AS dan Inggris Tuding Rusia Tembakkan Senjata dari Satelit Luar Angkasa

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Jum'at, 24 Juli 2020 | 13:18 WIB
AS dan Inggris Tuding Rusia Tembakkan Senjata dari Satelit Luar Angkasa
Ilustrasi luar angkasa. (Pixabay/Free-Photos)

Suara.com - Amerika Serikat dan Inggris menuduh Rusia telah melepaskan proyektil mirip senjata dari sebuah satelit di luar angkasa.

Menyadur The Guardian, Kepala Komando Luar Angkasa AS John Raymond mengatakan uji dugaan proyektil Rusia pada 15 Juli ini adalah bukti lebih lanjut dari upaya berkelanjutan untuk mengembangkan dan menguji sistem berbasis ruang angkasa.

"dan konsisten dengan doktrin militer Kremlin yang diterbitkan untuk menggunakan senjata yang menahan AS dan aset ruang angkasa dalam bahaya," ujar Raymond.

Ia menambahkan senjata itu diluncurkan dari satelit yang bermanuver dekat dengan satelit milik pemerintah AS awal tahun ini.

Kendati Rusia bersikeras kegiatan antariksanya murni untuk tujuan damai, tetapi Raymon mengatakan aktivitas pesawat ruang angkasa yang terlibat dalam peluncuran itu tidak konsisten dengan penunjukan resminya sebagai satelit inspeksi.

Dalam pernyataan resmi pada Kamis (23/07), Christopher Ford selaku Asisten Menteri Luar Negeri AS di bidang Keamanan Internasional dan Non-proliferasi, menuding Moskow bersikap munafik lantaran pernah menginginkan pengendalian senjata diperluas hingga ke luar angkasa.

Ilustrasi luar angkasa. (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi luar angkasa. (Pixabay/Free-Photos)

"Moskow ingin membatasi kemampuan Amerika Serikat, padahal tidak punya niat menghentikan program kontra-antariksanya sendiri," kata Ford, dikutip dari BBC.

Senada, pihak Inggris juga mengecam pelesatan proyektil dengan karakteristik senjata yang dilakukan Rusia.

"Kami prihatin dengan cara di mana Rusia menguji salah atu satelitnya dengan meluncurkan proyektil dengan karakteristik senjata," ujar Kepala Direktorat Ruang Angkasa Inggris, Harvey Smyth.

Menurt Harvey, tindakan semacam ini telah mengancam penggunaan ruang angkasa secara damai dan dapat memicu risiko puing-puing yang menimbulkan ancaman bagi satelit.

"Kami meminta Rusia untuk menghindari lebih lanjut," katanya.

Rusia didesak, sambung Harvey, untuk terus bekerja secara konstruktif dengan Inggris dan mitra lainnya untuk mendorong perilaku bertanggung jawab di luar angkasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengerikan, Video Detik-detik Pesepak Bola Rusia Tersambar Petir

Mengerikan, Video Detik-detik Pesepak Bola Rusia Tersambar Petir

Bola | Rabu, 22 Juli 2020 | 18:40 WIB

Waduh, Peretas Rusia Diduga Targetkan Laboratorium Vaksin Virus Corona

Waduh, Peretas Rusia Diduga Targetkan Laboratorium Vaksin Virus Corona

Tekno | Minggu, 19 Juli 2020 | 11:15 WIB

Pandemi COVID-19, Sejumlah Negara Tuduh Rusia Mencuri Informasi Vaksin

Pandemi COVID-19, Sejumlah Negara Tuduh Rusia Mencuri Informasi Vaksin

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2020 | 12:48 WIB

Terkini

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:59 WIB

Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel

Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:35 WIB

Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!

Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:31 WIB

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:07 WIB

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB