Tak Percaya Yodi Bunuh Diri, Keluarga Diminta Berikan Bukti Baru ke Polisi

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Rabu, 29 Juli 2020 | 14:12 WIB
Tak Percaya Yodi Bunuh Diri, Keluarga Diminta Berikan Bukti Baru ke Polisi
Tim gabungan Kepolisian dan TNI melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah editor Metro TV bernama Yodi Prabowo di pinggi Tol JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Suara.com - Ahli Kriminologi dari Universitas Indonesia, Ferdinand Andi Lolo menilai polisi perlu melakukan penyelidikan lebih dalam guna mengungkap secara terang benderang kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo yang sementara disimpulkan tewas bunuh diri.

Namun, penyelidikan tersebut dapat dilakukan jika ditemukan adanya bukti baru.

Menurut Ferdinand, pihak keluarga atau kerabat korban yang meragukan Yodi tewas bunuh diri pun dapat membantu polisi. Namun, keraguan tersebut meski dilengkapi dengan barang bukti, bukan serta-merta berupa asumsi.

"Iya perlu ada itu (penyelidikan lebih dalam), tetap dengan catatan bahwa perlu bukti baru. Jadi kalau masyarakat atau anggota keluarga meragukan, mereka juga bisa membantu polisi menunjukkan (bukti)," kata Ferdinand saat dihubungi Suara.com, Rabu (29/7/2020).

Menurut Ferdinand, polisi hanya bisa berkerja berdasarkan bukti-bukti nyata. Sebab, hal itu lah yang akan menjadi dasar untuk kemudian diproses di persidangan.

"Polisi bekerja berdasarkan bukti. Karena nanti untuk di pengadilan tidak bisa berdasarkan asumsi atau pendapat masyarakat. Tidak bisa diterima di pengadilan," ujar Ferdinand.

Meski begitu, Ferdinand menilai wajar jika timbul keraguan dari pihak keluarga atas kematian Yodi yang disimpulkan tewas akibat bunuh diri.

"Namanya keluarga yang kehilangan dan mereka merasa selama hidupnya korban kan itu tidak menunjukkan ciri-ciri yang bisa mengarah kepada bunuh diri. Namun kan sebagai orang dewasa mungkin tidak 100 persen aspek kehidupan korban diketahui keluarganya, seperti waktu korban masih anak-anak," kata dia.

"Cuma kan kesulitan polisi adalah, polisi tidak bisa kemudian mengikuti semua skenario yang ada di luar sana. Karena selain keterbatasan waktu, keterbatasan sumber daya kan mereka hanya berpegang pada bukti yang nyata. Kalau sekadar asumsi mereka tidak bisa jalankan."

baca juga

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyampaikan jika pihaknya telah mengetahui ihwal keraguan pihak keluarga atas kematian Yodi yang diduga tewas bunuh diri.

Bahkan, Tubagus mengemukakan jika orang tua Yodi sempat memberikan informasi lain ke kepolisian untuk membantah dugaan bunuh diri tersebut.

Namun, informasi itu kemudian tidak dapat diterima oleh polisi lantaran hanya berdasarkan keterangan dari orang pintar alias dukun.

"Informasinya dari orang pintar, saya nggak percaya yang kayak gitu. Kalau dari dukun gimana saya menindaklanjutinya?" kata Tubagus kepada wartawan pada Minggu (26/7).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kriminolog UI: Jika Ini Kasus Pembunuhan, Diplomat Kemenlu Dibunuh Orang Profesional

Kriminolog UI: Jika Ini Kasus Pembunuhan, Diplomat Kemenlu Dibunuh Orang Profesional

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 15:59 WIB

Satu Keluarga Tewas di Kalideres Diduga Penganut Paham Apokaliptik, Kriminolog UI: Mirip Kelompok di Guyana

Satu Keluarga Tewas di Kalideres Diduga Penganut Paham Apokaliptik, Kriminolog UI: Mirip Kelompok di Guyana

News | Senin, 14 November 2022 | 17:28 WIB

Terkini

4 Orang Tewas Terjebak Karhutla Bromo, Dua Korban Luka Bakar Jalani Operasi

4 Orang Tewas Terjebak Karhutla Bromo, Dua Korban Luka Bakar Jalani Operasi

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Jokowi Yakin Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazah dan Pemakzulan Gibran

Jokowi Yakin Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazah dan Pemakzulan Gibran

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Janjian Lewat IG Berujung Luka Bacok, 12 Anak Ditangkap Polisi Buntut Tawuran di Cikunir Bekasi

Janjian Lewat IG Berujung Luka Bacok, 12 Anak Ditangkap Polisi Buntut Tawuran di Cikunir Bekasi

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Miris! Warga di 'Paru-Paru Dunia' Justru Kesusahan Bernapas, Salah Siapa?

Miris! Warga di 'Paru-Paru Dunia' Justru Kesusahan Bernapas, Salah Siapa?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal

Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:03 WIB

×