Mardani PKS Nasihati Gibran: Perlu Rintis Karier Politik dari Bawah

Rendy Adrikni Sadikin, Ruhaeni Intan

Jum'at, 17 Juli 2020 | 18:31 WIB
Mardani PKS Nasihati Gibran: Perlu Rintis Karier Politik dari Bawah
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. [Suara.com/Yosea Arga P]

Suara.com - Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyindir pencalonan Gibran Rakabuming Raka yang akan maju dalam Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Solo pada tahun ini.

Menurut Mardani, politikus muda seharusnya mau meniti karier politik dari bawah, tidak langsung berada di posisi atas agar kelak lebih tangguh dalam memimpin.

"Anak muda memang perlu diberi kesempatan dalam politik, tetapi perlu merintis karier politiknya dari bawah," tulis @MardaniAliSera via Twitter.

Di mata Mardani, tanpa proses yang alami maka keterampilan memimpin yang dimiliki politisi muda tak bisa terasah dengan maksimal. Ia menilai hal ini penting untuk diperhatikan, terutama sebagai upaya kaderisasi.

"Tanpa proses yang alami, kapasitas dan keterampilan memimpin tidak terasah dengan tajam. Fenomena ini sekaligus menunjukkan pentingnya kaderisasi di dalam partai politik," lanjutnya.

Cuitan Mardani Ali Sera soal pencalonan Gibran (Twitter).
Cuitan Mardani Ali Sera soal pencalonan Gibran (Twitter).

Gibran disebut-sebut akan maju dalam Pilwalkot Solo 2020 setelah dipinang oleh Partai PDIP. Ia mendapat undangan untuk menghadiri pengumuman rekomendasi PDIP di Pilkada Serentak 2020. Ia diprediksi akan maju sebagai kandidat calon Walikota Solo bersama Teguh Prakosa.

Kabar ini pun sempat menuai kontroversi di berbagai kalangan termasuk warganet. Mereka pun menuliskan beragam komentar terkait pencalonan Gibran dalam Pilwalkot 2020. 

"Sepakat. Tanpa mengurangi rasa hormat pada First Family of Indonesia, kebiasaan maju politik berbekal popularitas (siapapun mereka) seperti tidak menghargai orang lain yang merintis dari bawah, yang pelan-pelan memupuk pengalaman organisasi, mental juang dan relasi dengan masyarakat," kata @rezanorman membalas cuitan @mardaniAliSera. 

"Sementara ini memang tak ada aturan yang ditabrak, oke-oke saja. Dalam banyak hal, yang sering kita lupakan adalah masalah etika. Etika berpolitik juga amat penting. Etika jauh di atas hal-hal yang orang-orang gaungkan. Pendidikan politik yang mahal dan sulit diterapkan," kata @Agust_ara. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpilih Jadi Calon Wali Kota Solo, Gibran: Jangan Mikir Politik Saja

Terpilih Jadi Calon Wali Kota Solo, Gibran: Jangan Mikir Politik Saja

Jawa Tengah | Jum'at, 17 Juli 2020 | 18:06 WIB

Gibran Maju Jadi Cawalkot, Ernest Prakasa: Ikut Pilkada itu Hak, Tapi...

Gibran Maju Jadi Cawalkot, Ernest Prakasa: Ikut Pilkada itu Hak, Tapi...

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 18:23 WIB

Gibran Sebut Punya Chemistry dengan Teguh Prakosa

Gibran Sebut Punya Chemistry dengan Teguh Prakosa

Video | Jum'at, 17 Juli 2020 | 17:20 WIB

Anak Presiden Dapat Rekom Maju Cawali, Pengamat Sebut Pilkada Solo Selesai

Anak Presiden Dapat Rekom Maju Cawali, Pengamat Sebut Pilkada Solo Selesai

Jawa Tengah | Jum'at, 17 Juli 2020 | 16:37 WIB

Jadi Cawalkot Solo, PDIP Minta Gibran Sekolah Lagi

Jadi Cawalkot Solo, PDIP Minta Gibran Sekolah Lagi

Jawa Tengah | Jum'at, 17 Juli 2020 | 16:13 WIB

Selain Gibran, Ini 44 Paslon yang Diusung PDI Perjuangan untuk Pilkada 2020

Selain Gibran, Ini 44 Paslon yang Diusung PDI Perjuangan untuk Pilkada 2020

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 16:01 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×