Sektor Pariwisata dan Penerbangan Terkontraksi, Jokowi Tekankan Tiga Poin

Dwi Bowo Raharjo | Yosea Arga Pramudita
Sektor Pariwisata dan Penerbangan Terkontraksi, Jokowi Tekankan Tiga Poin
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pasar Pelayanan Publik di Banyuwangi, Kamis (25/6/2020). (Foto dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi mengatakan dari 9 persen lalu lintas, seluruhnya hanya terpusat pada empat bandara.

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi nasional jatuh dan berada di angka minus 5,32 persen pada kuartal kedua. Hal itu mengakibatkan beberapa sektor mengalami kontraksi yang dalam, yakni pariwisata dan penerbangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (6/8/2020) pagi.

Oleh sebab itu, Kepala Negara menekankan beberapa poin untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Pertama, Jokowi meminta agar banyaknya jumlah bandara berlabel internasional ditelisik kembali. Dia mengatakan, kekinian di Indonesia sudah ada 30 bandara internasional.

Baca Juga: Jokowi Bakal Genjot Belanja Negara Agar Indonesia Terhindar dari Resesi

"Pertama, saya melihat bahwa airline hub yang kita miliki terlalu banyak dan tidak merata. Ini agar kita lihat lagi. Saat ini terdapat 30 bandara internasional. Apakah diperlukan sebanyak ini. Negara-negara lain saya kira rnggak melakukan ini," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan dari 9 persen lalu lintas, seluruhnya hanya terpusat pada empat bandara. Untuk itu, dia meminta agar penggunaan Bandara Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, Juanda, dan Kualanamu dimaksimalkan.

"Coba dilihat dan 9 persen lalu lintas hanya terpusat di empat bandara. Artinya kuncinya ada di empat bandara ini. Di Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur, dan Kualanamu di Sumatera Utara," kata dia.

Kedua, eks Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan, pemerintah harus berani menentukan mana jasa bandara yang berpotensi menjadi Internasional Hub. Tentunya harus dengan pembagian fungsi sesuai peta geografis serta karateristiknya.

"Saya mencatat ada 8 bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan super hub. Kembali lagi, Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, Kualanamu, Yogyakarta, Balikpapan, Hasanuddin, Samratulangi dan Juanda yang ada di Suarabaya," beber dia.

Baca Juga: Lahir di Masa Pandemi, Jokowi Diminta Ekstra Jaga Cucu Keempatnya

Terakhir, Jokowi meminta adanya pengelolaan ekosistem untuk mendorong sektor pariwisata. Nantinya, dia berharap penerbangan di Indonesia bisa terintegritas dengan sektor pariwisata.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS