Megawati: Masih Ada yang Pertentangkan Agama dengan Pancasila

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 18 Agustus 2020 | 17:28 WIB
Megawati: Masih Ada yang Pertentangkan Agama dengan Pancasila
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik pada penutupan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (10/8). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Suara.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengatakan masih ada pihak yang mempertentangkan antara Pancasila dan agama meski bangsa Indonesia telah merasakan 75 tahun kemerdekaan.

"Pada usia 75 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia, masih saja ada pihak yang mencoba mempertentangkan prinsip-prinsip negara kita, hubungan antara agama dengan negara, agama dengan Pancasila," kata Megawati, di Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Bahkan, kata Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu, ada pihak yang mencoba mengutak-atik prinsip negara yang telah selesai dan disepakati para pendiri bangsa bersama para alim ulama.

Hal tersebut disampaikan Megawati saat menjadi pembicara kunci webinar nasional bertema "Kontekstualiasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara, Falsafah Hidup Bangsa dan Ideologi Negara" dan peluncuran buku karya Prof Dr Hamka Haq berjudul "Asas Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: Jejak Pemikiran Soekarno" yang disiarkan secara daring.

Megawati mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila bukanlah sesuatu yang asing, tetapi memang sudah ada di dalam kepribadian dan kebudayaan bangsa Indonesia.

"Bung Karno tidak pernah mengklaim sebagai pencipta Pancasila, tetapi beliau selalu mengatakan menggalinya dari nilai-nilai yang sudah hidup lestari dalam kepribadian dan kebudayaan bangsa Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, kata Megawati, kehidupan berketuhanan yang rukun dan damai di antara sesama pemeluk agama merupakan bagian penting dari budaya bangsa Indonesia.

Berkaitan dengan Pancasila dan Bung Karno, ia menjelaskan bahwa rangkaian sejarah mencatat peran penting dan strategis Bung Karno dalam proses kemerdekaan dan pembentukan Pancasila.

"Bukan hanya pada konteks politik kemerdekaan bangsa, tetapi juga dalam memberi isi dan bentuk bagi eksistensi negara Indonesia merdeka yang diberi dasar Pancasila," katanya.

Sebagai asas berbangsa dan bernegara, kata Megawati, Pancasila berfungsi sebagai suatu meja statis untuk pijakan dan bintang penuntun yang menjadi kompas penunjuk arah.

Dengan kehadiran buku karya Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), sayap organisasi PDI Perjuangan itu bersamaan HUT Ke-75 RI, kata Megawati, diharapkan menjadi momentum untuk introspeksi dan proyeksi terhadap perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Sejak 75 tahun yang lalu hingga hari ini dan masa yang akan datang, bahwa pada 18 Agustus 1945 para pendiri bangsa menyepakati dasar dan ideologi negara kita adalah Pancasila yang sila-silanya termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945," kata Megawati. (Antara).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!

Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:19 WIB

Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:09 WIB

Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan

Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:06 WIB

Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!

Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:01 WIB

Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini

Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:44 WIB

Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat

Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:28 WIB

Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang

Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:24 WIB

Teka-teki Pengganti Anwar Usman: Istana Kantongi Nama Calon Hakim MK, Siap Dilantik Pekan Ini!

Teka-teki Pengganti Anwar Usman: Istana Kantongi Nama Calon Hakim MK, Siap Dilantik Pekan Ini!

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:05 WIB

Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik

Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:53 WIB

Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon

Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:41 WIB