Fakta Kematian Editor Metro Tv Bisa Berubah, Keluarga Ikut Cari Bukti Baru

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 04 Agustus 2020 | 17:48 WIB
Fakta Kematian Editor Metro Tv Bisa Berubah, Keluarga Ikut Cari Bukti Baru
Tim gabungan Kepolisian dan TNI melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah editor Metro TV bernama Yodi Prabowo di pinggi Tol JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Suara.com - Orang tua mendiang editor Metro TV Yodi Prabowo masih berupaya mencari bukti-bukti baru terkait kematian putranya tersebut.

Upaya tersebut dilakukan usai polisi menyatakan masih membuka lebar penyelidikan jika ada bukti baru.

"Pihak keluarga coba cari bukti-bukti baru terus, sambil menunggu apa sih tindakan selanjutnya. Dari pihak kepolisian mungkin masih nyari juga," kata Suwandi, ayah kandung Yodi saat dihubungi Suara.com, Selasa (4/8/2020).

Menurut Suwandi, kekinian belum ada penemuan bukti baru yang menunjukkan Yodi tewas bukan karena bunuh diri.

"Belum pak, belum (ditemukan bukti baru). Kalau dari pihak keluarga menemukan bukti baru pasti saya akan laporin ke polisi. Sejauh ini belum," ungkapnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya masih membuka lebar proses penyelidikan terhadap kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo yang sementara ini disimpulkan tewas akibat bunuh diri.

Menurut Yusri, proses penyelidikan tersebut masih terbuka lebar jika ditemukan adanya fakta atau barang bukti baru. Namun, Yusri mengemukakan berdasar hasil pemeriksaan terhadap sejumlah barang bukti, saksi, dan ahli yang telah dilakukan oleh penyidik, sementara ini kematian Yodi Prabowo memang diduga kuat akibat bunuh diri.

"Tetapi penyidik masih membuka, silakan kalau memang ada fakta-fakta baru atau ada novum baru lagi yang bisa disajikan. Silakan saja tetapi sudah kita sampaikan inilah dasar penyelidikan kita sampai terakhir," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Yusri pun mengimbau masyarakat untuk tidak sekadar berasumsi dan berspekulasi terhadap berbagai kemungkinan penyebab kematian Yodi. Dia juga menyarankan, alangkah baiknya jika pihak keluarga, kerabat atau masyarakat yang memiliki fakta atau bukti baru terkait kasus tersebut segera melaporkan ke polisi.

"Kalau memang berspekulasi silakan datang ke penyidik ya kalau mau jadi novum yang baru, datang ke penyidik nanti kita lakukan pemeriksaan," ujar Yusri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB

Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami

Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:53 WIB

WFH Bukan Long Weekend! Pemerintah Pakai Teknologi Pantau Lokasi ASN

WFH Bukan Long Weekend! Pemerintah Pakai Teknologi Pantau Lokasi ASN

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:39 WIB

KDM dan Ahmad Luthfi Ketawa Bareng di Jakarta, Netizen Kena Prank Medsos?

KDM dan Ahmad Luthfi Ketawa Bareng di Jakarta, Netizen Kena Prank Medsos?

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:36 WIB