Bunuh Dua Orang, Pria Jerman Anti-Yahudi Terancam Penjara Seumur Hidup

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Selasa, 21 Juli 2020 | 17:16 WIB
Bunuh Dua Orang, Pria Jerman Anti-Yahudi Terancam Penjara Seumur Hidup
Pria Jerman pengaut paham antisemit atau anti Yahudi, Stephan Balliet (28) terancam penjara seumur hidup setelah menembak mati dua orang pada Oktober 2019 lalu. [AFP]

Suara.com - Pria Jerman pengaut paham antisemit atau anti Yahudi, Stephan Balliet (28) terancam penjara seumur hidup setelah menembak mati dua orang pada Oktober 2019 lalu.

Menyadur Channel News Asia (CNA), Balliet yang mengaku anti Yahudi menjalani persidangan pada Selasa (21/7/2020) atas tindakannya membunuh dan menargetkan orang-orang Yahudi di kota Halle.

Dalam dakwaannya, Balliet ditunduh menembak mati dua orang pada Oktober setelah dia gagal memasuki sebuah sinagoge--tempat ibadah orang Yahudi--di Halle.

Jaksa penuntut mengatakan Balliet menggunakan bahan peledak dan senjata api untuk mencoba mendapatkan akses ke sinagoge.

Pada Oktober tahun lalu, Sinagoge itu diketahui dihadiri 52 orang yang tengah merayakan Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Yahudi.

Setelah gagal menembus pintu kayu sinagoge yang terkunci, ia menembak mati seorang pejalan kaki wanita dan seorang pria di sebuah toko kebab di dekatnya.

Parahnya, Balliet yang diduga memiliki masalah gangguan kepribadian, memfilmkan aksi brutalnya itu langsung lewat internet.

Sebelumnya, dia juga menerbitkan dokumen online yang menyerukan pembunuhan semua orang Yahudi.

Serangan itu mengejutkan Jerman dan menimbulkan kekhawatiran bahwa kelompok ekstrimisme sayap kanan dan kekerasan anti-Yahudi kembali bangkit usai berakhirnya era Nazi 75 tahun lalu.

baca juga

Menurut sebuah laporan di majalah Spiegel, penilaian psikologis Balliet menyimpulkan bahwa ia memiliki gangguan kepribadian yang kompleks dengan unsur autisme.

Namun, Balliet dianggap menyadari tindakannya dan tidak dibebaskan dari tanggung jawab pidana.

"Baillet menggambarkan tembakan fatal yang menembaki dua korbannya di Halle tanpa emosi dan tampak kecewa karena gagal dalam usahanya memasuki sinagoge," kata psikiater Norbert Leygraf.

Jika terbukti bersalah, Balliet bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Persidangan kasus Balliet diadakan di pengadilan distrik di Magdeburg dan dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan Oktober mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kucing Menengok Dipanggil Stardenburdenhardenbart, Memang Apa Artinya?

Kucing Menengok Dipanggil Stardenburdenhardenbart, Memang Apa Artinya?

Jogja | Jum'at, 17 Juli 2020 | 14:43 WIB

Apa Arti Kata Stardenburdenhardenbart?

Apa Arti Kata Stardenburdenhardenbart?

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2020 | 14:36 WIB

Hebat, Desa Mandiri Energi di Jerman Pasok Listrik dari Energi Alternatif

Hebat, Desa Mandiri Energi di Jerman Pasok Listrik dari Energi Alternatif

Video | Kamis, 16 Juli 2020 | 06:00 WIB

Industri Otomotif Jerman: Jalan Keluar dari Krisis  Panjang dan Berbatu

Industri Otomotif Jerman: Jalan Keluar dari Krisis Panjang dan Berbatu

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2020 | 19:00 WIB

Benderanya Dihapus dari Situs Kemenlu Jerman, Taiwan Ngamuk

Benderanya Dihapus dari Situs Kemenlu Jerman, Taiwan Ngamuk

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 13:23 WIB

Terkini

3 Mandat Baru dari Prabowo untuk OJK di Momen 17 Agustus, Apa Saja?

3 Mandat Baru dari Prabowo untuk OJK di Momen 17 Agustus, Apa Saja?

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan

Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan

Jakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:55 WIB

PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur

PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung

Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:47 WIB

Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang

Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen

Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?

Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan

Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian

Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:24 WIB

Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo

Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:21 WIB

×