ISIS Serang Penjara di Afghanistan, 29 Tewas dan Ratusan Tahanan Kabur

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Selasa, 04 Agustus 2020 | 07:59 WIB
ISIS Serang Penjara di Afghanistan, 29 Tewas dan Ratusan Tahanan Kabur
Ilustrasi ISIS. (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Kelompok ISIS disebutkan berada di balik serangan terhadap sebuah penjara di Afghanistan timur yang mengakibatkan 29 orang tewas dan ratusan tahanan melarikan diri.

Menyadur BBC, serangan di penjara Jalalabad ini berlangsung sepanjang Minggu (2/8) malam hingga Senin (3/8) pagi.

Serangan dimulai dengan sebuah ledakan bom mobil di pintu masuk penjara. Selanjutnya, terjadi baku tembak antara kelompok militan ISIS dan pasukan militer Afghanistan.

Juru bicara provinsi Nangarhar mengatakan delapan penyerang tewas dalam pertempuran yang berlangsung hampir 20 jam tersebut.

Insiden ini mengakibatkan lebih dari 1000 narapidana berusaha melarikan diri. Adapun 300 diantaranya kini masih dalam pelarian.

Disebutkan, 1.025 tahanan yang melarikan diri telah ditangkap dan dibawa lagi ke penjara. Adapun korban luka mencapai 50 orang.

Ilustrasi penjara (Unsplash.com/Matthew Ansley)
Ilustrasi penjara (Unsplash.com/Matthew Ansley)

Penjara tersebut menampung 1.793 tahanan yang kebanyakan merupakan pejuang Taliban dan ISIS.

Masih belum jelas apakah serangan ini dilakukan untuk membebaskan tahanan tertentu dari bangunan penjara itu.

Serangan terjadi sehari setelah badan intelijen Afghanistran mengumumkan aparat kemanan telah membunuh seorang komandan kelompok ISIS, Assadullah Orakzai, di dekat kota Jalalabad.

Orakzai diduga terlibat dalam sejumlah serangan mematikan terhadap pasukan keamanan Afghanistan.

Sementara, insiden penyerangan pada Minggu (2/8) itu terjadi di hari ketiga gencatan senjata sementara antara pemerintah Afghanistan dan Taliban.

Selama gencatan senjata ini, ratusan tahahan Taliban dibebaskan dalam upaya utnuk melancarkan pembicaraan damai antara kedua belah pihak.

Provinsi Nangarhar merupakan kubu pertama ISIS di Afghanistan. Kelompok ini diyakini memiliki dukungan kuat di wilayah tersebut.

Tahun ini, wilayah Nangarhar menjadi lokasi serangan mematikan, termasuk serangan bom bunuh diri pada 12 Mei yang telah menewaskan 32 orang yang sedang melayat di pemakaman seorang komandan polisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesaksian Terbaru Anak-anak Eks Budak Seks ISIS: Saya Diperkosa Setiap Hari

Kesaksian Terbaru Anak-anak Eks Budak Seks ISIS: Saya Diperkosa Setiap Hari

News | Jum'at, 31 Juli 2020 | 01:05 WIB

Pendukung ISIS Asal Inggris, Shamima Begum Bisa Pulang Demi Kewarganegaraan

Pendukung ISIS Asal Inggris, Shamima Begum Bisa Pulang Demi Kewarganegaraan

News | Sabtu, 18 Juli 2020 | 13:12 WIB

Beli Kopi di Starbucks, Gelas Perempuan Muslim Ini ditulis ISIS

Beli Kopi di Starbucks, Gelas Perempuan Muslim Ini ditulis ISIS

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2020 | 17:00 WIB

Terkini

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:02 WIB

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:59 WIB

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:52 WIB

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:35 WIB

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:14 WIB

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB