Suara.com - Pusat Polisi Militer TNI Anggkatan Darat (Puspomad) menyampaikan perkembangan terbaru kasus serangkaian penyerangan dan pengerusakan di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur.
Merujuk pada hasil penyelidikan dan penyidikan hingga Selasa (8/9/2020), total 56 prajurit TNI ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan.
Rincian total tersangka itu yakni 50 prajurit TNI Angkatan Darat dan 6 prajurit TNI Angkatan Laut. Khusus untuk prajurit Angkatan Darat, total yang sudah diperiksa berjumlah 81 orang yang berasal dari 34 satuan.
"Yang sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 81 personel tediri dari 34 satuan. Yang sudah dinaikkan statusnya menjadi tersangka dan ditahan sebanyak 50 personel," ungkap Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD, Letjen Dodik Widjanarko di Markas Puspomad, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020).
Dodik melanjutkan, sebanyak 23 personel Angkatan Darat kekinian telah dikembalikan ke kesatuannya. Pasalnya, mereka hanya diperiksa sebagai saksi.

"23 personel sementara dikembalikan ke kesatuannya karna murni hanya sebagai saksi," sambungnya.
Sementara itu, Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Eddy Rate Muis menambahkan, total tersangka yang berasal dari prajurit Angkatan Laut berjumlah 6 orang. Total, prajurit Angkatan Laut yang menjalani pemeriksaan berjumlah 10 orang.
Kemudian, sebanyak 15 Angkatan Udara juga telah menjalani pemeriksaan. Hanya, belum ada tersangka dari pihak Angkatan Udara karena masih dilakukan pendalaman.
"Sudah memeriksa 10 prajurit AL dan 15 prajurit AU. Dalam periksaan, dari pemeriksaan saksi dan para terduga dan memeriksa bukti yg ada, telah ditetapkan 6 tersangka prajurit AL dan untuk AU masih dilakukan pendalaman terhadap 15 prajurut tersebut," beber dia.
Sebar Hoaks
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman sebelumnya telah menceritakan ihwal kronologis ratusan orang diduga oknum anggota TNI melakukan penyerangan kepada warga sipil dan Kantor Mapolsek Ciracas.
Penyerangan tersebut berawal dari kebohongan yang disampaikan oleh anggota Ditkumad TNI Prada M Ilham.
Dudung mengungkapan, mulanya Prada Ilham mengalami kecelakaan tunggal. Namun entah bagaimana mulanya, insiden itu malah disebut sebagai pengeroyokkan.
Kemudian Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0505 Jakarta Timur, intel serta perwakilan dari polres hadir di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengklarifikasi kejadian yang sesungguhnya.
Klarifikasi tersebut pun diperkuat dengan kesaksian sembilan orang yang berada di TKP. Semua saksi menyebut, jika Ilham benar mengalami kecelakaan tunggal.