Ratusan Wanita Bangladesh jadi Pekerja Seks di Dubai, Dalangnya Bos Hotel

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 14 Juli 2020 | 16:20 WIB
Ratusan Wanita Bangladesh jadi Pekerja Seks di Dubai, Dalangnya Bos Hotel
Ilustrasi prostitusi online (Shutterstock)

Suara.com - Ratusan wanita asal Bangladesh jadi korban penipuan dan dibawa ke Dubai untuk dipekerjakan sebagai budak seks, dalang di baliknya adalah bos hotel.

Menyadur The Business Standard, Selasa (14/7/2020), ratusan wanita yang berusia antara 20-25 tahun menjadi korban penipuan dan akhirnya dipekerjakan untuk memuaskan hawa nafsu lelaki hidung belang.

Departemen Investigasi Kriminal (CID) mengungkapkan modus dari perdagangan manusia ini adalah dengan mengiming-iming bekerja di sebuah hotel di Dubai dengan gaji tinggi.

Azam Khan, yang bertindak dalang prostitusi tersebut, memiliki empat hotel di Dubai - Hotel Fortune Royal, Hotel Fortune Grand, City Tower Hotel, dan Fortune Pearl Hotel and Dance Club.

"UEA baru-baru ini mengusir Azam dari negaranya setelah menemukan kegiatan ilegal di balik bisnis hotelnya." ujar Wakil Inspektur Jenderal (Unit Kejahatan Terorganisir) Imtiaz Ahmed.

Tim CID juga menangkap dua orang lain yang terlibat dalam kasus perdagangan manusia yakni Anwar Hossain dan Al Amin yang diidentifikasi sebagai rekan Azam Khan. Namun, polisi tidak mengungkapkan tanggal dan lokasi penangkapan.

Pada konferensi pers, pejabat CID tersebut mengatakan, "UEA telah memberi tahu Kedutaan Besar Bangladesh tentang kasus perdagangan seks Azam Khan. Kemudian, kedutaan mengambil paspor dan dokumen lainnya.

"Awal tahun ini, dia dideportasi ke Bangladesh dan berusaha melarikan diri ke negara tetangga dengan mendapatkan paspor lain. Namun, CID berhasil melacaknya dan menangkapnya. Azam dan gengnya telah memperdagangkan perempuan-perempuan muda ke Dubai selama bertahun-tahun." jelas Ahmed.

Ilustrasi korban perdagangan manusia [shutterstock]
Ilustrasi korban perdagangan manusia [shutterstock]

Pihak CID juga mengungkapkan bahwa praktik prostitusi yang dilakukan oleh Azam Khan dan rekannya sudah berjalan selama 8 tahun dan menelan banyak korban.

baca juga

"Azam telah memperdagangkan lebih dari seribu perempuan dalam delapan tahun terakhir dari Bangladesh, menjanjikan mereka dengan pekerjaan dengan gaji Tk50.000 (Rp 8,6 juta) per bulan.

"Beberapa agen perjalanan, dua maskapai asing, dan lebih dari 50 broker bekerja sebagai rekanannya di Bangladesh. Azam sendiri dulu bekerja pada perdagangan manusia. Kedua saudara lelakinya juga bekerja sebagai kaki tangannya dan mereka bersembunyi di Dubai."

Awalnya Azam Khan dan rekannya menempatkan para wanita tersebut di hotel-hotelnya. Setelah bekerja selama beberapa bulan, Azam kemudian memaksa para wanita tersebut bekerja di bar dansa, dan akhirnya mereka terlibat dalam pelacuran.

"Kelompok itu menyiksa setiap perempuan korban trafiking yang menolak untuk terlibat dalam pelacuran," kata DIG Imtiaz Ahmed.

"Kami mengajukan kasus di kantor polisi Lalbagh pada 2 Juli, dan Azam Khan telah mengaku terlibat dalam perdagangan manusia." jelasnya.

"Ponsel Azam berisi rekaman suara lebih dari seratus wanita yang menangis untuk meminta kembali ke Bangladesh," tambah Imtiaz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hotel Melia Purosani Yogyakarta Siap Sambut New Normal, Ini Protokolernya

Hotel Melia Purosani Yogyakarta Siap Sambut New Normal, Ini Protokolernya

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2020 | 14:44 WIB

Ditangkap Kasus Dugaan Prostitusi, Hana Hanifah Akhirnya Dijenguk Pengacara

Ditangkap Kasus Dugaan Prostitusi, Hana Hanifah Akhirnya Dijenguk Pengacara

Entertainment | Selasa, 14 Juli 2020 | 14:18 WIB

Hana Hanifah Kena Kasus Dugaan Prostitusi, Kriss Hatta Janji Tetap Setia

Hana Hanifah Kena Kasus Dugaan Prostitusi, Kriss Hatta Janji Tetap Setia

Entertainment | Selasa, 14 Juli 2020 | 13:51 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×