Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Fabiola Febrinastri | Tantri Amela Iskandar | Suara.com

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:18 WIB
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
Bulog mengajak perwakilan mahasiswa se-Bandung dalam kegiatan Focus Group Discussion bertajuk “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan yang digelar di Kompleks Pergudangan Utama BULOG Kota Cimahi, Jawa Barat. (Dok: Bulog)

Suara.com - Perum Bulog terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan melalui edukasi dan dialog bersama generasi muda. Kali ini, Bulog mengajak perwakilan mahasiswa se-Bandung dalam kegiatan Focus Group Discussion bertajuk “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah” yang digelar di Kompleks Pergudangan Utama Bulog Kota Cimahi, Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi mahasiswa untuk melihat lebih dekat bagaimana pemerintah, melalui Bulog, mengelola Cadangan Pangan Pemerintah sebagai bagian penting dari sistem ketahanan pangan nasional. Melalui kunjungan langsung ke gudang, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan stok, kualitas beras, hingga peran infrastruktur pangan dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han menyampaikan upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk kontribusi aktif dari dunia kampus sebagai pusat pengetahuan, riset, inovasi, dan lahirnya gagasan baru. Pencapaian swasembada pangan yang terus diperkuat sejak 2024, berlanjut pada 2025, dan semakin dimantapkan pada 2026 menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional. Mahasiswa dan kampus memiliki peran penting untuk ikut memahami, mengawal, dan mendukung agenda besar ini melalui ilmu pengetahuan, inovasi, serta kepedulian terhadap isu pangan.

"Penguatan swasembada pangan tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga dari kemampuan negara dalam menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, dan memastikan pangan tetap tersedia serta terjangkau bagi masyarakat. Di titik inilah Bulog menjalankan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pangan," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Informati penting turut disampaikan terkait capaian penting sektor pangan nasional. Berdasarkan data FAO, Indonesia tercatat berada di peringkat kedua dunia dalam kenaikan produksi padi, di antara Brasil dan Myanmar. Capaian ini menjadi sinyal positif atas semakin kuatnya produksi pangan dalam negeri dan menjadi landasan penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.

"Saat ini, stok beras yang dikelola BULOG mencapai sekitar 5,36 juta ton stok tertinggi dalam sejarah, dengan total kapasitas simpan yang disediakan sekitar 6,2 juta ton. Kapasitas tersebut akan terus diperkuat seiring meningkatnya produksi padi nasional, sehingga Bulog dapat semakin optimal dalam menjalankan penugasan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah dan stabilisasi pangan," tambah Dirut Bulog.

Dari sisi pengadaan, BULOG telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari target 4 juta ton. Capaian ini menunjukkan peran aktif Bulog dalam mendukung petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional. Melalui penyerapan hasil produksi dalam negeri, Bulog tidak hanya menjaga ketersediaan beras, tetapi juga turut menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen.

Dirut Bulog menambahkan Bulog memiliki sarana dan prasarana yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari gudang, jaringan logistik, hingga fasilitas pengolahan gabah dan beras. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung penting dalam memastikan rantai pasok pangan berjalan kuat, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

Untuk memperkuat peran tersebut, Bulog pada tahun ini juga akan menambah infrastruktur pascapanen di 100 titik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung peningkatan produksi, memperkuat kualitas pengelolaan hasil panen, serta mempertahankan capaian swasembada pangan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan bersama mahasiswa ini, Bulog berharap kampus dapat mengambil peran lebih aktif dalam membangun literasi pangan nasional. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga bagian dari ekosistem perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, riset, inovasi, dan komunikasi publik yang konstruktif bagi masa depan pangan Indonesia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa swasembada pangan berkelanjutan bukan hanya agenda pemerintah, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Dengan kolaborasi antara negara, BULOG, petani, akademisi, dan generasi muda, fondasi ketahanan pangan Indonesia diharapkan semakin kuat dari hulu ke hilir. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Kelola Dana Pensiun, Asabri Kini Garap UMKM hingga Ekonomi Hijau

Tak Hanya Kelola Dana Pensiun, Asabri Kini Garap UMKM hingga Ekonomi Hijau

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:03 WIB

Bukan Sekadar Estetik: Alasan Mengapa Menepi ke Alam Kini Menuntut Tanggung Jawab Baru

Bukan Sekadar Estetik: Alasan Mengapa Menepi ke Alam Kini Menuntut Tanggung Jawab Baru

Lifestyle | Minggu, 24 Mei 2026 | 07:00 WIB

Ulasan Novel Enam Mahasiswa Pembohong, Membongkar Kepalsuan Rekrutmen Kerja

Ulasan Novel Enam Mahasiswa Pembohong, Membongkar Kepalsuan Rekrutmen Kerja

Your Say | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:00 WIB

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:53 WIB

Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah

Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:31 WIB

7 Dosen Terseret Kasus Pelecehan di UPN Veteran Yogyakarta, 13 Mahasiswa Jadi Korban

7 Dosen Terseret Kasus Pelecehan di UPN Veteran Yogyakarta, 13 Mahasiswa Jadi Korban

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:12 WIB

Terkini

Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas

Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:20 WIB

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:06 WIB

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:22 WIB

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:03 WIB

Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!

Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:46 WIB

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:07 WIB

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:59 WIB

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:40 WIB

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:00 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:26 WIB