Sejak Pandemi, Program Pelatihan Tenaga Kerja Alami 4 Tantangan Luar Biasa

Fabiola Febrinastri

Selasa, 04 Agustus 2020 | 07:25 WIB
Sejak Pandemi, Program Pelatihan Tenaga Kerja Alami 4 Tantangan Luar Biasa
Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Utama, Kemnaker, Hery Sudarmanto. (Dok : Kemnaker)

Suara.com - Setelah World Health Organization (WHO) secara resmi menyatakan Virus Covid-19 adalah sebuah pandemi global pada Maret lalu, maka metodologi pelatihan berubah secara luar biasa. Bila pelatihan di Balai Besar Peningkatan Latihan Kerja (BBPLK)  dilakukan secara tatap muka, maka saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui daring atau online, yang disebut sebagai e- Learning.

"Setelah WHO secara resmi menyatakan Virus Covid-19 adalah pandemi global, metodologi pelatihan berubah secara luar biasa," ujar Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Utama, Kemnaker, Hery Sudarmanto, melalui Siaran Pers Kemnaker di Jakarta, Senin (3/8/2020).

Ia menyebut, ada empat tantangan dalam pelaksanaan pelatihan daring di masa pandemi Covid-19. Pertama, peserta pelatihan menjadi pasif.

Mereka akan menyulitkan instruktur/trainer untuk mengetahui apakah peserta mengerti atau tidak terhadap materi yang diberikan.

"Solusinya, trainer/instruktur harus dapat membaca situasi dan banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang interaktif," kata Hery.

Kedua, trainer harus terus terhubung dengan peserta. Saat instruktur/trainer memberikan pelatihan daring, sering kali peserta mengalami “gangguan” dari lingkungan di sekitarnya. Untuk itu, para peserta harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya, termasuk mencari tempat yang tidak banyak “gangguan”.

Tantangan ketiga, melakukan kolaborasi antar peserta. Biasanya, apabila pelatihan dilakukan secara tatap muka, trainer/instruktur dapat membagi kelompok peserta menjadi beberapa kelompok untuk diberikan tugas kelompok.

Kecepatan internet yang sering naik turun atau “blank spot” di beberapa daerah menyebabkan hal ini menjadi hambatan dalam pelaksanaan pelatihan daring.

"Beda dengan pelatihan daring, biasanya sulit untuk membagi peserta menjadi kelompok-kelompok kecil sehingga keterikatan antar peserta menjadi sangat rendah," katanya.

Tantangan keempat, infrastruktur jaringan internet. Sebagai negara berkembang, infrastruktur untuk jaringan internet di Indonesia masih menjadi tantangan, karena belum semua daerah di Indonesia telah ter-cover jaringan internet yang memadai.

"Harga kuota internet di Indonesia pun masih dianggap terlalu mahal jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah, apabila ingin memajukan pelatihan daring di Indonesia," katanya.

Untuk mengatasi empat tantangan pelatihan daring di tengah pandemi tersebut, Hery menyarankan pemerintah melakukan lima hal.

Pertama, pemerintah melalui kementerian terkait dapat lebih memperhatikan kendala-kendala dalam pelaksanaan pelatihan terutama yang dilakukan secara daring.

Kedua, para trainer/instruktur di balai-balai latihan juga perlu ditingkatkan keahliannya, terutama dalam hal pelaksanaan pelatihan secara daring. Ketiga, dibuatkan sebuah platform khusus untuk pelatihan daring yang dapat diakses oleh para pekerja di seluruh Indonesia.

Keempat, dibuat sebuah komite yang bertugas untuk membuat silabus dan materi pelatihan secara daring, sehingga hasilnya dapat lebih optimal. Kelima, perbaikan infrastruktur jaringan internet terutama di daerah-daerah, sehingga pelatihan daring dapat mencakup wilayah yang lebih luas.

"Pelatihan secara daring harus menjadi perhatian, baik pemerintah maupun swasta. Persiapan perlu dilaksanakan sehingga transisi dapat berjalan lancar. Apapun tantangannya, kita harus siap menghadapi krisis yang terjadi. Saat ini, kita dituntut untuk meningkatkan keahlian kita," ujar Hery.

Ia menambahkan, semangat belajar harus terus dikobarkan kepada anak bangsa, karena pada saat pandemi ini berakhir, pekerja Indonesia harus siap lepas landas menyongsong Indonesia emas 2035.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Covid-19 di Kantor, Menaker Minta Perusahaan Siapkan Petugas Khusus

Cegah Covid-19 di Kantor, Menaker Minta Perusahaan Siapkan Petugas Khusus

News | Kamis, 30 Juli 2020 | 08:32 WIB

Menaker Minta Yayasan Purna Bakti Bantu Pemerintah Kurangi Pengangguran

Menaker Minta Yayasan Purna Bakti Bantu Pemerintah Kurangi Pengangguran

News | Kamis, 30 Juli 2020 | 08:19 WIB

Ida Fauziyah Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktor IPDN

Ida Fauziyah Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktor IPDN

News | Selasa, 28 Juli 2020 | 19:07 WIB

Menaker Pastikan 2.000 TKA China Terapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Menaker Pastikan 2.000 TKA China Terapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Bisnis | Senin, 27 Juli 2020 | 20:16 WIB

Jalin Kerja Sama, Kemnaker dan BUMN Sepakat Pekerjakan Disabilitas

Jalin Kerja Sama, Kemnaker dan BUMN Sepakat Pekerjakan Disabilitas

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 19:15 WIB

Dukung Penanganan Covid-19, Menaker Bagikan 1,6 Juta Alat Kesehatan

Dukung Penanganan Covid-19, Menaker Bagikan 1,6 Juta Alat Kesehatan

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 19:39 WIB

Terkini

Kupu-Kupu Jarang Terlihat, Apa yang Terjadi pada Lingkungan?

Kupu-Kupu Jarang Terlihat, Apa yang Terjadi pada Lingkungan?

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:56 WIB

Pengangkutan 290 Liter Solar Subsidi di Pidie Jaya Digagalkan, Seorang Pria Diamankan

Pengangkutan 290 Liter Solar Subsidi di Pidie Jaya Digagalkan, Seorang Pria Diamankan

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Mengenal New BIONS, Langkah Awal Mahasiswa Memahami Dunia Investasi

Mengenal New BIONS, Langkah Awal Mahasiswa Memahami Dunia Investasi

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Pelangi di Atas Cerobong: Refleksi Kritis 81 Tahun Kelistrikan Indonesia

Pelangi di Atas Cerobong: Refleksi Kritis 81 Tahun Kelistrikan Indonesia

Opini | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Viral Lahan Bekas Masjid Dibongkar Dibangun Kopdes Merah Putih

Viral Lahan Bekas Masjid Dibongkar Dibangun Kopdes Merah Putih

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Punya Penyakit, Ajukan Penangguhan Penahanan

Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Punya Penyakit, Ajukan Penangguhan Penahanan

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Disebut Blunder, Pengamat Kritik Alasan Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

Disebut Blunder, Pengamat Kritik Alasan Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra

Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Habiburokhman Tegaskan DPR Tak Ingin Asal Ikut Tren Luar Negeri dalam RUU Perampasan Aset

Habiburokhman Tegaskan DPR Tak Ingin Asal Ikut Tren Luar Negeri dalam RUU Perampasan Aset

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:32 WIB

×