alexametrics

Demo Penolakan Omnibus Law di Makassar Berakhir Rusuh

Pebriansyah Ariefana
Demo Penolakan Omnibus Law di Makassar Berakhir Rusuh
Ilustrasi demo tolak Omnibus Law. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Setelah itu massa membakar ban dan polisi menembakkan gas air mata.

Suara.com - Demonstrasi penolakan RUU Omnibus Law dan RUU Cipta Kerja di Kota Makassar berakhir rusuh. Demo tersebut dilakukan di Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Kota Makassar, Kamis (16/7/2020) sore.

Ricuh itu berawal saat mahasiswa yang berdemo dan polisi bersitegang di depan DPRD Sulawesi Selatan. Setelah itu massa membakar ban dan polisi menembakkan gas air mata.

Sejumlah orang ditangkap dalam demo tersebut. Namun belum diketahui status dari mereka mahasiswa atau pendemo non mahasiswa.

Dalam poster yang mereka bawa, para mahasiswa banyak membawa poster bertuliskan "tolak omnibus law", "Indonesia krisis kepedunian rakyat".

Baca Juga: Aksi Tolak Omnibus Law di Gresik Berujung Bentrok

Akibar demo rusuh itu Jalan Urip Sumoharjo macet total.

Di Gresik, Jawa Timur juga rusuh

Ratusan mahasiswa yang melakukan aksi penolakan Omnibus Law di Kabupaten Gresik berujung bentrok dengan aparat kepolisian, Kamis (16/7/2020).

Satu peserta aksi sempat diamankan oleh aparat meski kemudian dilepaskan kembali.

Pantauan kontributor Suara.com, mahasiswa dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Gresik semula melakukan aksi damai.

Baca Juga: Banjir Bandang Luwu Utara, Mahasiswa Bertahan Hidup dengan Mie Instan

Bahkan Wakil Bupati Gresik Moh Qosim sempat menemui pendemo.

Komentar