Fenomena Gajah Mati Misterius Kembali Terjadi di Zimbabwe

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Senin, 31 Agustus 2020 | 10:23 WIB
Fenomena Gajah Mati Misterius Kembali Terjadi di Zimbabwe
Ilustrasi gajah. [ANTARAFOTO/FB Anggoro]

Suara.com - Otoritas satwa liar Zimbabwe sedang menyelidiki kematian 12 gajah pekan lalu di sebuah hutan di utara Taman Nasional Hwange yang terkenal di negara tersebut.

Menyadur Barrons, Senin (31/8/2020), 11 bangkai gajah ditemukan pada Jumat sementara satu lainnya pada Sabtu di hutan Pandamasuwe yang terletak di antara kota Hwange dan Air Terjun Victoria.

Hasil penyelidikan sementara mengungkapkan gajah-gajah itu tidak mati akibat ulah manusia, baik perburuan liar maupun diracun.

Temuan bahwa gading gajah masih utuh, serta burung-burung pemakan bangkai tak mati saat memakan dagingnya menggiring otoritas terkait untuk mencari penyebab lain dari kematian tersebut.

"Kami telah mengesampingkan hal-hal seperti perburuan karena gadingnya masih utuh," kata juru bicara taman dan satwa liar Tinashe Farawo.

"Kami juga mengesampingkan keracunan sianida karena tidak ada hewan lain yang terpengaruh termasuk burung nasar yang memakan mereka."

Gajah-gajah yang mati kali ini berusia sekitar lima hingga enam tahun yang mana itu merupakan usia dewasa muda dari spesies hewan tersebut. Sementara sisa gajah mati yang ditemukan kira-kira berusia 18 bulan.

Menurut Farawo, indikasi awal menyimpulkan bahwa hewan terbesar di darat ini mati karena terkena bakteri lantaran Taman Nasional Hwange over populasi.

Dia mengatakan Hwange, taman dengan luas 14.600 kilometer persegi, memiliki kapasitas maksimum normal 15.000 gajah, tetapi saat ini menampung antara 45.000 dan 53.000.

baca juga

"Hewan kelebihan populasi sehingga vegetasi pilihan mereka tidak ada lagi, jadi mereka akhirnya memakan apa saja termasuk beberapa tanaman beracun," kata Farawo.

Kematian mendadak yang dialami par gajah menjadi fenomena kesekian yang berlangsung di Zimbabwe.

Tetangga Botswana, rumah bagi populasi gajah terbesar di dunia itu sebelumnya telah kehilangan sekitar 300 gajah awal tahun ini.

Kejadian serupa tak hanya menimpa Zimbabwe. Bostwana, negara Afrika lainnya turut merasakan kematian janggal gajah-gajah di Delta Okavango.

Sebanyak 350 gajah ditemukan tewas pada Mei 2020, di mana penyebab kematian hewan besar itu tidak diketahui.

Ahli biologi dan Direktur Konservasi di Penyelamatan Taman Nasional Niall, McCann dan timnya, menduga para gajah mati akibat penyakit tertentu yang menyerang sistem saraf.

Dugaan itu muncul setelah mengobservasi bangkai-bangkai gajah yang sebagian besar mati di mana wajahnya menghadap ke tanah.

"Ya, ini adalah bencana konservasi, tetapi juga berpotensi menjadi krisis kesehatan masyarakat," kata Dr McCann dikutip 9News, Kamis (2/7/2020).

"Kami telah mengirim sampel untuk pengujian dan kami mengharapkan hasilnya selama beberapa minggu ke depan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bunuh 500 Ekor Gajah, Pemburu Terkenal Ini Diganjar 30 Tahun Penjara

Bunuh 500 Ekor Gajah, Pemburu Terkenal Ini Diganjar 30 Tahun Penjara

News | Rabu, 26 Agustus 2020 | 13:00 WIB

Menteri Pertanian Zimbabwe Perrance Shiri Meninggal Akibat Corona

Menteri Pertanian Zimbabwe Perrance Shiri Meninggal Akibat Corona

News | Jum'at, 31 Juli 2020 | 06:51 WIB

Negara sedang Krisis Berat, Pejabat Tinggi Zimbabwe Dapat Mobil Mewah

Negara sedang Krisis Berat, Pejabat Tinggi Zimbabwe Dapat Mobil Mewah

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 15:57 WIB

Ratusan Gajah Mati Misterius, Ahli Was-was Virus Baru

Ratusan Gajah Mati Misterius, Ahli Was-was Virus Baru

News | Kamis, 02 Juli 2020 | 13:40 WIB

Di Tengah Pandemi Corona, Menteri Kesehatan Zimbabwe Malah Terlibat Korupsi

Di Tengah Pandemi Corona, Menteri Kesehatan Zimbabwe Malah Terlibat Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2020 | 20:23 WIB

Terkini

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:55 WIB

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Banten | Rabu, 02 September 2026 | 23:50 WIB

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 23:42 WIB

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:36 WIB

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

×