Lockdown Covid-19 Meredam Konflik Manusia - Gajah di Sri Lanka

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Rabu, 12 Agustus 2020 | 16:11 WIB
Lockdown Covid-19 Meredam Konflik Manusia - Gajah di Sri Lanka
Ilustrasi gajah. (Unsplash/Jager)

Suara.com - Periode lockdown Sri Lanka telah membantu mengurangi jumlah kematian yang timbul akibat konflik gajah dan manusia.

Menyadur Channel News Asia, Rabu (12/8/2020), ahli konservasi Sri Lanka menyebut penguncian dengan jam malam cukup efektif menghindarkan konflik antara manusia dengan gajah.

"Tapi ini situasi sementara. Para petani akan mulai mempertahankan tananman mereka dan pembunuhan akan berlanjut," ujar Jayantha Jayewardenem, pakar gajah internasional.

Sebagian besar di Sri Lanka terbunuh dengan ditembak mati atau diracun oleh petani yang berusaha melindungi lahan pertanian mereka.

Kendati hewan berbelai ini dianggap suci di negara yang penduduknya mayoritas beragama Buddha, namun jarang ada tuntutan dalam pembunuhan gajah.

Lockdown Covid-19 Meredam Konflik Manusia-Gajah di Sri Lanka. (AFP/Lakruwan Wanniarachchi)
Lockdown Covid-19 Meredam Konflik Manusia-Gajah di Sri Lanka. (AFP/Lakruwan Wanniarachchi)

Di sisi lain, banyak warga yang tewas terbunuh gajah akibat hewan mengamuk dan mencari makan di desa-desa karena habitatnya berkurang drastis.

Ahli konservasi seklaigus mantan direktur jenderal departemen satwa liar pemerintah Sri Lanka, Sumith Pilapitiya, memperkirakan jumlah kematian gajah menurun 40 persen selama lockdown virus corona, yang dimulai pada Maret dan secara resmi berakhir pada Juni.

Pilapitiya mengatakan rata-rata 240 gajah dibunuh setiap tahun antara 2010 dan 2017. Sejak itu, jumlanya terus meningkat.

"Gajah Asia diklasifikasikan 'terancam punah', jadi kami tidak bisa kehilangan gajah pada tingkat itu," ujar Pilapitiya.

Dia berharap dengan penguncian yang memaksa orang untuk diam di rumah, akan membawa pengurangan siginifikan dalam kematian gajah kedepannya.

Berdasarkan data sensus terbaru, populasi gajah di Sri Lanka telag menurun sekitar 7.000 dari 12.000 pada awal 1900-an.

Bertepatan dengan Hari Gajah Sedunia, Pilapitiya mengatakan otoritas berwenang akan mengadakan panel ahli baru tentang langkah-langkah mengurangi konflk manusia-gajah di Sri Lanka.

Sementara konflik gajah dan manusia menurun selama lockdown, perburuan ilegal hewan liar justru meningkat.

Pengacara lingkungan Jagath Gunawardena menyebut otoritas penegak hukum disibukkan dengan virus corona, membuat perburuan lebih mudah dilakukan.

"Insiden bentrokan gajah-manusia hanya sedikit, tetapi terjadi peningkatan pembunuhan hewan untuk diambil dagingnya," kata Gunawardena.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Gajah Mati Massal di Afrika, Misterinya Mulai Terungkap

Ratusan Gajah Mati Massal di Afrika, Misterinya Mulai Terungkap

Tekno | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 20:00 WIB

Pertama Kali Terjadi: Gajah Kembar Lahir di Sri Lanka

Pertama Kali Terjadi: Gajah Kembar Lahir di Sri Lanka

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2020 | 12:26 WIB

Populasi Gajah Sumatera Bertambah Menjadi 693 Ekor

Populasi Gajah Sumatera Bertambah Menjadi 693 Ekor

Foto | Minggu, 05 Juli 2020 | 08:55 WIB

Terkini

Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap

Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:18 WIB

Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun

Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:11 WIB

Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering

Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:06 WIB

Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:53 WIB

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:49 WIB

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:34 WIB

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:31 WIB

Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara

Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:27 WIB

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:20 WIB

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:55 WIB