Rusuh dan Bakar Kendaraan Wakapolres Madina, 13 Terduga Pelaku Ditangkap

Dwi Bowo Raharjo
Rusuh dan Bakar Kendaraan Wakapolres Madina, 13 Terduga Pelaku Ditangkap
Polisi luka-luka saat rusuh dana BLT di Madina Sumatera Utara. (Antara)

Awalnya warga melakukan unjuk rasa menuntut pemberhentian kepala desa karena tidak transparannya pembagian BLT.

Suara.com - Tim gabungan kembali menangkap terduga pelaku kerusuhan di Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dua orang yang baru ditangkap pada Sabtu sore (4/7/2020) berinisial A alias Ipin (38) dan M (26).

“Ada dua orang yang terduga pelaku perusuhan kembali ditangkap,” kata Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol Abu Bakar Tertusi melalui Komandan Batalyon (Danyon) C Kompol Buala Zega, seperti diberitakan Kabarmedan.com - jaringan Suara.com, Minggu (5/7/2020).

Selanjutnya, kedua orang yang ditangkap dibawa ke Polres Madina guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Hingga saat ini personel Brimob Polda Sumut masih bersiaga,” jelasnya.

Diketahui, hingga saat ini pihak kepolisian baik dari Polres Madina, Sat Brimob Polda Sumut telah mengamankan sebanyak 13 orang terduga pelaku kerusuhan menuntut Kepala Desa setempat untuk mundur dari jabatannya.

Sebelumnya kerusuhan terjadi di Desa Mompang Julu pada Senin (29/6/2020). Awalnya warga melakukan unjuk rasa menuntut pemberhentian kepala desa karena tidak transparannya pembagian BLT dan penggunaan dana desa dengan pemlokiran Jalinsum.

Aksi unjuk rasa itu berujung pada tindakan anarkistis. Massa membakar sepeda motor dan mobil, termasuk kendaraan dinas Wakapolres Madina. Enam polisi juga terluka akibat lemparan.

Kerusuhan mereda setelah kepala desa berinisial HH membuat surat pengunduran diri pada Selasa (30/6). Pemblokiran jalan dibuka kembali.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS