Kakek Dihukum Tak Pakai Masker, Nyanyi Garuda Pancasila Malah Jadi Mars PNI

Dany Garjito, Rifan Aditya

Rabu, 15 Juli 2020 | 16:11 WIB
Kakek Dihukum Tak Pakai Masker, Nyanyi Garuda Pancasila Malah Jadi Mars PNI
Kakek Ditegur Tak Pakai Masker, Nyanyi Garuda Pancasila Malah Jadi Mars PNI (Twitter)

Suara.com - Seorang kakek ditegur oleh anggota polisi karena tidak memakai masker. Ia lalu mendapat hukuman untuk menyanyikan lagu nasional Garuda Pancasila.

Namun di tengah-tengah menyanyi lagu Garuda Pancasila, si kakek justru melantunkan lagu mars sebuah partai. Kejadian lucu ini terekam kamera dan videonya viral di media sosial.

Seperti dalam unggahan akun Twitter @NUgarislucu, pada Senin (13/7/2020). Video dengan durasi lebih lengkap telah di-upload ke YouTube oleh kanal God is Good n Good pada hari yang sama.

Kepada polisi, si kakek mengaku tidak memakai masker karena tidak sanggup membeli masker.

Anggota polisi itu lantas berniat membelikan si kakek masker. Ia menegaskan bahwa ada orang yang tidak memakai masker akan dikenakan sanksi.

"Ya kalau dibelikan, oke-oke saja pak," kata si kakek.

Polisi itu kemudian menyuruh si kakek untuk menyanyikan lagu Garuda Pancasila sebagai hukumannya. Si kakek mengaku bisa bernyanyi lagu itu namun hal kocak terjadi.

Si Kakek pun bernyanyi dengan lantang, "Garuda Pancasila, akulah pandukamu, di dalam satu barisan, anti kemiskinan, bersama PNI, bersama PNI, itulah partai yang sejati."

Gara-gara aksi si kakek, orang di sekitar sontak tertawa. Polisi langsung menghentikan nyanyian si kakek karena liriknya salah.

baca juga

Polisi itu kemudian mengganti hukuman. Ia meminta pria tua itu untuk mengucapkan Pancasila.

Lagi-lagi si kakek mengaku kalau dirinya hafal setiap sila dalam Pancasila.

Namun nyatanya, si kakek tidak dapat menyebutkan sila kedua hingga kelima Pancasila dengan benar. Polisi kembali menegurnya bahwa itu salah.

Kakek Ditegur Tak Pakai Masker, Nyanyi Garuda Pancasila Malah Jadi Mars PNI (Twitter)
Kakek Ditegur Tak Pakai Masker, Nyanyi Garuda Pancasila Malah Jadi Mars PNI (Twitter)

Si kakek kemudian diajak ke arah pertokoan untuk membeli masker. Polisi itu berpesan kepada si kakek agar maskernya selalu dipakai.

Tapi tak berapa lama kemudian, si kakek mengeluh tidak bisa merokok gara-gara mulutnya tertutup masker.

"Gak bisa rokokan, Pak. Tak buka saja," ujar si kakek yang disambut tertawa banyak orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral, Video TikTok Hana Hanifah Sentil Fakboy Tak Berduit

Viral, Video TikTok Hana Hanifah Sentil Fakboy Tak Berduit

Entertainment | Rabu, 15 Juli 2020 | 14:47 WIB

Sarpan Bonyok Disiksa Polisi, Komnas HAM Minta Kapolda Sumut Ganti Rugi

Sarpan Bonyok Disiksa Polisi, Komnas HAM Minta Kapolda Sumut Ganti Rugi

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 13:04 WIB

Bantu Pengendara yang Kehabisan Bensin, Aksi Polisi di Jogja Ini Viral

Bantu Pengendara yang Kehabisan Bensin, Aksi Polisi di Jogja Ini Viral

Jawa Tengah | Rabu, 15 Juli 2020 | 13:30 WIB

Terkini

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara

Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:29 WIB

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:17 WIB

ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs

ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:26 WIB

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:13 WIB

×