Bansos Saja Tak Cukup, Warga Ingin Kembali Bekerja untuk Penuhi Kebutuhan

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah | Suara.com

Senin, 27 Juli 2020 | 17:26 WIB
Bansos Saja Tak Cukup, Warga Ingin Kembali Bekerja untuk Penuhi Kebutuhan
Bansos virus corona (ist)

Suara.com - Banyak masyarakat yang merasa bantuan sosial yang diberikan pemerintah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Pandemi Covid-19. Kesimpulan sementara tersebut didapat dari Hasil survei yang dilakukan lembaga Cyrus Network terkait bantuan sosial selama pandemi.

Mulanya, survei dilakukan terhadap 1.230 responden untuk menanyakan apakah mereka mengetahui ada atau tidaknya bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah kepada masyarakat.

Hasilnya, sebanyak 82,8 persen responden mengatakan ada bantuan. Sementara 10,8 persen mengatakan tidak ada bantuan dan sisanya menjawab tidak tahu.

Dari jumlah 82,8 persen atau sekitar 1.019 responden kemudian ditanyakan lebih lanjut, apakah bantuan yang mereka terima dapat mencukupi kebutuhan hidup selama pandemi atau tidak.

CEO Cyrus Network Eko Dafid Afianto menjelaskan, dalam survei tersebut diketahui responden dapat memberikan jawaban lebih dari satu.

"Nah apakah bantuan sosial yang diberikan kepada warga yang terdampak Covid-19 sudah mencukupi untuk bertahan hidup selama pandemi Covid-19? (Hasilnya) 31,8 persen menjawab cukup, 65,8 persen sisanya menjawab tidak cukup. Artinya hanya 31.8 persen yang menjawab bantuan itu cukup," kata Eko dalam paparan yang disampaikan secara online, Senin (27/7/2020).

Eko menambahkan, dalam survei berikutnya, responden sekaligus ditanya bagaimana cara mereka untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari pasca pandemi lantaran bantuan sosial yang diberikan dirasa tidak cukup.

"Ini yang berkaitan dengan tadi. Apa rencana Anda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pasca pandemi? (Hasilnya) 74,6 responden menjawab tetap bekerja seperti semula. Artinya, di samping mungkin responden atau publik sudah mulai jenuh di rumah mulu, bisa jadi ini karena faktor ekonomi. Artinya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari," ujar Eko.

Sedangkan sisanya, sebanyak 21,7 persen respondne memilih membangun usaha mandiri untuk memenuhi kebutuhan. Kemudian 10,2 persen memilih bekerja paruh waktu atau serabutan, 3,5 memilih sektor digital dan sisanya 5,4 persen memilih kategori lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cyrus Network: Mayoritas Publik Setuju Sekolah Dibuka di Tengah Pandemi

Cyrus Network: Mayoritas Publik Setuju Sekolah Dibuka di Tengah Pandemi

News | Senin, 27 Juli 2020 | 15:06 WIB

Survei Sebut 40,9 Persen Warga Tak Percaya Data Corona, Ini Kata Moeldoko

Survei Sebut 40,9 Persen Warga Tak Percaya Data Corona, Ini Kata Moeldoko

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 22:44 WIB

Prabowo Menteri Berkinerja Terbaik Versi Survei, Gerindra Bersyukur

Prabowo Menteri Berkinerja Terbaik Versi Survei, Gerindra Bersyukur

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 14:09 WIB

Terkini

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB