alexametrics

Gubernur Erzaldi: Tambang Tak Lagi Menjadi Primadona

Pebriansyah Ariefana
Gubernur Erzaldi: Tambang Tak Lagi Menjadi Primadona
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan menjawab pertanyaan saat wawancara di Kantor Redaksi Suara.com, Jakarta, Sabtu (11/7). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Apabila tambang sudah habis, maka penggantinya tidak ada.

Suara.com - Seperti diketahui, timah sudah menjadi leading sektor di Babel lebih dari 300 tahun lalu. Namun, Gubernur Erzaldi Rosman dalam talkshow bersama Berita Satu yang bertajuk “60 minutes with Erzaldi Rosman” mengatakan bahwa Babel tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada pertambangan, mengingat tambang merupakan sumber daya yang bisa habis dan tidak bisa diperbaharui.

Dalam penjelasannya, apabila tambang sudah habis, maka penggantinya tidak ada. Selain itu, pemerintah pun akan mengalami tantangan yang besar dan sulit dalam mengelola kawasan yang rusak sebagai akibat dari penambangan. Gubernur Erzaldi berusaha mencari solusi dari pertambangan yang bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Bagaimana kita bisa mengoptimalkan dari sisa-sisa tambang ini? Betul-betul dapat memberikan solusi bagi kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung ke depannya. Makanya, di pertengahan jalan ini, tambang sudah tidak menjadi primadona,” ujarnya.

Sebagai pengganti dari pertambangan, maka Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung sudah mentransformasikan dari tambang menuju ke pariwisata.

Baca Juga: Ketua DPRD Babel Resmi Maju di Pilbup Bangka Tengah

Pariwisata merupakan sektor menjanjikan yang dapat menghasilkan efek berganda (multiplier effect).

Beberapa hal yang bisa menjadi multiplier effect dari pariwisata apabila dapat dikelola dengan sangat baik di antaranya adalah pertanian, perikanan, Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM).

“Multiplier effect bisa menjadi suatu kekuatan besar kalau kita pandai memanagenya, yang akan memberikan dampak dua hingga tiga kali lipat dari sektor pertambangan,” jelasnya.

Saat ini, Bangka Belitung sudah diputuskan oleh pemerintah pusat menjadi salah satu tujuan pariwisata prioritas Indonesia.

Berdasarkan rilis Kementerian Pariwisata RI. Sepuluh tempat yang masuk menjadi tujuan pariwisata, diharapkan mampu mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Baca Juga: Massa SPSI Babel Demo, Didit: DPRD Sepakat Tolak RUU Omnibus Law

Sejak tahun 2017, pemprov sudah memfokuskan ke arah pariwisata dan mulai mengintegrasikan dengan sektor-sektor lainnya. Ditambah konektivitas antara Bangka dan Belitung pun lebih diperkuat agar para wisatawan dapat melakukan eksplorasi keindahan Bangka Belitung sehingga memperpanjang masa tinggalnya.

Komentar