Ruhut Nyinyiri KAMI, Sindir Refly Mantan Komut Ikut Barisan Sakit Hati

Siswanto

Sabtu, 22 Agustus 2020 | 08:21 WIB
Ruhut  Nyinyiri KAMI, Sindir Refly Mantan Komut Ikut Barisan Sakit Hati
Anggota Bidang Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin, Ruhut Sitompul. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Tak lama setelah berlangsung deklarasi kelompok Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia  yang digagas sejumlah tokoh seperti Din Syamsuddin, muncul deklarasi yang menamakan diri Kerapatan Indonesia Tanah Air yang diinisiatori relawan Jokowi-Maruf Amin.

KAMI dideklarasikan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2020), sehari kemudian KITA diluncurkan di Gedung Joeang, Jalan Menteng, nomor 31, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/8/2020).

Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ruhut Sitompul, KITA dideklarasikan karena mereka mengetahui tentang KAMI. Ruhut menyebut orang-orang yang tergabung dalam kelompok KITA sebagai kawan seperjuangan ketika menjadi tim sukses Jokowi-Ma'ruf Amin.  

"Saya bisa mengerti gimana perasaan mereka, kenapa mereka melahirkan KITA. Yang sana KAMI, yang ini KITA. Tapi saya tetap mengatakan, saya mengerti karena KITA ini tahu yang deklarasi di KAMI itu bukan orang yang tidak pernah diberi kesempatan (oleh pemerintahan Jokowi), mereka pernah diberi kesempatan, tetapi apa yang mereka lakukan?" kata Ruhut dalam video yang diposting di akun Twitternya.

Ruhut dalam rekaman video yang dikutip Suara.com, Sabtu (22/8/2020), kemudian menyindir sikap Refly Harun, salah satu pendukung kelompok KAMI. Refly Harun merupakan pakar hukum yang pernah dua kali diangkat menjadi komisaris utama perusahaan BUMN di era Jokowi. 

"Contohnya Refly Harun, orang pintar, tidak semilitan seperti kawan-kawan saya di KITA. Refly Harun sudah dua kali jadi komisaris utama bos di BUMN, karena nggak punya prestasi, dihentikan, jadi barisan sakit hati, gabung sama para barisan sakit hati lainnya," kata Ruhut.

"Udah, belajarlah menunjuk hidung sendiri sebelum menunjuk hidung orang lain."

Mantan Direktur Relawan TIm Kemenangan Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin yang menjadi salah satu inisiator KITA, Maman Imanulhaq, mengatakan kelompoknya merupakan koalisi independen yang memiliki semangat untuk menjaga Tanah Air.

KITA, kata Maman, bergerak dalam politik kesadaran dengan berupaya membangun masyarakat yang kreatif dan berkelanjutan.

baca juga

Setelah melihat dinamika yang berkembang pasca deklarasi, Ruhut menyarankan kawan-kawannya yang tergabung dalam kelompok KITA untuk tetap tenang. 

"Bagi kawan-kawan saya yang ada di KITA silakan, tetapi tetap saya memohon, saya sebagai kader PDIP melihat mereka, KITA, harus tetap tenang, karena seperti yang dikatakan Din 'jangan katakan kami digembosi,' siapa yang mau nggembosi, nyatanya belum apa-apa sudah gembos kok," kata Ruhut.

"Kenapa? Karena rakyat indonesia di era reformasi ini sangat cerdas."

Salah satu tokoh pendiri KAMI Rocky Gerung mengajak Presiden Joko Widodo untuk ikut bergabung dengan gerakannya.  Ajakan tersebut disampaikan Rocky dalam video yang diunggah di saluran YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (18/8/2020).

Dalam video berjudul "Indonesia Sedang Tenggelam, Saatnya KAMI" itu, Rocky mengatakan bahwa ia akan menerima Presiden Jokowi jika mau bergabung.

"Kita mau saja jika harus berdialog dengan Presiden, audiensi oke. Bahkan kita juga mau kalau Presiden bergabubung. Kita mau ajak dia (Jokowi) jadi deklarator KAMI supaya bisa menyelamatkan negeri ini, bukan hanya menyelamatkan dirinya sendiri seperti saat ini," ujar Rocky dikutip Hops.id -jaringan Suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan

Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP

Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Sinopsis Kami no Quiz, Drama Mamiya Shotaro dan Iitoyo Marie di Prime Video

Sinopsis Kami no Quiz, Drama Mamiya Shotaro dan Iitoyo Marie di Prime Video

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Sikap Keras PDIP soal Ijazah Gibran: MK Sudah Buka Semua, Lebih Baik...

Sikap Keras PDIP soal Ijazah Gibran: MK Sudah Buka Semua, Lebih Baik...

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Menagih Janji PAM JAYA, Air Macet hingga Beban Warga Ibu Kota Jadi Sorotan

Menagih Janji PAM JAYA, Air Macet hingga Beban Warga Ibu Kota Jadi Sorotan

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Buntut Temuan MK Soal Ijazah Gibran, PDIP Peringatkan Bahaya 'Kesepakatan di Balik Pintu'

Buntut Temuan MK Soal Ijazah Gibran, PDIP Peringatkan Bahaya 'Kesepakatan di Balik Pintu'

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:52 WIB

PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres

PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Heboh Isu 'Ratu Banteng' Bakal Geser Gibran dari Kursi Wapres, PDIP Buka Suara

Heboh Isu 'Ratu Banteng' Bakal Geser Gibran dari Kursi Wapres, PDIP Buka Suara

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:12 WIB

PDIP Soal Syarat Capres: Setuju Minimal 2 Parpol, tapi Harus Ada Batas Maksimal

PDIP Soal Syarat Capres: Setuju Minimal 2 Parpol, tapi Harus Ada Batas Maksimal

News | Senin, 21 September 2026 | 16:11 WIB

Lapas Rawan Pungli, Andreas Pareira Desak KemenImipas Optimalkan Kontrol Digital

Lapas Rawan Pungli, Andreas Pareira Desak KemenImipas Optimalkan Kontrol Digital

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×