Singgung Warga Sumbar, Puan Diminta Ingat Jasa Bung Hatta hingga Tan Malaka

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 03 September 2020 | 09:00 WIB
Singgung Warga Sumbar, Puan Diminta Ingat Jasa Bung Hatta hingga Tan Malaka
Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan, masyarakat Sumatera Barat merasa tersinggung atas pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menyoal harapannya agar Sumbar menjadi provinsi pendukung negara Pancasila.

Juru Bicara PKS, Handi mengatakan, ketersinggungan atas ucapan Puan dirasakan oleh seluruh warga Sumbar, baik yang ada di tanah kelahirannya maupun yang kini tengah merantau.

"Mbak Puan menyatakan 'semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila". Pernyataan ini sangat menyakitkan hati kami sebagai orang Sumatera Barat," kata Handi dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (3/8/2020).

Handi lantas mempertanyakan Puan, apakah dirinya masih mengingat jasa-jasa pendiri bangsa asal Sumbar yang ikut berjuang dalam kemerdekaan, semisal sosok Bung Hatta, Sutan Syahrir hingga Tan Malaka.

"Ini menunjukkan Pancasila lahir dari kekayaan budaya dan pemikiran para leluhur kami," kata Handi.

Karena itu, Handi meminta Puan mencabut pernyataan tersebut dibarengi dengan permohonan maaf kepada warga Sumbar. Terlebih kepada keluarga besar para pendiri bangsa.

"Mbak Puan anda telah menyinggung perasaan kami, kami ingin anda cabut kata-kata tersebut, Jangan pernah ragukan nasionalisme masyarakat Sumbar yang telah berjuang melahirkan Pancasila dan berkorban bagi Keutuhan NKRI," ucap Handi.

Kemarin, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan maksud pernyataan Puan yang berharap Sumatera Barat mendukung Negara Pancasila.

Pernyataan Puan, kata Hasto, secara umum ditujukan kepada 42 pasangan calon yang diumumkan PDI Perjuangan pada gelombang V pada Rabu (2/9/2020).

"Yang dimaksudkan mbak Puan dan sebagaimana seluruh kader partai mengingatkan bagaimana Pancasila dibumikan tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi di Jawa Timur, di seluruh wilayah Republik Indonesia, Pancasila harus dibumikan, Ibu Mega begitu kagum dengan Sumbar, demikian juga Mbak Puan," kata Hasto dalam jumpa pers secara virtual.

Hasto menekankan pernyataan Puan bukan dimaksudkan untuk menyinggung orang Sumatera Barat, melainkan dukungan terhadap Pancasila dalam konteks kebudayaan dan nasionalisme.

"Jadi yang dimaksud pembumian Pancasila di Sumbar itu lebih kepada aspek kebudayaan, nasionalisme, juga menyentuh hal-hal di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata dia.

Puan mengumumkan rekomendasi partai untuk pemilihan gubernur Sumatera Barat dari rumah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

PDI Perjuangan mengusung kader Partai Demokrat Mulyadi sebagai calon gubernur Sumatera Barat. Mulyadi akan berpasangan dengan Ali Mukhni yang kini menjabat bupati Padang Pariaman.

"Semoga Sumatera Barat bisa menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila, bismillahirrohmanirrohim. Merdeka," kata Puan.

Puan juga mengumumkan jagoan PDI Perjuangan di dua provinsi 19 kabupaten kota lain. Pengumuman ini menjadi pengumuman gelombang terakhir pengumuman calon kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk pilkada 2020.

Sebelumnya, PDI Perjuangan sudah mengumumkan gelombang I pada 19 Februari, gelombang II pada 17 Juli, gelombang III pada 11 Agustus 2020, dan gelombang IV pada 28 Agustus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tengku ke Puan: Sejak Kapan Sumbar Bukan Pendukung Negara Pancasila?

Tengku ke Puan: Sejak Kapan Sumbar Bukan Pendukung Negara Pancasila?

News | Kamis, 03 September 2020 | 07:15 WIB

PDIP Luruskan Pernyataan Puan Soal Semoga Sumbar Dukung Pancasila

PDIP Luruskan Pernyataan Puan Soal Semoga Sumbar Dukung Pancasila

News | Rabu, 02 September 2020 | 19:45 WIB

Ini Daftar Paslon Kepala Daerah di 21 Pilkada 2020 yang Diumumkan PDIP

Ini Daftar Paslon Kepala Daerah di 21 Pilkada 2020 yang Diumumkan PDIP

News | Rabu, 02 September 2020 | 18:15 WIB

PDIP Usung Kader Demokrat di Pilgub Sumbar, Begini Harapan Puan Maharani

PDIP Usung Kader Demokrat di Pilgub Sumbar, Begini Harapan Puan Maharani

News | Rabu, 02 September 2020 | 17:49 WIB

Keselamatan dan Kesehatan Masyarakat Lebih Penting dari Segalanya

Keselamatan dan Kesehatan Masyarakat Lebih Penting dari Segalanya

DPR | Rabu, 02 September 2020 | 15:39 WIB

DPR Perjuangkan Kepentingan Indonesia di Forum Internasional

DPR Perjuangkan Kepentingan Indonesia di Forum Internasional

DPR | Rabu, 02 September 2020 | 15:34 WIB

Penanganan Pandemi Jadi Perhatian Khusus DPR

Penanganan Pandemi Jadi Perhatian Khusus DPR

DPR | Rabu, 02 September 2020 | 11:07 WIB

Terkini

Ada Perbedaan Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Versi TNI dan Polri, Ini Kata DPR

Ada Perbedaan Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Versi TNI dan Polri, Ini Kata DPR

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:20 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:56 WIB

Menaker Yassierli Dorong Model Kemitraan Inklusif Lewat Program Mudik Bersama

Menaker Yassierli Dorong Model Kemitraan Inklusif Lewat Program Mudik Bersama

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:49 WIB

Aktivis LP3ES Kecam Penyiraman Air Keras Kepada Andrie Yunus: Alarm Pembungkaman Demokrasi

Aktivis LP3ES Kecam Penyiraman Air Keras Kepada Andrie Yunus: Alarm Pembungkaman Demokrasi

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:48 WIB

Panas Ekstrem Diduga Picu Kebakaran di Kramat Jati

Panas Ekstrem Diduga Picu Kebakaran di Kramat Jati

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:44 WIB

Siapa Esmaeil Khatib, Ahli Fiqih Islam dan Menteri Intelijen Iran yang Dekat dengan Ali Khamenei

Siapa Esmaeil Khatib, Ahli Fiqih Islam dan Menteri Intelijen Iran yang Dekat dengan Ali Khamenei

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:30 WIB

Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah

Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:29 WIB

Pembalap Indonesia WorldSSP Aldi Satya Mahendra Jadi Korban Tabrak Lari di Yogyakarta

Pembalap Indonesia WorldSSP Aldi Satya Mahendra Jadi Korban Tabrak Lari di Yogyakarta

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:10 WIB

1.506 Narapidana dan Anak Binaan Dapat Remisi Nyepi 2026, 4 Langsung Bebas

1.506 Narapidana dan Anak Binaan Dapat Remisi Nyepi 2026, 4 Langsung Bebas

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:06 WIB

Waspada Penipuan! KPK Bantah Ada WA kepada Pimpinan Badan Usaha dari Deputi Korsup

Waspada Penipuan! KPK Bantah Ada WA kepada Pimpinan Badan Usaha dari Deputi Korsup

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:59 WIB