Hadapi Ketidakpastian Dunia Akibat Perang, Anies Baswedan Beri Dua Nasihat ke Pemerintah

Erick Tanjung | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Kamis, 05 Maret 2026 | 07:40 WIB
Hadapi Ketidakpastian Dunia Akibat Perang, Anies Baswedan Beri Dua Nasihat ke Pemerintah
Anies Baswedan saat mengisi ceramah tarawih di Masjid Al Hayat, Fakultas Biologi UGM, Rabu (4/3/2026) malam. [Suara.com/Hiskia]
  • Anies Baswedan imbau pemerintah prioritaskan keselamatan warga hadapi krisis geopolitik global.
  • Indonesia diminta tegakkan hukum internasional meski terhadap negara sahabat yang melanggar.
  • Anies kritik kebijakan berdasarkan selera pemimpin yang memicu ketidakpastian bagi rakyat.

Suara.com - Anies Baswedan menyoroti eskalasi geopolitik dunia yang kian memanas, khususnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ia menekankan bahwa di tengah situasi penuh ketidakpastian ini, Pemerintah Indonesia wajib memiliki skala prioritas yang jelas.

Pandangan tersebut disampaikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta ini saat memberikan ceramah tarawih di Masjid Al Hayat, Fakultas Biologi UGM, Rabu (4/3/2026) malam. Anies menyarankan agar keselamatan warga negara ditempatkan sebagai prioritas tertinggi di atas kepentingan lainnya.

"Jika saya boleh memberikan masukan kepada pemegang kewenangan, nomor satu adalah melindungi setiap tumpah darah Indonesia. Itu poin utama," ujar Anies.

Menurut mantan calon presiden tersebut, Indonesia kemungkinan besar tidak akan menjadi partisipan langsung dalam konflik bersenjata di luar wilayah kedaulatannya. Oleh karena itu, fokus utama negara harus tertuju pada mitigasi dampak perang guna menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat domestik.

"Dalam kondisi perang ini, Indonesia bukan partisipan. Tanggung jawab utama kita tetap pada upaya melindungi segenap warga negara," tuturnya.

Selain fokus internal, Anies mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan posisi tawar Indonesia di kancah internasional. Ia menilai Indonesia memiliki pengaruh signifikan di Asia Tenggara serta di antara negara-negara berkembang (Global South) untuk menyerukan perdamaian dunia. Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menegakkan hukum internasional (rule of law).

Anies menilai tatanan global saat ini tengah terancam oleh tindakan sewenang-wenang yang melanggar kedaulatan negara lain. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh berdiam diri melihat fenomena tersebut.

"Tatanan internasional rusak ketika ada pihak yang sewenang-wenang meluncurkan bom atau menjatuhkan kepala negara lain secara paksa. Kedaulatan negara dilanggar, dan kita tidak boleh diam," tegasnya.

Anies menekankan bahwa sikap kritis harus tetap ditunjukkan, termasuk kepada negara sahabat.

"Kita harus berani berkata, 'Anda teman saya, tetapi apa yang Anda lakukan itu salah.' Jangan karena alasan pertemanan kita memaklumi pelanggaran hukum internasional. Menjunjung tinggi hukum internasional sangat krusial agar tatanan dunia tidak rusak," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anies turut menyentil pembuatan kebijakan yang sering kali berubah-ubah hanya berdasarkan selera pemimpin. Ia menilai hal tersebut memicu ketidakpastian yang justru memperburuk kondisi masyarakat.

"Kebijakan jangan dibuat berdasarkan selera yang terus berganti, itu hanya akan melahirkan ketidakpastian bagi rakyat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Israel di Ambang Kolaps, Perang Lawan Iran Habiskan Rp45 Triliun Per Minggu

Ekonomi Israel di Ambang Kolaps, Perang Lawan Iran Habiskan Rp45 Triliun Per Minggu

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 06:05 WIB

Update Harga BBM Hari Ini, Ada Kenaikan Imbas Perang AS-Iran?

Update Harga BBM Hari Ini, Ada Kenaikan Imbas Perang AS-Iran?

Lifestyle | Kamis, 05 Maret 2026 | 06:45 WIB

Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk

Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 22:10 WIB

Terkini

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:51 WIB

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:40 WIB

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:18 WIB

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:57 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:56 WIB