Viral Mobil di Garut Halangi Ambulans Melintas hingga Pasien Meninggal

Rendy Adrikni Sadikin, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 17 Agustus 2020 | 12:33 WIB
Viral Mobil di Garut Halangi Ambulans Melintas hingga Pasien Meninggal
Ambulans dihalangi mobil hingga pasien meninggal (FB/Fauzi)

Suara.com - Media sosial dihebohkan dengan aksi pengendara mobil menghalangi laju ambulans yang melintas di Garut, Jawa Barat. Akibatnya, pasien dalam ambulans tersebut meninggal dunia.

Hal itu diungkap oleh seorang warganet melalui akun Facebook miliknya bernama Fauzi. Ia menceritakan mobil ambulans yang dikawalnya dihalangi oleh mobil Kijang berwarna biru metalik.

Saat kejadian, ambulans yang membawa pasien darurat itu melaju dari Puskesmas Leles menuju RSUD dr. Slamet, Garut.

Namun, di perjalanan sebuah mobil justru menghalangi laju ambulans yang membawa pasien dengan kondisi pembuluh darah pecah.

"Mobil kijang warna biru menghalangi laju ambulans, tidak memberikan jalan malah ngajak balap ambulans," tulisnya seperti dikutip Suara.com, Senin (17/8/2020).

Sepanjang perjalanan dari kawasan Leles hingga Tarogong, pengendara mobil tersebut terus menghalangi laju ambulans.

Mobil tersebut tidak memberikan sedikitpun ruang bagi ambulans agar bisa mempercepat lajunya untuk mengantarkan pasien.

"Ambulans hanya minta waktu sebentar saja buat menepi karena harus ada pasien yang diselamatkan," ungkapnya.

Setelah tiba di rumah sakit, pasien anak kecil langsung mendapatkan pertolongan dari tim medis. Namun sayang, nyawanya tak tertolong, pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia.

baca juga

"Pasien anak kecil sampai rumah sakit meninggal dunia," tuturnya.

Berikut tulisan lengkap di unggahan Fauzi:

"Teruntuk mobil kijang warna biru plat no Z 14** CT yang tadi menghalangi laju ambulance tidak memberikan jalan malah ngajak balap ambulance PKM Leles yang pasien pecat pembuluh darahnya harus mendapatkan penanganan pertama atau kode merah (emergency) dari leles sampai Tarogong terus menghalangi laju ambulance, pasien anak kecil sampai rumah sakit meninggal dunia. Ambulance hanya minta waktu sebentar saja buat menempi karena harus ada pasien yang harus diselamatkan dan untuk pengendara lain, terima kasih sudah memberikan jalan ambulance," tulis Fauzi.

Unggahan Fauzi tersebut mendadak viral di media sosial. Sejak diunggah pada Jumat (14/8/2020) malam, unggahan Fauzi telah dibagikan lebih dari seribu akun.

Banyak warganet yang mengecam aksi si pengendara mobil Kijang yang nekat menghalangi laju ambulans dengan penumpang kritis.

Mereka juga meminta pihak kepolisian menangkap si pengendara mobil karena telah menyebabkan nyawa seseorang melayang.

Hingga berita ini disusun belum ada konfirmasi terkait peristiwa tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Insentif Sopir Ambulans Belum Cair, Wagub DKI: Nanti Kami Cek

Insentif Sopir Ambulans Belum Cair, Wagub DKI: Nanti Kami Cek

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 20:29 WIB

Rumah Sakit Minta Biaya Rp 59 Juta, Pasien Covid-19 Meninggal di Ambulans

Rumah Sakit Minta Biaya Rp 59 Juta, Pasien Covid-19 Meninggal di Ambulans

News | Rabu, 12 Agustus 2020 | 13:21 WIB

Nihil Uang Insentif, Penggali Kubur dan Sopir Ambulans Corona DKI Mengeluh

Nihil Uang Insentif, Penggali Kubur dan Sopir Ambulans Corona DKI Mengeluh

News | Selasa, 11 Agustus 2020 | 18:01 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×