Geger! Warga Singapura Mengaku Memata-matai AS Untuk China

Bangun Santoso

Selasa, 28 Juli 2020 | 10:50 WIB
Geger! Warga Singapura Mengaku Memata-matai AS Untuk China
Bendera China (DW Indonesia)

Suara.com - Dickson Yeo mengoperasikan jejaring spionase bisnis dan teknologi yang melibatkan sejumlah pejabat sipil dan perwira militer AS. Mereka direkrut karena memiliki akses keamanan tingkat tinggi, dan punya masalah keuanganSeorang warga Singapura mengaku bersalah mengumpulkan informasi rahasia untuk dinas rahasia Cina, tulis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat.

Dia dilaporkan menggunakan lembaga konsultan politik miliknya untuk memata-matai AS. Jun Wei Yeo atau juga dikenal dengan nama Dickson Yeo, didakwa beroperasi secara ilegal sebagai agen negara asing.

Dalam pengakuannya, dia memastikan bekerja antara 2015 dan 2019 untuk dinas rahasia Cina. Tugasnya adalah “menemukan dan membantu warga Amerika yang memiliki akses terhadap informasi rahasia yang berharga, termasuk pegawai militer dan pemerintahan yang memiliki akses keamanan tingkat tinggi.”

Pengadilan mengungkap, Yeo membayar orang yang dijadikan sasaran untuk menulis kajian ilmiah untuk klien di Asia, namun mengirimkannya ke pemerintah Cina.

Awan gelap antara Amerika dan Cina Pengakuan Yeo dipublikasi di tengah eskalasi konflik AS dan Cina, di mana AS memerintahkan penutupan kantor konsuler Cina di Houston lantaran diaggap menjadi pusat spionase bisnis dan teknologi.

Baru-baru ini Washington juga mengumumkan penangkapan empat ilmuwan Cina atas dakwaan berbohong dalam permohonan visa ihwal afiliasi dengan Partai Komunis Cina. Serangan AS terhadap Cina meningkat dalam beberapa pekan terakhir, antara lain lewat isu Xinjiang dan Laut Cina Selatan.

Jumat (24/7) pekan lalu Cina membalas dengan menutup kantor konsuler AS di Chengdu. Kementerian Luar Negeri berdalih sejumlah pegawai kedutaan “terlibat dalam aktivitas di luar kapasitasnya, mencampuri urusan internal Cina dan membahayakan keamanan serta kepentingan Cina,” kata Jurubicara Kemenlu, Wang Wenbin.

Wilayah kerja perwakilan AS di Chengdu mencakup barat daya Cina, termasuk Tibet. Pada senin (27/7), pemerintah Cina dilaporkan mengambilalih gedung bekas kantor konsuler AS tersebut.

Pejabat pemerintah terlihat memasuki gedung dengan membawa tim pembersih yang dilengkapi desinfektan. Mereka memindahkan semua ornamen milik pemerintah Amerika Serikat. Di luar gedung seratusan warga berkumpul, seorang di antaranya meneriakkan yel “hidup Partai Komunis Cina!”, lapor kantor berita AFP.

baca juga

Spionase bisnis dan teknologi Dalam “pernyataan fakta” yang ditandatangani Yeo, dia mengakui secara sadar bekerjasama dengan dinas rahasia Cina, bertemu belasan agen dan mendapat perlakuan istimewa ketika berpergian di Cina.

Dia direkrut ketika bekerja sebagai akademisi di National University, Singapura, di mana dia meneliti tentang proyek jalur sutra Cina, Belt and Road Initative. Di laman profilnya di LinkedIn, Yeo menulis bekerja sebagai analis risiko politik yang fokus pada Cina dan kawasan ASEAN.

Dia “menjembatani Amerika Utara dengan Beijing, Tokyo dan Asia Tenggara.” Dokumen pengadilan mencatat Yeo diperintahkan Cina untuk membuka layanan konsultan politik palsu untuk menawarkan pekerjaan menulis kajian ilmiah politik dan keamanan bergaji besar.

Hasilnya, dia menerima 400 lamaran kerja, 90% di antaranya pegawai militer atau pejabat pemerintah. Yeo lalu menyerahkan semua dokumen lamaran kepada dinas rahasia Cina, beserta daftar riwayat hidup masing-masing pelamar. Dia mengaku membidik sasaran yang mengalami masalah keuangan.

Hasilnya, sang konsultan membangun jejaring informan yang antara lain terdiri atas seorang pegawai sipil yang bekerja untuk proyek pesawat pembom F-35B, seorang perwira militer Pentagon yang pernah bekerja di Afghanistan dan seorang pejabat Kementerian Luar Negeri.

Mereka mendapat imbalan sebesar USD 2.000 atau sekitar Rp 29 juta untuk setiap tulisan. Dia “memanfaatkan situs jejaring karir dan lembaga konsultan palsu untuk menggoda warga Amerika demi kepentingan pemerintah Cina,” kata Asisten Jaksa Agung AS, John Demers. “Ini adalah contoh lain bagaimana pemerintah Cina mengeksploitasi keterbukaan masyarakat Amerika,” imbuhnya.

Sumber: DW Indonesia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tumpahkan Hand Sanitizer ke Lantai, Pria Ini Didenda Rp 42 Juta

Tumpahkan Hand Sanitizer ke Lantai, Pria Ini Didenda Rp 42 Juta

News | Jum'at, 24 Juli 2020 | 14:53 WIB

Singapura dan Thailand Laporkan Kasus Baru Virus Corona

Singapura dan Thailand Laporkan Kasus Baru Virus Corona

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 16:34 WIB

Langgar Protokol Covid-19 Demi Pesta Miras, 10 Orang Terancam Bui

Langgar Protokol Covid-19 Demi Pesta Miras, 10 Orang Terancam Bui

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 16:09 WIB

Sembunyikan Narkoba Senilai Ratusan Juta Rupiah di Kelapa, 3 Pria Dicokok

Sembunyikan Narkoba Senilai Ratusan Juta Rupiah di Kelapa, 3 Pria Dicokok

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 15:43 WIB

Nekat Nge-vape di Dalam MRT, Tiga Remaja Singapura Ditahan Polisi

Nekat Nge-vape di Dalam MRT, Tiga Remaja Singapura Ditahan Polisi

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 18:16 WIB

Tak Mau Bayar, Wanita 20 Tahun Ini Pukul Sopir Taksi dengan Nampan Kayu

Tak Mau Bayar, Wanita 20 Tahun Ini Pukul Sopir Taksi dengan Nampan Kayu

Banten | Jum'at, 17 Juli 2020 | 15:08 WIB

Kocak! Dua Tikus Adu Jotos di Stasiun, Kucing Jadi 'Wasit'

Kocak! Dua Tikus Adu Jotos di Stasiun, Kucing Jadi 'Wasit'

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 11:48 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×