Jokowi Disebut Pemimpin Lemah karena Marah, KSP Bilang Begini

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh
Jokowi Disebut Pemimpin Lemah karena Marah, KSP Bilang Begini
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pasar Pelayanan Publik di Banyuwangi, Kamis (25/6/2020). (Foto dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi menginginkan agar para kabinetnya untuk meningkatkan kinerjanya di tengah pandemi Covid-19.

Suara.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian menilai kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para menterinya pada sidang kabinet 18 Juni 2020 lalu merupakan bentuk ketegasan seorang pemimpin.

Jokowi menginginkan agar para kabinetnya untuk meningkatkan kinerjanya di tengah pandemi Covid-19.

"Justru sebaliknya ini menunjukkan ketegasan presiden, presiden melihat bahwa kinerja kabinetnya masih perlu ditingkatkan lagi," ujar Donny saat dihubungi Suara.com, Selasa (7/7/2020).

Pernyataan Donny menjawab pernyataan Director Center for Media and Democracy LP3ES Wijayanto yang menyebut kemarahan Jokowi di depan menterinya menunjukkan kekuasaan politiknya yang semakin melemah.

Menurut Donny, kemarahan Jokowi bentuk ketegasan Jokowi sebagai pemimpin yang tegas dan memiliki keberanian di saat krisis akibat pandemi Covid-19.

"Justru disitu lah kelihatan bahwa kepempinan dalam memimpin negara di saat krisis terlihat nyata ketegasan beliau kepemimpinan ketegasan, keberanian, itu kelihatan disitu justru," ucap Donny.

Ia menegaskan justru kemarahan Jokowi memperlihatkan bahwa Jokowi memberi peringatan keras kepada para menterinya untuk bekerja lebih keras menangani Covid-19.

"Jadi nilai-nilai kepemiminan beliau kelihatan ketika beliau memperingatkan kabinetnya untuk bekerja lebih keras," katanya.

Sebelumnya, Director Center for Media and Democracy LP3ES Wijayanto menilai aksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah-marah di depan menterinya menunjukkan kekuasaan politiknya yang semakin melemah. Padahal, Jokowi masih bisa menunjukkan kekuatannya tanpa harus memperlihatkan emosinya secara terbuka.

Wijayanto mengungkapkan, aksi marah-marah Jokowi tidak mewakili prinsip Jawa yang mengedepankan kehalusan rasa. Menurut kutipan para ahli, semakin kuat seorang manusia Jawa, maka dia akan semakin halus dalam mengolah rasanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS