Viral Polisi Berpesan ke Pesepeda Langgar Aturan: Kamu Sehat Kita Jantungan

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Sabtu, 18 Juli 2020 | 10:22 WIB
Viral Polisi Berpesan ke Pesepeda Langgar Aturan: Kamu Sehat Kita Jantungan
Warga menggunakan sepeda melintas di lajur khusus sepeda Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (1/7). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Video seorang polisi memberikan pesan kepada para pesepeda yang sering melanggar aturan lalu lintas viral di media sosial. Polisi ini memberikan sindiran kepada para pesepeda yang enggan mematuhi lalu lintas.

Belakangan kegiatan bersepeda keliling kota menjadi kegiatan yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Namun tak sedikit pesepeda yang mengabaikan aturan lalu lintas hingga mengakibatkan kecelakaan.

Seorang polisi berpangkat Bripka membuat video berisi pesan dengan cara yang santai kepada para pesepeda yang sering melanggar aturan lalu lintas. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @energisolo.

Dalam video tersebut, si polisi memberikan hak sepenuhnya kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan bersepeda. Namun, ia memberikan peringatan kepada masyarakat yang hendak bersepeda dengan cara yang cukup unik.

"Satu pesanku: kalau misalnya kamu beli sepeda, tolong beli juga otak! Banyak pengendara sepeda yang langgar aturan," kata si polisi seperti dikutip Suara.com, Sabtu (18/7/2020).

Imbauan polisi ke pesepeda langgar aturan lalu lintas (Instagram/energisolo)
Imbauan polisi ke pesepeda langgar aturan lalu lintas (Instagram/energisolo)

Polisi ini mencontohkan aksi pesepeda melanggar aturan lalu lintas, salah satunya adalah pesepeda nekat menerobos lampu merah. Padahal, seharusnya pesepeda memiliki kewajiban yang sama dengan pengendara lainnya, berhenti saat lampu merah menyala.

"Memangnya kalian bawa mayat? Kalau misalnya terjadi kecelakaan yang terlipat bukan sepedamu saja bos, kepalamu juga terlipat," sindir si polisi.

Si polisi juga mengingatkan para pesepeda agar menjaaga jarak antar pesepeda lainnya dan tidak membuat deretan yang terlalu banyak. Sebab, hal itu akan mengganggu pengguna jalan lainnya.

Dengan gayanya yang santai, polisi ini menyebut aksi para pesepeda yang tak mematuhi aturan membuat para pengguna jalan lainnya 'jantungan'.

"Ini namanya kamu yang sehat kita yang jantungan," ungkap si polisi.

Video tersebut mendadak viral di media sosial. Banyak warganet yang mengomentari fenomena banyaknya pesepeda melanggar aturan.

Tak sedikit pula warganet yang merespons gaya lucu si polisi dalam menyampaikan pesan untuk para pesepeda agar tetap mematuhi aturan lalu lintas.

"Hehe bagus banget imbauan pak polisi. Tapi orang sok teriak 'biarin dilihat pengendara lain bahwa sepedaku harganya selangit'. Dasar tuyul sok pamer," kata @h.ekosuprapto.

"Mantap pak dan itu kan udah dikasih jalur khusus sepeda nah kenapa gowesnya masih di jalur motor mobil," ujar @irawatipadri7188.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beredar Video Pria Berseragam Loreng Ngamuk di Kantor Polisi

Beredar Video Pria Berseragam Loreng Ngamuk di Kantor Polisi

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 22:13 WIB

Ombudsman Sebut Dwifungsi Polri Tak Pernah Dimaknai Politis

Ombudsman Sebut Dwifungsi Polri Tak Pernah Dimaknai Politis

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 21:26 WIB

Viral Video Calon Menantu Mirip Calon Mertua, Warganet: Mamanya Versi Muda

Viral Video Calon Menantu Mirip Calon Mertua, Warganet: Mamanya Versi Muda

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 23:21 WIB

Terkini

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:25 WIB

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:00 WIB

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:34 WIB

Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan

Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:29 WIB

OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa

OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:24 WIB

Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita

Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:52 WIB

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:18 WIB

Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme

Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:10 WIB

Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya

Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:02 WIB

DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030

DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030

News | Sabtu, 11 April 2026 | 12:51 WIB