Pantau Aksi Ganyang Komunis, KPAI: 20 Persen Peserta Anak-anak

Dwi Bowo Raharjo

Minggu, 05 Juli 2020 | 16:33 WIB
Pantau Aksi Ganyang Komunis, KPAI: 20 Persen Peserta Anak-anak
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memantau langsung Aksi Ganyang Komunis yang brlangsung di Jakarta dan Tangerang. Hasilnya. aksi tersebut juga melibatkan anak-anak. (Foto dok KPAI)

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memantau langsung Aksi Ganyang Komunis yang brlangsung di Jakarta dan Tangerang. Hasilnya. aksi tersebut juga melibatkan anak-anak.

Komisioner KPAI bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak Jasra Putra mengatakan dari ribuan massa yang hadir 20 persen diantarnya adalah masih anak-anak.

"15 sampai 20 persen peserta apel akbar adalah anak anak. Artinya sudah kesekian kali anak anak terlibat aksi tanpa sangsi yang tegas," ujar Jasra kepada Suara.com.

Jasra menuturkan, berdasarkan pantauan di lapangan nampak mulai dari bayi, anak, remaja terlibat dalam aksi tersebut. KPAI menyayangkan keberadaan panitia, orator dan tokoh acara yang berada dalam keteduhan panggung dan anak anak dalam terik panas.

"Situasi PSBB DKI Jakarta yang harusnya dapat berjaga jarak juga tidak bisa dipatuhi peserta aksi," katanya.

Data anak yang positif Covid 19 per 16 Juni 2020 kata Jasra, telah mencapai 3.155 anak dengan rincian anak umur 0 sampai dengan 5 tahun 888 anak dan 6 s.d. 17 tahun 2.267 anak.

"Pemandangan dilapangan juga memperlihatkan ada orang tua yang bermasker dan tidak. Begitupun balita ada yang bermasker dan tidak," katanya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memantau langsung Aksi Ganyang Komunis yang brlangsung di Jakarta dan Tangerang. Hasilnya. aksi tersebut juga melibatkan anak-anak. (Foto dok KPAI)
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memantau langsung Aksi Ganyang Komunis yang brlangsung di Jakarta dan Tangerang. Hasilnya. aksi tersebut juga melibatkan anak-anak. (Foto dok KPAI)

Lebih lanjut, dalam dialog dengan salah satu orang tua peserta aksi menganggap anaknya tidak akan tertular Covid karena sudah memakai masker dan membawa hand sanytizer.

Menurutnya, dalam aksi massa ujaran perkataan perkataan keras terlontar bahkan mengarah kepada kebencian sesama. Hal tersebut disebutnya akan memberi dampak buruk kepada perkembangan jiwa anak anak ke depan.

baca juga

"Apalagi kalau terus tumbuh subur di komunitasnya atau aksi aksi berikutnya. Tanpa penjelasan dan pendampingan," katanya.

"Seperti (kata) kata menghalalkan sembelih orang, sembelih komunis, menjadi kata terbanyak yang disampaikan pada aksi tersebut. Sehingga paparan kekerasan dalam bentuk verbal tak terhindarkan di telan anak mentah mentah," lajutnya.

Tak hanya itu, ia juga melihat banyak anak kecil yang tetap bermain di tengah aksi tersebut. Sehingga, mereka sama sekali tidak terfokus ke aksi siang itu.

Pada aksi persaudaraan alumni 212 sebelumnya anak-anak juga ada yang merokok dan berbagi hisapan rokok dengan anak anak disekitarnya. Hal tersebut juga terlihat pada aksi ini.

"Kejadian yang sama dalam aksi saat ini anak-anak juga merokok dan berbagi hisapan," katanya.

Sejumlah massa dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan Islam menggelar 'Apel Siaga Ganyang Komunis' di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah massa dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan Islam menggelar 'Apel Siaga Ganyang Komunis' di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

KPAI kata dia, juga menyayangkan Persaudaraan Alumni 212 masih terus membiarkan anak anak terlibat dalam aksi mereka. Seraya berharap para penegak aturan perlindungan anak dapat memberi sanksi tegas, agar dampak resiko, ancaman jiwa masa depan anak anak Indonesia dapat di selamatkan sejak dini.

"KPAI meminta anak anak tidak terus menerus diikutkan aksi massa, unjuk rasa dan kampanye politik, karena pengalaman buruk yang seharusnya tidak boleh diulang bangsa ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Massa PA 212 Gelar Apel Siaga Ganyang Komunis

Aksi Massa PA 212 Gelar Apel Siaga Ganyang Komunis

Foto | Minggu, 05 Juli 2020 | 16:30 WIB

MUI DKI: 80 Persen Umat Islam Akan Turun ke Jalan Jika RUU HIP Dilanjutkan

MUI DKI: 80 Persen Umat Islam Akan Turun ke Jalan Jika RUU HIP Dilanjutkan

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 16:04 WIB

Anggap DPR Abai, Massa Tolak RUU HIP Bakar Simbol PKI di Sumut

Anggap DPR Abai, Massa Tolak RUU HIP Bakar Simbol PKI di Sumut

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 15:31 WIB

Bentuk Pasukan ANAK NKRI, Berbagai Ormas Buat Ikrar Anti Komunis

Bentuk Pasukan ANAK NKRI, Berbagai Ormas Buat Ikrar Anti Komunis

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 14:55 WIB

Gelar Apel Ganyang Komunis, Massa Berkerumun di Tengah Corona

Gelar Apel Ganyang Komunis, Massa Berkerumun di Tengah Corona

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 14:55 WIB

Panglima FPI: Apel Siaga Ganyang Komunis akan Diikuti Ribuan Orang

Panglima FPI: Apel Siaga Ganyang Komunis akan Diikuti Ribuan Orang

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 08:43 WIB

Terkini

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

9 Sabun Cuci Muka untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Kulit Cerah dan Kencang

9 Sabun Cuci Muka untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Kulit Cerah dan Kencang

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:45 WIB

Amnesty Desak Pemerintah Bentuk Komite Independen Usut Skandal Penyadapan

Amnesty Desak Pemerintah Bentuk Komite Independen Usut Skandal Penyadapan

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:36 WIB

Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan dengan Prabowo, Ada Seskab Teddy di Istana Merdeka

Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan dengan Prabowo, Ada Seskab Teddy di Istana Merdeka

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:31 WIB

Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa

Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 20:26 WIB

Daftar Nama Kereta Api yang Tidak Jadi Diganti PT KAI Usai Tuai Protes

Daftar Nama Kereta Api yang Tidak Jadi Diganti PT KAI Usai Tuai Protes

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:23 WIB

Pemilik Kebun Sawit Eks Torganda Surati DPR-Komnas HAM: Kami Minta Hak-hak Masyarakat Dikembalikan

Pemilik Kebun Sawit Eks Torganda Surati DPR-Komnas HAM: Kami Minta Hak-hak Masyarakat Dikembalikan

Sumut | Rabu, 04 November 2026 | 20:22 WIB

Trend Renting Generation: Gaya Hidup Serba Nyewa, Solusi atau Jebakan?

Trend Renting Generation: Gaya Hidup Serba Nyewa, Solusi atau Jebakan?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 20:15 WIB

4 Lip Balm Rasa Cokelat untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah

4 Lip Balm Rasa Cokelat untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:10 WIB

×