Tolak Bayar Pajak ke Israel, Gaji Ribuan Pegawai Palestina Dipangkas

Syaiful Rachman Suara.Com
Kamis, 02 Juli 2020 | 21:41 WIB
Tolak Bayar Pajak ke Israel, Gaji Ribuan Pegawai Palestina Dipangkas
Sejumlah pegawai departemen kesehatan Palestina menjalani tugas mereka di tengah pandemi COVID-19. [AFP]

Suara.com - Kamis (2/7/2020), Otoritas Palestina (PA) mengumumkan akan memotong gaji puluhan ribu pegawai negeri. Pemotongan gaji tersebut dilakukan setelah aksi protesnya terhadap rencana aneksasi Israel di Tepi Barat menyebabkan krisis keuangan yang semakin dalam.

Menteri Keuangan Palestina Shukri Bishara mengumumkan 132.000 pegawai Otoritas Palestina akan mengalami pemotongan gaji hingga 50 persen. Dengan ketentuan tidak melebihi batas upah minimum pekerja di negara itu yaitu sebesar 1.750 shekels (sekitar Rp7,25 juta) per bulan.

Ekonomi Palestina terpuruk akibat pandemi COVID-19. Kondisi itu kemudian diperparah dengan keputusan Otoritas Palestina yang bulan lalu menolak membayar uang pajak kepada Israel.

Sebagaimana diketahui, lebih dari separuh pemasukan Otoritas Palestina berasal dari penerimaan pajak sebanyak 190 juta dolar AS (sekitar Rp2,72 triliun) per bulan. Pajak itu dipungut dari bea masuk produk impor ke Tepi Barat dan Gaza yang dikirim lewat pelabuhan-pelabuhan di Israel.

Menteri Keuangan Palestina Shukri Bishara. [AFP]
Menteri Keuangan Palestina Shukri Bishara. [AFP]

"Penolakan terhadap uang pajak dan penurunan pendapatan secara umum menyebabkan pemasukan menurun sampai 80 persen," kata Menteri Keuangan Palestina Shukri Bishara seperti dikutip Antara dari Reuters.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya berencana membawa isu aneksasi untuk dibahas bersama kabinetnya pada 1 Juli. Namun, rencana yang sudah digembar-gemborkan sejak awal merebaknya pandemi itu terpaksa ditangguhkan.

PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (AFP)
PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (AFP)

Salah satu alasannya, Israel masih menunggu lampu hijau atau dukungan dari Amerika Serikat atas rencana pencaplokan 30 persen wilayah Tepi Barat.

Lewat aneksasi, Netanyahu ingin memperluas kedaulatan Israel di Tepi Barat dengan membangun permukiman Yahudi dan menguasai lembah Yordania.

Baca Juga: Kecam Aneksasi Israel, Boris Johnson: Jangan Caplok Wilayah Tepi Barat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI