Tiga Pekerja Tambang Batu Bara Tewas Tertimbun di Kedalaman 150 Meter

Chandra Iswinarno

Minggu, 13 September 2020 | 22:21 WIB
Tiga Pekerja Tambang Batu Bara Tewas Tertimbun di Kedalaman 150 Meter
Ilustrasi garis polisi. [Suara.com]

Suara.com - Tiga pekerja tambang batu bara di Kota Sawahlunto tewas setelah tertimbun reruntuhan di kedalaman 150 meter dari permukaan tanah.

Selain tiga pekerja tewas, satu orang lainnya mengalami luka berat.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sawahlunto AKBP Junaidi Nur mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (12/9/2020) pukul 05.00 WIB dini hari.

"Benar, ada kecelakaan tambang sekitar pukul 05.00 WIB tadi. (Kejadiannya) di area tambang CV Tahiti Coal," kata Junaidi melalui sambungan telepon kepada Padangkita.com-jaringan Suara.com pada Minggu (13/9/2020).

Semua korban, saat ini telah ditemukan dan dievakuasi dari dalam lubang tambang. Sedangkan, proses evakuasi berlangsung hingga Minggu (13/9/2020) pagi.

Selain itu, polisi masih berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral untuk menyimpulkan penyebab terjadinya peristiwa itu.

Untuk sementara waktu, polisi menduga insiden itu terjadi akibat lubang tambang runtuh sehingga menimbun pekerja yang berada di dalam lubang.

“Pekerja ini kan ada dua sif, sif siang dan malam. Jadi yang mengalami kecelakaan ini sif malam. Ada empat orang yang menjadi korban. Satu mengalami patah tulang dan tiga orang meninggal dunia,” jelas Kapolres.

Sementara di lokasi, telah dipasang garis polisi dan aktivitas tambang telah dihentikan.

baca juga

Kepala Teknik Tambang CV Tahiti Coal Julalfrion menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada kedalamam 150 meter dari permukaan tanah.

Kecelakaan itu menimpa empat orang pekerja tambang yakni, Bambang Pramono (32) warga Dusun Kayu Gadang, Desa Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto yang mengalami luka berat.

Sementara tiga lainnya, yakni Andika Mahendra (22), Irwanto (30), dan Yogi Mardianda (28) yang merupakan Warga Desa Lunto Timur, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Lokasi lubang tambang sudah digaris polisi oleh Polres Sawahlunto dan aktivitas tambang dihentikan,” kata dia.

Dari informasi yang dihimpun, pada 25 Juni 2020, peristiwa kebakaran di lubang tambang juga terjadi di lokasi yang sama. Saat itu, kebetulan semua pekerja tambang sedang beristirahat.

Tiga orang pekerja dilaporkan mengalami luka bakar serius, dan dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit setelah mendapatkan perawatan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lubang Batu Bara di Sawahlunto Runtuh, 3 Pekerja Tewas, Satu Luka Berat

Lubang Batu Bara di Sawahlunto Runtuh, 3 Pekerja Tewas, Satu Luka Berat

News | Minggu, 13 September 2020 | 18:45 WIB

Tewas di Lokasi Tambang, Hardin Sempat Ingin Bangunkan Rumah Sebelum Nikah

Tewas di Lokasi Tambang, Hardin Sempat Ingin Bangunkan Rumah Sebelum Nikah

News | Rabu, 02 September 2020 | 05:23 WIB

Energi Angin dan Matahari Bisa Gantikan Listrik Tenaga Batubara

Energi Angin dan Matahari Bisa Gantikan Listrik Tenaga Batubara

Tekno | Senin, 17 Agustus 2020 | 14:00 WIB

Terkini

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

News | Senin, 02 November 2026 | 19:33 WIB

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

News | Senin, 02 November 2026 | 19:29 WIB

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:25 WIB

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

News | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 19:18 WIB

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

News | Senin, 02 November 2026 | 19:17 WIB

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 19:14 WIB

×