sikap biasa-biasa saja para menteri tampak dari kebijakan-kebijakan kementerian yang dinilai lamban.

baca juga

Kekesalan Jokowi itupun disampaikan langsung di depan jajaran pembantunya dalam sidang paripurna kabinet pada (18/6/2020) lalu. Ia sekaligus menanyakan apakah para menteri masih memiliki perasaan terhadap rakyat atau tidak.

"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis," kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi kemudian meminta kepada menteri-menterinya agar memiliki satu perasaan yang sama dalam kondisi krisis kekinian. Sebab, kata dia, apabila ada satu orang yang masih merasa serta menganggap normal terhadap kondisi krisis, maka bahaya sudah mengintai.

"Kalau saya lihat bapak ibu dan saudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali. Kerja masih biasa-biasa saja. Ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, extra ordinary. Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya," tutur Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Isi Obrolan Grup WhatsApp Menteri-menteri Usai Dimarahi Jokowi

Ini Isi Obrolan Grup WhatsApp Menteri-menteri Usai Dimarahi Jokowi

News | Kamis, 02 Juli 2020 | 17:50 WIB

Video Kemarahan Jokowi Jeda 10 Hari Baru Dirilis, Moeldoko: Itu Strategi

Video Kemarahan Jokowi Jeda 10 Hari Baru Dirilis, Moeldoko: Itu Strategi

News | Kamis, 02 Juli 2020 | 13:28 WIB

Tanggapi Jokowi Marah di Sidang Kabinet, Amien Rais Ingin Ketawa

Tanggapi Jokowi Marah di Sidang Kabinet, Amien Rais Ingin Ketawa

Jogja | Kamis, 02 Juli 2020 | 13:08 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×