Bos Mafia Turki Ngaku Dapat Perintah Bunuh Pendeta AS Andrew Brunson

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 22:03 WIB
Bos Mafia Turki Ngaku Dapat Perintah Bunuh Pendeta AS Andrew Brunson
Ilustrasi bos mafia. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang bos mafia terkenal di Turki menyebut dirinya dapat perintah khusus dari pemerintah Turki untuk membunuh pendeta AS Andrew Brunson.

Menyadur Turkey Purge pada Sabtu (08/08/2020), pria bernama Serkan Kurtulus ini mengatakan pada portal berita Infobae yang berbasis di Argentina pada 22 Juli.

Andrew Brunson adalah seorang pendeta Amerika yang menghabiskan sekitar dua tahun di penjara Turki atas tuduhan terorisme dan terkait spionase.

"Partai AK ingin membunuhnya (Brunson) dan menyalahkan FETO. Mereka tidak menawarkan saya uang. Mereka hanya ingin memanfaatkan orang-orang seperti saya," kata Serkan Kurtulus.

FETO adalah istilah merendahkan yang diciptakan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk merujuk kelompok Gulen, yang dituduh melakukan upaya kudeta pada musim panas 2016.

Kelompok tersebut menyangkal keterlibatannya dalam upaya kudeta yang gagal tersebut.

Serkan Kurtulus dikenal sebagai bos mafia yang berbasis di provinsi barat Turki, Izmir. Ia beroperasi di Istanbul, Ankara, Bursa, Mugla, Artvin dan juga Trabzon.

Di Turki, ia diburu atas beberapa tuduhan serius, termasuk dugaan pemasok senjata api ilegal ke kelompok kekerasan di Suriah dan pembunuhan seorang pilot Rusia pada 2015.

Euronews melaporkan, Serkan Kurtulus melarikan diri dari Turki tahun 2018 dan ditangkap di Argentina pada Juni 2020.

baca juga
Ilustrasi gangster, mafia, kartel. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi bos mafia. (Pexels/Pixabay)

Pendeta Brunson dipenjara oleh pemerintah Turki pada Oktober 2016 karena tuduhan mata-mata dan memiliki hubungan dengan kelompok Gulen.

Para pejabat Amerika mengklaim dia ditangkap karena jangkauan iman kekristenannya dan sebagai alat tawar-menawar yang potensial.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoan berulang kali menuntut ekstradisi ulama yang berbasis di AS Fethullah Gulen sebagai syarat pembebasan Brunson.

Di tengah meningkatnya tekanan oleh Trump serta Wakil Presiden Mike Pence yang mengancam Turki dengan sanksi, Brunson pertama kali dipindahkan dari penjara ke tahanan rumah pada Juli 2018 dan kemudian dibebaskan pada Oktober 2018.

Presiden Trump mengatakan tidak ada kesepakatan di balik pembebasan Brunson tetapi berulang kali berterima kasih kepada Erdogan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Bintang Porno Beralih Profesi Jadi Pendeta, Tobat Karena Kecelakaan

Kisah Bintang Porno Beralih Profesi Jadi Pendeta, Tobat Karena Kecelakaan

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2020 | 16:08 WIB

Pendeta Jakarta ke Kediri Pimpin Pemberkatan, 12 Jemaat Langsung Corona

Pendeta Jakarta ke Kediri Pimpin Pemberkatan, 12 Jemaat Langsung Corona

Jatim | Jum'at, 10 Juli 2020 | 21:16 WIB

Viral Video Pria Ngaku Eks Pendeta, '11 Pembantu Saya Tiduri, Dosa Ditebus'

Viral Video Pria Ngaku Eks Pendeta, '11 Pembantu Saya Tiduri, Dosa Ditebus'

News | Senin, 06 Juli 2020 | 10:38 WIB

Terkini

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:15 WIB

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:07 WIB

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

×