Singapura Musnahkan 9 Ton Gading Gajah Ilegal Senilai Rp 191 Miliar

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 12 Agustus 2020 | 22:35 WIB
Singapura Musnahkan 9 Ton Gading Gajah Ilegal Senilai Rp 191 Miliar
Ilustrasi gading gajah.[Unsplash/Pawan Sharma]

Suara.com - Singapura menghancurkan sembilan ton gading gajah ilegal pada hari Selasa (11/8) sebagai upaya menunjukkan keseriusan untuk melawan perdagangan ilegal satwa liar.

Menyadur Asia One, Rabu (12/8/2020) Singapura sebagai jalur pengiriman produk hewan terlarang antara Afrika dan Asia, menghancurkan sembilan ton gading gajah ilegal senilai sekitar 18 juta dolar Singapura (Rp 191,6 miliar).

Gading gajah tersebut terdiri dari rekor penyitaan 8,8 ton pada tahun lalu yang menurut pihak berwenang berasal dari hampir 300 Afrika gajah.

Acara pemusnahan tersebut disiarkan secara online oleh pihak penyelenggara, The National Parks Board (NParks). Para pekerja dengan alat pelindung terlihat menghancurkan ribuan gading menggunakan mesin penghancur batu.

Proses penghancuran tersebut memakan waktu beberapa hari dan pecahannya kemudian akan dibakar.

Sebanyak 9 ton gading gajah ilegal dimusnahkan Singapura.[YouTube/The Straits Times]
Sebanyak 9 ton gading gajah ilegal dimusnahkan Singapura.[YouTube/The Straits Times]

"Penghancuran gading ... akan mencegahnya masuk kembali ke pasar dan akan mengganggu rantai pasokan global gading yang diperdagangkan secara ilegal," kata Dr Adrian Loo selaku direktur NParks.

Dikutip dari The Straits Times, NParks juga meluncurkan Pusat Forensik Satwa Liar sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan diagnostiknya dalam memerangi perdagangan ilegal satwa liar.

Pusat ini akan memanfaatkan metode analisis lanjutan seperti sekuensing generasi berikutnya, spektrometri massa dan analisis isotop untuk memeriksa DNA spesimen bahkan dalam sampel yang diproses secara berat.

Dr Loo mengatakan metode tersebut melengkapi database yang sudah digunakan oleh para ahli internasional dan lembaga penegakan hukum dan akan memungkinkan Singapura untuk berkontribusi dalam perang global melawan perdagangan satwa liar.

"Data yang kami dapatkan memungkinkan organisasi internasional dan negara sumber untuk menyelidiki dan menegakkan peraturan dengan lebih baik. Ini juga membantu untuk mengidentifikasi tautan potensial seperti sindikat yang beroperasi di negara (ini)," katanya.

Pusat ini akan memfokuskan upayanya pada satwa liar yang paling parah terkena dampak perdagangan satwa liar ilegal, seperti gajah, badak, tenggiling, hiu dan pari, dan burung penyanyi.

Menurut perkiraan ahli lingkungan, 100 gajah Afrika dibunuh setiap hari oleh pemburu yang mencari gading, daging dan bagian tubuh, menyisakan hanya sekitar 400.000 gajah.

Sebagian besar permintaan gading berasal dari negara-negara Asia seperti China dan Vietnam, di mana gading tersebut diubah menjadi perhiasan dan ornamen.

Selain mengambil sikap tegas terhadap produk gading, Singapura mengatakan tahun lalu akan melarang perdagangan gading di pasar domestiknya mulai September 2021.

"Perburuan gajah berada pada level krisis di Asia dan Afrika karena perdagangan ilegal," kata R. Raghunathan, CEO World Wide Fund for Nature Singapura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, Antibodi Covid-19 Buatan Singapura Segera Jalani Uji Coba

Kabar Baik, Antibodi Covid-19 Buatan Singapura Segera Jalani Uji Coba

Tekno | Minggu, 09 Agustus 2020 | 06:00 WIB

Singapura Gunakan Drone Israel untuk Awasi Pelanggar Protokol Covid-19

Singapura Gunakan Drone Israel untuk Awasi Pelanggar Protokol Covid-19

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 16:11 WIB

Konglomerat Indonesia Terancam Pidana Denda Rp 3,6 M di Singapura

Konglomerat Indonesia Terancam Pidana Denda Rp 3,6 M di Singapura

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:58 WIB

Terkini

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB