Suara.com - Pusat Polisi Militer TNI Anggkatan Darat (Puspomad) menyampaikan perkembangan terbaru kasus serangkaian penyerangan dan pengerusakan di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur. Dalam hal ini, ada tiga korban penyerangan yang kekinian masih dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.
Dari tiga korban yang dirawat, rinciannya yakni dua anggota kepolisian dan satu masyarakat sipil. Mereka mengalami luka yang berbeda-beda buntut dari penyerangan yang dilakukan anggota TNI beberapa waktu lalu.
Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letjen TNI Bambang Dwi Hasto menerangkan, pasien pertama adalah BD (22), polisi berpangkat Bripda. Dia mengalami cedera pada pembulu darah kanan dan paha kanan.
"Sudah saya sampaikan minggu lalu bahwa hasil pendalaman tidak ada masalah. Kemudian pendalam CT scan toraks dan foto toraks, didapatkan gambaran perkabutan di toraks foto dada sebelah kiri," kata Bambang di Markas Puspomad, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).
"Setelah di bronkoskopi, didapatkan adanya gumpalan darah di saluran bronkos sebelah kiri, kemudian didapatkan tanda-tanda kontusio (memar) di paru sebelah kiri," jelasnya.
Bambang melanjutkan, kondisi Bripka BD kekinian semakin membaik. Kata dia, sudah dilakukan proses pelepasan ventilator pada Bripka BD.
"Pagi ini pasien dalam keadaan kondisi penuh, kemudian sudah dicoba lepas ventilator hari ini. Perawatan masih terus dilanjutkan karena untuk mengatasi infeksinya," kata Bambang.
Pasien kedua adalah anggota polisi berinisial P. Dia mengalami luka pada bagian mata buntut insiden tersebut.
Bambang mengatakan, kondisi P juga dinyatakan membaik seusai menjalani operasi retina mata. Mata P kini sudah bisa melihat dengan jarak pandang setengah meter.
"Sesmen pagi ini perkembangannya adalah mata kanan yang sudah dioperasi, perkembangannya kalau dulu sepertiga ratus, pagi tadi setengah per-60, artinya dalam jarak setengah meter sudah bisa melihat gerakan tangan," kata Bambang.
Pasien terakhir adalah masyarakat sipil berinsial MH. Dia telah menjalani operasi pengambilan peluru gotri pada bagian tubuhnya.
Bambang menambahkan, kondisi MH dilaporkan juga telah membaik. Bahkan, pihak RSPAD juga tengah memberikan pendampingan bagi MH beserta istrinya.
"Pasien sampai hari ini masih kami rawat, kondisi bagus. Tuan MH umur 30 tahun kondisi sadar penuh mandiri. Namun perlu perawatan lanjutan berkaitan faktor psikologis yang bersangkutan termasuk istrinya," pungkas Bambang.
Sebelumnya, sebanyak 56 prajurit TNI telah ditetapkan sebagai tersanga dalam kasus penyerangan dan pengerusakan di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur. Dari total tersebut, rincian ada 50 prajurit TNI Angkatan Darat dan 6 prajurit TNI Angkatan Laut.
Khusus untuk prajurit Angkatan Darat, total yang sudah diperiksa berjumlah 81 orang yang berasal dari 34 satuan. Selain itu, sebanyak 23 personel Angkatan Darat kekinian telah dikembalikan ke kesatuannya. Pasalnya, mereka hanya diperiksa sebagai saksi.
Untuk prajurit Angkatan Laut yang menjalani pemeriksaan berjumlah 10 orang.