Program Merdeka Belajar Nadiem Ternyata Merek Swasta, Negara Bayar Royalti?

Reza Gunadha | Stephanus Aranditio | Suara.com

Senin, 13 Juli 2020 | 19:47 WIB
Program Merdeka Belajar Nadiem Ternyata Merek Swasta, Negara Bayar Royalti?
Mendikbud Nadiem Makarim. [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Kebijakan Merdeka Belajar yang Digaungkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim, ternyata sudah terdaftar sebagai sebagai merk dagang milik PT Sekolah Cikal di Kementerian Hukum dan HAM.

Kepala Biro Kerjasama dan Humas Kemendikbud Evy Mulyani membenarkan hal tersebut.

Merdeka Belajar adalah brand yang diajukan oleh PT Sekolah Cikal sejak tahun 2018, untuk masuk dalam Pangkalan Data Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

Permohonan merek dagang itu sendiri disetujui pada 22 Mei 2020 dengan nomor pendaftaran IDM000760133.

Evy memastikan, Kemendikbud telah mendapatkan izin dari PT Sekolah Cikal untuk menggunakan Merdeka Belajar sebagai slogan pendidikan yang digaungkan Nadiem.

"Pemilik merek, dalam hal ini PT Sekolah Cikal, secara resmi dan tertulis mengizinkan penggunaan slogan Merdeka Belajar untuk dunia pendidikan tanpa memungut kompensasi apa pun," kata Evy dalam jumpa pers virtual, Senin (13/7/2020).

Evy menjelaskan, slogan Merdeka Belajar yang menjadi arah kebijakan kementerian era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim terinspirasi filosofi Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara. Merdeka Belajar telah melalui pembahasan dengan berbagai pihak dari berbagai latar belakang keilmuan mulai hukum, sosial, etika, dan aspek pendidikan lainnya.

Evy Mulyani menjelaskan, melalui Merdeka Belajar, Ki Hadjar Dewantara mengajarkan semangat dan cara mendidik anak Indonesia untuk menjadi manusia yang merdeka batinnya, merdeka pikirnya, dan merdeka raga/tenaganya. “Filosofi inilah yang menjadi akar Merdeka Belajar yang dijalankan Kemendikbud saat ini,” kata Evy.

Menurut Evy, dalam menyelenggarakan pembangunan pendidikan nasional, pemerintah melalui Kemendikbud senantiasa mengedepankan prinsip gotong royong, mulai dari perumusan hingga pelaksanaan berbagai program dan kebijakan. Peran serta berbagai pihak dalam gotong royong membangun pendidikan nasional merupakan keniscayaan dan faktor penting yang hendaknya semakin diperkuat.

Semangat Merdeka Belajar juga telah sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menciptakan ekosistem pendidikan nasional yang lebih sehat dengan menghadirkan iklim inovasi sehingga mampu menghasilkan sumberdaya manusia (SDM) unggul dan berkarakter. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia Maju yang menjadi visi Presiden.

Secara khusus, Presiden meminta Mendikbud melakukan deregulasi dan debirokratisasi di lingkungan pendidikan. Reformasi pendidikan nasional tersebut memerlukan dukungan dari berbagai pihak. “Menurut Presiden, tidak hanya dilakukan kementerian dan lembaga, reformasi pendidikan menjadi upaya bersama masyarakat, pemerintah daerah, serta kemitraan dengan swasta,” kata Evy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Ini 4 Pesan Mendikbud Nadiem Makarim

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Ini 4 Pesan Mendikbud Nadiem Makarim

Health | Senin, 13 Juli 2020 | 05:05 WIB

Mendikbud Nadiem Izinkan Sekolah Dibuka, Ini Syaratnya!

Mendikbud Nadiem Izinkan Sekolah Dibuka, Ini Syaratnya!

News | Minggu, 12 Juli 2020 | 19:34 WIB

Frustrasi, Mendikbud Nadiem Curhat Pengalaman Pertama Masuk Pemerintahan

Frustrasi, Mendikbud Nadiem Curhat Pengalaman Pertama Masuk Pemerintahan

Jogja | Minggu, 12 Juli 2020 | 19:00 WIB

Jadi Mendikbud, Nadiem Makarim Mengaku Frustasi Urus Pendidikan Indonesia

Jadi Mendikbud, Nadiem Makarim Mengaku Frustasi Urus Pendidikan Indonesia

News | Minggu, 12 Juli 2020 | 08:22 WIB

Tinjau New Normal di SMAN 4 Sukabumi, Nadiem: Ini Contoh Baik

Tinjau New Normal di SMAN 4 Sukabumi, Nadiem: Ini Contoh Baik

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 21:10 WIB

Nadiem Persilahkan Sekolah Alihkan Dana BOS untuk Keperluan New Normal

Nadiem Persilahkan Sekolah Alihkan Dana BOS untuk Keperluan New Normal

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 21:40 WIB

Ada Wacana Belajar dari Rumah Permanen, Tagar #MendikbudSalahUrus Menggema

Ada Wacana Belajar dari Rumah Permanen, Tagar #MendikbudSalahUrus Menggema

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 15:08 WIB

Terkini

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:31 WIB

Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya

Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:21 WIB

KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3

KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:15 WIB

Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang

Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:11 WIB

Gerindra Jatuhkan 'Kartu Kuning' Terakhir ke Achmad Syahri: Saya Taat dan Menyesal

Gerindra Jatuhkan 'Kartu Kuning' Terakhir ke Achmad Syahri: Saya Taat dan Menyesal

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:59 WIB

Mata Berkaca-kaca, Legislator Gerindra Jember Akui Khilaf Main Game Sambil Merokok saat Rapat

Mata Berkaca-kaca, Legislator Gerindra Jember Akui Khilaf Main Game Sambil Merokok saat Rapat

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:50 WIB

Tindak Lanjut Usai Kirab Budaya, KDM Bakal Tata Fasilitas Seni dan Budaya di Jabar

Tindak Lanjut Usai Kirab Budaya, KDM Bakal Tata Fasilitas Seni dan Budaya di Jabar

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:48 WIB

Guru Besar UMY Warning Pemerintah: Jangan Nekat Pindah ke IKN Kalau Belum Siap!

Guru Besar UMY Warning Pemerintah: Jangan Nekat Pindah ke IKN Kalau Belum Siap!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:43 WIB

Peringatan Terakhir! Gerindra Tak Segan Copot Achmad Syahri dari DPRD Jember Usai Viral Merokok

Peringatan Terakhir! Gerindra Tak Segan Copot Achmad Syahri dari DPRD Jember Usai Viral Merokok

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:38 WIB

Menakar Wacana Dedi Mulyadi: Mungkinkah Jawa Barat Hidup Tanpa Pajak Kendaraan?

Menakar Wacana Dedi Mulyadi: Mungkinkah Jawa Barat Hidup Tanpa Pajak Kendaraan?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:33 WIB